
"aku hanya bercanda tapi kamu sampai seperti ini, tapi dengan Gilang kamu baik-baik saja walau diantara kalian sudah pernah melakukan hal itu" Reno berkata dengan nanar menatap langit-langit kamar apartment nya yang redup karena lampu tidur.
"pergi dariku" Vely mendorong Reno dengan kasar, ada perasaan kesal ketika Reno berbicara tentang dirinya dan Gilang yang kebenarannya tidak seperti itu.
"sekarang apa? bahkan kamu tidak mau memeluk pacarmu?"
Vely membuka kunci kamar dan keluar dari sana, Vely sampai di pintu utama dan akan keluar tapi Reno berhasil mencegahnya, Reno lagi-lagi menarik tangan Vely masuk ke apartment nya.
"lepasin!! aku mau pulang"
"iya nanti aku antar kamu pulang, sekarang kamu disini dulu ya" Reno mencoba membujuk Vely dengan kata-kata yang halus tapi Vely masih bersikeras untuk pergi dari apartment Reno.
"kamu diem disini" Reno mendudukkan Vely di sofa dengan paksa
"aku tidak habis pikir kenapa kamu sekarang menjadi seperti ini kepadaku? sejak kapan memangnya hubunganmu dengan Gilang terjalin? kalau memang dari awal kamu tidak menyukaiku harusnya kamu bilang dan tidak seperti ini menghianati aku dari belakang" Reno duduk bersimpuh di lutut Vely.
"sudahlah No di antara kita sudah selesai, aku mohon biarkan aku pergi"
"tidak semudah itu Velysia... aku dan kamu merajut cinta kita berdua sejak lama dan kamu dengan begitu mudahnya menyudahi semuanya dengan sepihak"
"memangnya apa yang kamu harapkan dariku yang sudah tidak suci lagi?"
"aku tidak perduli apapun yang terjadi antara kamu dan Gilang, aku hanya mau kamu bersamaku"
"kamu nggak jijik dengan ku?"
"jika dengan mengatakan tidak akan membuatmu kembali bersama ku meskipun harus menahan rasa kecewa yang mendalam aku akan menerima kamu lagi"
Ada secercah harapan dalam kehidupan Vely yang sempat kelam karena insiden di malam menakutkan itu. Vely mulai menangis lagi, belakangan ini memang Vely sangat sering mengeluarkan air mata kesedihan.
__ADS_1
Vely memeluk Reno yang sangat membuat Reno bahagia, secara hampir tiga minggu sejak malam dimana Vely menghilang keharmonisan mereka berdua hilang begitu saja.
aku akan mencoba jujur dengan kamu jika memang kamu benar-benar tidak merasa jijik denganku (Vely)
Kepala Vely mendadak pusing, mungkin karena terlalu sering menangis hari ini, tapi ini adalah sakit kepala yang sangat parah sampai mata Vely berkunang-kunang dan....
"apa benar yang di dalam sana adalah anak kamu?"
mata Reno memerah menahan air mata dan kemarahan, rahangnya yang keras menandakan amarah yang memuncak dan juga kepalan tangannya sudah ingin menonjok seseorang yang sudah ada di depannya.
"brengsek !! aarrgg...."
Reno benar-benar menonjok Gilang.
*Flashback on*
__ADS_1
Vely pingsan dalam pelukan Reno yang seketika membuat Reno khawatir dan cemas, Reno yang notabene seorang dokter pun memeriksa Vely dengan peralatan yang sengaja Reno sediakan di apartment nya.
Betapa terkejutnya Reno ketika mengetahui kenyataan bahwa Vely sedang hamil, karena Reno takut salah dengan diagnosa nya jadilah Reno menghubungi temannya yang dokter kandungan.
Setelah memastikan keadaan Vely dokter itu kemudian memberi selamat kepada Reno.
"lu Ren nikah nggak bilang-bilang nih bini lu hamil, belum pasti sih berapa usia kandungannya tapi menurut perkiraan gua masih sekitar 1-2 mingguan. Selamat ya, kalau udah semua gua balik ya"
"ok ok thanks ya"
Reno yang masih kaget dengan kenyataan di depannya hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Reno segera menghubungi Gilang dan menyuruhnya datang ke apartment nya secepatnya.
*Flashback off*
__ADS_1