Menjaga Hati

Menjaga Hati
Pembicaraan 1


__ADS_3

"kalian kok bisa barengan?" Vely terheran melihat Reno dan Gilang yang bersamaan menghampiri dirinya.


"kita habis ngopi di depan" Gilang


Vely mengangguk-anggukan kepalanya tanda bahwa dia memahami perkataan Gilang.


"ya udah aku balik dulu ya bidadari ku, eh lu inget kata-kata gua tadi" sambil menepuk pundak Reno


"sialan lu ada gua masih berani lu godain Vely"


Reno ingin mengejar Gilang yang telah menjauh dari pandangannya sambil tertawa.


Vely dan Reno memasuki mobil menuju pulang di perjalanan Reno banyak diam.


"ngomongin apa tadi sama Gilang?" Vely


"ngomongin Sarah"


"Sarah?"


"heem, sayang kayaknya aku nyesel deh ngomong tentang Sarah ke Gilang"


"emangnya kamu ngomong apa?"


"tadi dia tanya tentang hubungan aku sama Sarah dulu, dia bilang kita selingkuhin Sarah, jadi aku jelasin semua se detail mungkin"


Vely diam menimbang apa memang salah atau benar Reno menceritakan tentang Sarah kepada Gilang. Sampai beberapa saat.


"yah malah ngelamun"



Vely sedang memasak di dapurnya, hari ini kedua orang tua Vely berada di rumah dan dengan spesial Vely memasak beberapa menu kesukaan orang tuanya, Vely mengundang keluarga Reno untuk makan malam bersama karena memang jarang ada momen dimana kedua orang tua Vely dan Reno dapat bertemu.


__ADS_1


Reno menghampiri Vely di dapur yang sedang masak bersama pembantunya. Tanpa rasa malu Reno memeluk pinggang kecil Vely dari belakang.



"Reno ih, kamu nggak malu sama bibi?"



"ngapain malu? ya kan bi?"



"iya den"



"si bibi iya iya mulu, kamu kalo gangguin aku terus entar nggak selesai ni masak nya"



"ya udah aku bantu"




Terlihat Roy, Shasa, Deni, Lia dan Kayla bersamaan menuju meja makan yang telah penuh dengan berbagai masakan.



"waduh banyak banget makanan nya?" Kayla



"iya dong kan momen spesial kita bisa kumpul semua bersama-sama" Vely

__ADS_1



"mah liat deh calon mantu mama pinter banget kan masak nya, mantu idaman banget nggak sih?" Reno



"iya sayang Vely memang mantu idaman mama ya kan pa?"



"pasti dong, o iya Roy bagaimana kalau kita segera menikahkan anak-anak kita ini"



"aku dan mama nya Vely sebenarnya takut mengutarakan niat itu karena kita sangat jarang di rumah, kami takut terkesan buru-buru dan merepotkan kalian" Roy



"apa yang kamu katakan Roy? Vely adalah anakku juga, kepastian hubungan mereka adalah tujuan kami untuk saat ini" Deni



"terima kasih Den kamu dan Lia sudah mau merawat Vely ketika kami jauh dari Vely"



"Roy... nantinya Vely juga akan menjadi menantuku, apa yang harus diberi terima kasih? semua sudah kewajiban kami" Lia



Reno dan Vely selaku topik utama hanya mendengarkan dengan baik dan sesekali senyum-senyum bahagia.



Reno menyenggol kaki Vely di bawah meja mengisyaratkan pembicaraan kedua orang tuanya agar Vely menyetujui dan menyegerakan pernikahan mereka.

__ADS_1



"emm ma pa om Deni tante Lia... sebenarnya Vely juga setuju dengan rencana ini tapi jujur Vely sangat ingin Reno mapan dulu agar nantinya kita tidak akan kekurangan, Vely dan Reno juga ingin agar kesiapan fisik dan mental kami benar-benar 100% Vely nggak mau kalau nantinya masih akan bergantung sama mama, papa, om dan tante, lagian insyaallah Vely bisa jaga diri. iya kan sayang?" Vely


__ADS_2