Menjaga Hati

Menjaga Hati
Fitting


__ADS_3

harusnya aku bahagia bisa bersama lagi dengan Reno seperti impianku dulu, aku dan Reno akan segera menikah tapi kenapa rasanya aku tidak bahagia, aku takut entah apa yang membuatku se takut ini menikah, aku masih terbayang saat orang itu membuatku pingsan kemudian membuatku mengandung anaknya, rasanya masih teringat jelas di pikiranku (Vely)


"hayo...nglamunin apa?" Reno


"kamu nggak ke klinik?"


"enggak hari ini ada dokter pendamping disana"


"o..."


"o doang?"


"emangnya kamu mau aku jawab apa?"


"panjang dikit kek o doang loh"


"ih gitu doang ngambek"


"ya kamu sih masa nanggapin omongan aku cuma o doang"


"ya trus aku harus jawab apa coba?"


"ya apa kek panjangan dikit"


"kamu ngambekan kaya cewek aja" Vely


"biarin"


"ih ngambek beneran" Vely menggelitik perut Reno dan membuat Reno tertawa.


"udah sayang udah geli " tapi Vely tak menghiraukan Reno sama sekali, hingga akhirnya Reno memeluk Vely dengan erat agar berhenti menggelitiknya.


"Sayang..." teriakan Lia membuat acara gelitik-menggelitk mereka berhenti


"ada mama" Reno


"iya mah" Vely beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Lia


"ikut mama yuk" Lia


"kemana mah?"

__ADS_1


"ke butik kita kan harus fitting baju pengantin buat kamu"


"aku nggak ikut ya mah" Reno


"emangnya kamu mau kemana?" Lia


"Reno mau ke proyek mah"


"ya nggak bisa dong masa fitting cuma pengantin wanita doang"


"tapi kan Reno ada urusan mah"


"biarin aja mah Reno pergi, nanti Vely cari pengantin laki-laki lain ya mah yang mau fitting baju sama Vely" Vely


"ok ok iya aku ikut"


"beneran ya awas kalo kabur" Lia


"enggak mah"




Mereka masuk bersamaan setelah seorang wanita paruh baya tapi dengan penampilan modis dan kekinian mempersilahkan mereka masuk.



"ini jeng Lia kan?"



"iya saya Lia" Lia menyodorkan tangannya tanda perkenalan antara mereka berdua



"saya Karina, Dewi tadi udah kabarin saya kalau jeng Lia sama anak dan calon mantunya akan kesini untuk fitting baju pengantin"



"sukur deh kalau udah di kabarin sama Dewi soalnya kata temen-temen yang lain jeng Karina ini sibuk sekali dan jarang berada di butik jadi sebuah keberuntungan kalau hari ini saya bisa ketemu langsung sama jeng Karina"

__ADS_1



"mereka semua berlebihan saya hanya suka berjalan-jalan untuk mencari inspirasi, ya udah mari-mari kita lihat baju mana kira-kira yang diinginkan penganten kita ini ya"



Vely yang selalu bergelayut di lengan Lia membuat Reno gemas ingin menarik gadisnya itu ke pelukannya.



"jeng Lia ini anaknya ya?" Karina menyentuh lengan Vely



"ini calon mantu saya jeng Karin, yang cowok ini anak saya" Lia menunjuk Reno yang sedikit mojok karena di kacangin sama Vely



"oh ya ampun maaf saya kira anak jeng Lia yang cewek ini, siapa namanya nak ?"



"saya Vely tante" Vely menyalami Karina dan mencium punggung tangan Karina



"mantunya jeng Lia nempel banget ya sama mertuanya"



"maklum jeng Karin sejak kecil sudah nempel, soalnya tetanggaan hi hi hi" suara khas mak-mak ngerumpi



"ow... jadi tetanggaan, terus anak jeng Lia ini siapa?"



"Reno tante" Reno juga menyalami Karin dan mencium punggung tamannya.


__ADS_1


"ganteng banget ya anaknya jeng Lia, calon mantunya juga cantik kalau kayak gini nih saya suka dan antusias banget buat bikin baju pengantinnya, ayo silahkan"


__ADS_2