
Vely terdiam duduk di bangku balkon apartment miliknya menikmati senja di sore hari yang seharusnya sangat indah tapi entah karena suasana hati Vely yang memburuk maka semua terasa hampa.
Ponsel Vely berdering tanda panggilan masuk, Vely meliriknya dan ternyata adalah telepon dari mamanya.
📞 Sasha : halo sayang
📞 Vely : ya mah
📞 Sasha : apa yang terjadi nak? mamanya Reno bilang kalian berdua putus?
📞 Vely : bukannya itu hal biasa ma
📞 Sasha : iya sih nak, emmm but are you okay?
📞 Vely : everything is okay mom
📞 Sasha : mama dengar kamu pindah ke apartment?
📞 Vely : iya mah Vely mencari suasana baru
📞 Sasha : okay enjoy it, mama akan telepon kamu lagi nanti sayang, see you
📞 Vely : see you mah
Bukan aku tidak mau terbuka dengan kalian semua tapi aku cukup takut untuk mengatakan semua kenyataan pahit yang menimpaku saat ini, cukup aku saja yang menjalani semuanya sendiri (Vely)
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Reno.
Dokter Sinta 📩 : Ren untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untuk mengetahui perkembangan janin di dalam perut istrimu kamu harus memeriksakannya ke rumah sakit ya
Reno mengusap wajahnya dengan kasar
*bahkan yang ada di dalam kandungan Vely bukanlah anakku, bagaimana mungkin aku membawanya ke rumah sakit untuk memeriksakannya jika aku bukanlah ayah dari anak itu* (Reno)
Reno 📨 : baik dokter
__ADS_1
Reno tetap membalas pesan dari teman sesama profesinya itu.
tok...tok...tok...
"Reno... mama masuk ya"
"iya mah"
Lia masuk membawa beberapa buah di wadah, karena beberapa hari ini Reno tidak di rumah dan kamarnya tidak ada makanan apapun, Lia memang biasa menaruh buah di wadah di setiap kamar, agar jika tengah malam atau sedang malas keluar dan perut tiba-tiba lapar tinggal makan buah yang ada di kamar.
"kenapa lagi nak?" Lia bertanya karena Reno sangat kusut
"ada apa dengan Vely?"
"Vely hamil mah....hiks...anak Gilang..."
*ya tuhan benarkah ini? sebenarnya aku masih tidak percaya Vely melakukan ini tanpa alasan, tapi Reno yang seperti ini juga sangat kasihan, aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi* (Lia)
"kamu sabar ya sayang mungkin memang Vely bukan jodoh kamu"
*aku akan menenangkan Reno terlebih dahulu dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua* (Lia)
__ADS_1
"Reno sayang Vely mah, Reno nggak bisa hidup tanpa Vely mah hiks...hiks..."
"iya sayang mama tahu, kamu tenangkan dirimu pasti ada hikmah di balik semua ini nak"
"mama..."
"loh Kayla manggil mama nak mama ke kamar Kayla dulu ya"
"iya mah"
Gilang membungkus pundak Vely dengan selimut.
"dingin Vel masuk yuk"
"bentar Lang aku masih betah"
"kamu lagi hamil Vel kamu harus jaga kesehatan kamu"
Vely terdiam
iya! aku sekarang tidak sendirian, ada nyawa lain dalam diriku saat ini, meskipun aku berusaha membencinya tapi dia adalah anakku (Vely)
"Lang laki-laki yang menghentikan pernikahanmu adalah laki-laki malam itu" Vely berkata tanpa ekspresi membuat Gilang tidak tahu apa yang Vely rasakan ketika melihat Leo di hari pernikahannya saat itu.
"lalu apa yang akan kamu lakukan? aku mengenal laki-laki itu"
"entahlah, sia-sia saja juga jika aku ingin membalas dendam padanya"
"jika suatu hari kamu ingin membalasnya biarkan aku yang melakukan hal itu untukmu"
Vely menoleh ke arah Gilang, ada ketulusan dalam setiap perkataan yang Gilang ucapkan.
Gilang sangat baik, aku jadi serba salah (Vely)
__ADS_1