Menjaga Hati

Menjaga Hati
Rencana Sarah


__ADS_3

Vely tengah bersiap untuk pergi ke rumah sakit bersama Gilang, Vely mengelus perutnya yang masih rata itu.


maafkan aku jika kehadiranmu belum bisa membuatku menyukaimu, kamu tidak bersalah tapi kamu hadir dari orang yang sama sekali tidak aku inginkan, bahkan dari kejadian yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan, maafkan aku nak...maaf (Vely)


tok...tok...tok...


Vely berdiri membuka pintu apartment nya.


"maaf ya aku sedikit telat, macet banget soalnya"


"iya nggak papa Lang, mau masuk dulu atau langsung berangkat?" Vely


"kita berangkat sekarang ya takut dokternya nungguin"


"aku ambil tas dulu ya"


"ok"


Vely kembali masuk mengambil tas dan ponselnya kemudian keluar dengan segera dan menemui Gilang.


"udah?" Vely hanya mengangguk kemudian mengikuti Gilang yang lebih dulu berjalan di depan Vely, setelah mengunci pintu apartment Vely dan Gilang segera menuju rumah sakit.




"bagaimana perkembangan janinnya dok?" Gilang



"dia berkembang sangat baik pak, usianya baru hampir tiga minggu dan ini adalah masa yang sangat rawan, ayah dan bunda harus menjaganya. Tidak boleh stres, tidak boleh terlalu capek, ibu hamil harus selalu bahagia ya pak"



"baik dok" Gilang



Setelah melakukan ultrasonografi (USG) dan mendengarkan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan dimakan ibu hamil Vely dan Gilang berpamitan untuk pulang, Gilang menyuruh Vely untuk menunggu di depan pintu masuk parkiran karena tempat mobil Gilang terparkir sangat jauh dan Gilang tidak mau Vely capek karena harus berjalan menuju mobil Gilang.



Disisi lain...

__ADS_1



Sarah terlihat berbicara di telpon dengan seseorang didalam mobilnya, dan setelah tersenyum licik Sarah mengakhiri panggilan telepon itu.



"sekarang!" sarah kembali berbicara di telpon dengan seseorang dan memerintah orang itu untuk melakukan sesuatu.



Di depan parkir...



Vely berdiri dibawah terik matahari yang siang ini terasa sangat panas.



*Gilang lama banget sih* (Vely)



Seseorang menarik tas Vely dan berlari menjauh meninggalkan Vely.




Dari arah belakang sebuah mobil melaju dengan kencang dan menuju ke arah Vely yang sedang terengah-engah.



Bruk !



Di rumah Reno



"kakak..."


__ADS_1


"iya Kayla"



"aku mau cerita tentang malam itu" suara Kayla terdengar bergetar dan ketakutan, Reno yang memang sangat ingin mengetahui kejadian malam itu pun antusias dan segera mengikuti Kayla.


Kayla duduk di kursi taman belakang rumah mereka dan Reno mengikutinya.



"apa yang sebenarnya terjadi?" Reno mulai tidak sabar



"malam itu aku nyamperin Kevin yang sedang mabok, aku minta tolong kak Vely untuk membujuk Kevin agar mau pulang, lalu beberapa orang menggodaku dan mulai kurang ajar padaku..." Kayla menghentikan ceritanya dan mulai terisak, Reno memeluk Kayla untuk menguatkan adiknya itu dan mau melanjutkan ceritanya.



"mereka menyeret ku ke kamar kak...hiks...hiks...mereka akan memaksakan dirinya mereka padaku, mereka mau memperkosaku hiks...hiks..." Kayla kembali terisak dan lagi-lagi berhenti bercerita.



Reno sudah mengepalkan tangannya membayangkan apa yang telah terjadi pada adik satu-satunya itu. Kayla melanjutkan ceritanya lagi.



"untung kak Vely datang tepat waktu kak, kak Vely memukul laki-laki itu sampai pingsan dan membantuku melarikan diri tapi kak Vely di seret oleh laki-laki itu hiks...hiks..."



"apa?" Reno berdiri dari duduknya karena saking kagetnya



"lalu apa yang terjadi?" Reno



"aku nggak tahu, kak Vely nyuruh aku lari dan karena takut aku lari, berkali-kali aku telpon kakak tapi kakak nggak angkat telpon aku sama sekali hiks...hiks..."



*ya tuhan apa yang telah menimpa Vely setelah itu*? (Reno)

__ADS_1


__ADS_2