
"hai sayang, aku membawakan kamu bunga mawar putih, aku nggak pernah kasih kamu ini sebelumnya tapi mulai sekarang aku akan memberimu bunga mawar putih setiap pagi, kamu cepet bangun ya aku merindukan kamu"
cup !
satu kecupan hangat mendarat di kening Vely yang masih terpejam, sebenarnya dalam hati Reno sama sekali tidak tega melihat orang terkasihnya dalam keadaan seperti sekarang ini. Terbaring, diam tanpa ekspresi. Reno mengambil waslap dan juga air hangat dalam baskom untuk menyeka tubuh Vely. Awalnya Reno ragu untuk membuka baju Vely tapi Reno tidak tega melihat Vely yang mungkin tidak nyaman dengan keadaannya, Reno ingin menyuruh suster untuk menggantikan pakaian Vely tapi urung karena Reno tidak mau ada yang melihat tubuh Vely selain dirinya. Jadilah Reno dengan susah payah mengganti pakaian Vely dan menyeka tubuhnya dengan air hangat.
Reno menelan saliva nya dengan susah payah ketika melihat tubuh polos Vely tanpa pakaian, segera Reno menepis keinginan yang gila dari otaknya itu dan segera menyelesaikan pekerjaannya.
bahkan kamu begitu menggoda meskipun dalam keadaanmu yang sedang koma. (Reno)
Kayla mengusap lagi punggung tangan Vely yang masih terbaring di bankar miliknya, Kayla menangis melihat kondisi orang yang telah menolongnya dari kejadian nahas malam itu.
"kak Vely bangun ya... aku minta maaf udah bikin kakak kaya gini, aku juga terlambat memberitahu kak Reno apa yang terjadi pada kakak malam itu, maafin aku kak hiks...hiks..."
"doain aja biar kak Vely cepet sadar" Reno
"iya kak"
"mah kalau nanti Vely udah bangun aku mau cepet-cepet lamar dia ya mah" Reno
__ADS_1
"iya sayang, kamu harus lamar Vely segera setelah dia bangun"
Lia mengupas apel untuk anak-anaknya yang sedang duduk bersanding di tepi brankar Vely, setelah selesai Lia memberikan kepada Reno untuk di makan.
"kamu juga harus jaga kesehatan biar kita bisa support Vely dengan maksimal agar Vely cepat sembuh"
"iya mah" Reno dan Kayla
tok...tok...tok...
Lia beranjak membuka pintu kamar VVIP dan setelah terbuka terlihat Gilang dengan membawa seikat bunga mawar di tangannya.
"sore tante" Gilang
"eh nak Gilang, masuk nak"
"permisi tante" Gilang masuk ke ruang rawat Vely.
__ADS_1
"lu Lang?"
"Ren" mereka bersalaman dan saling memeluk, kemarahan Gilang sudah di tepisnya mengingat tak ada gunanya juga terus bersikeras marah atas kesalahan yang tidak sepenuhnya Reno perbuat.
"gimana perkembangan Vely?" Gilang
"masih sama, kamu mau coba ngomong sama dia? siapa tahu dia merespon kamu karena kamu adalah orang yang selalu ada di sampingnya di saat-saat tersulit dia" Reno
"kalau seandainya kamu tahu dari awal kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang aku perbuat"
"tentu saja Lang, aku sempat marah sama kamu karena kamu nggak jujur dari awal"
"bukan aku nggak mau Ren tapi Vely membuatku berjanji padanya untuk tidak memberitahu sejujurnya kepadamu dan hal yang paling aku tidak bisa lakukan adalah membuat Vely kecewa"
Reno terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Gilang.
__ADS_1
*begitu dalam cinta yang kamu berikan untuk Vely, apa aku masih pantas bersamanya jika ada kamu yang begitu sempurna mencintainya? aku tidak ada apa-apanya di banding kamu yang selama ini menjaga dan mendampingi Vely di setiap kondisi. Entahlah biarkan nanti Vely yang memutuskan bersama siapa dia akan menghabiskan seluruh hidupnya bahkan jika Vely memilih Gilang maka aku akan dengan bahagia melepas Vely bersama Gilang*. (Reno)