Menjaga Hati

Menjaga Hati
Flashback Off


__ADS_3

Seseorang mengetuk pintu ruangan privasi milik Gilang.


"maaf tuan saya mengganggu, ada keributan di bawah dan sepertinya ada yang mencoba memperkosa seorang gadis di kamar penginapan"


"apa kalian tidak bisa menangani hal ini? kalau hanya masalah sekecil itu kalian memanggilku lalu untuk apa aku memperkerjakan kalian?"


"maaf tuan tapi sepertinya laki-laki yang melakukan hal itu adalah rekan bisnis tuan Aditya dan juga sepertinya mengenal tuan"


"ya sudah ayo antar aku ke kamar itu"


"mari tuan"


Gilang mengikuti pegawainya dari belakang menuju kamar yang dimaksud. Gilang adalah pemilik klub malam itu, Gilang mengetuk pintunya tapi tidak ada jawaban, Gilang semakin kuat menggedor pintu itu suara makian dan umpatan terdengar dari dalam tapi masih tidak membuka pintunya, Gilang mulai geram dengan kekuatannya Gilang mendobrak pintu itu.


Seakan disambar petir di siang bolong, Gilang melihat Vely dengan keadaan yang sangat buruk dan menjadi korban pemerkosaan. Tanpa berfikir lagi Gilang menutup tubuh Vely dengan selimut, kemudian dengan segera Gilang menghajar laki-laki yang memang dia kenal itu.


"brengsek lu Leo, lu tahu siapa cewek yang lu tiduri? brengsek lu , sialan"

__ADS_1


Gilang menghajar teman nya itu dengan membabi buta, Gilang mulai berhenti ketika Leo sudah tak sadarkan diri dengan darah dimana-mana memenuhi wajah dan tubuh laki-laki itu.


"sudah tuan sebaiknya tuan bawa teman tuan pergi dari sini, biar saya yang mengurus tuan Leo"


Dengan air mata yang tak beraturan Gilang membungkus tubuh Vely dengan selimut dan menggendongnya ke mobil, dalam perjalanan Gilang sempat bingung harus kemana membawa Vely, tidak mungkin membawanya ke rumah karena pasti banyak orang di rumahnya, juga tidak mungkin membawa Vely ke rumahnya sendiri karena keadaan Vely yang seperti ini jadilah Gilang membawa Vely ke apartment nya.


Setelah membuka pintu dengan menekan beberapa nomor sandi Gilang merebahkan tubuh Vely di ranjangnya. Gilang menyuruh asistennya untuk mencari seorang wanita untuk membersihkan dan memakaikan pakaian untuk Vely, setelah selesai wanita itu pun undur diri. Gilang masuk ke kamarnya dan melihat Vely sudah lebih segar dan bersih, Gilang duduk di sebelah Vely dibelainya rambut Vely dan Gilang kembali menangis mengingat apa yang telah menimpa Vely apalagi kejadian itu terjadi di tempat miliknya.





Reno tetap mencoba menghubungi Vely tapi masih tidak aktif, rasa khawatir menyelimuti hati dan pikiran Reno sedangkan Kayla kondisinya semakin memprihatinkan, jiwanya yang tergoncang membuatnya sama sekali tidak dapat diajak berinteraksi, tidak semua orang bisa menemui Kayla karena dia akan histeris dan mulai berteriak jika ada yang menemuinya apalagi laki-laki bahkan sampai sekarang Reno dan Deni juga tidak bisa menemui Kayla, hanya Lia yang sesekali datang menemui Kayla di ruangan rawatnya itupun jika Kayla dalam mood yang baik tapi jika Lia mencoba menanyai apa yang terjadi malam itu pada Kayla maka Kayla akan kembali histeris dan menangis sambil berteriak.


__ADS_1


Asisten Gilang membawa kepada Gilang tas dan ponsel yang tertinggal di kamar klub malam itu karena mungkin itu adalah barang milik Vely. Gilang membolak-balik ponsel yang sedang dalam keadaan mati.



*mungkin habis baterei* (Gilang)



dicolokkan ponsel itu ke charger dan Gilang menghidupkan ponsel itu dan benar ponsel itu milik Vely karena pada layar awalnya terdapet gambar Vely dan Reno.



"astaga gua lupa hubungi Reno, pasti dia cemas karena semalaman Vely tidak pulang"



Gilang menghubungi Reno tapi ponsel Reno sibuk sampai beberapa kali akhirnya Gilang memutuskan untuk kembali menghubungi Reno nanti.

__ADS_1


__ADS_2