Menjaga Hati

Menjaga Hati
Kembali Hidup


__ADS_3

"mi...num...ha...us..." kalimat pertama yang keluar dari bibir Vely membuat Reno sangat antusias.


"apa sayang... kamu minta apa? " Reno membelai rambut Vely yang matanya mulai sedikit terbuka.


"dokter ! dokter ! " Reno berteriak dan berkali-kali menekan nurse call bel yang ada di atas tempat tidur Vely, seorang dokter dan seorang perawat berlarian menuju kamar Vely dan segera memeriksa keadaan Vely. Dokter itu menarik kelopak mata Vely ke atas dan melakukan beberapa pemeriksaan ringan pada Vely dengan stetoskop.


"alhamdulillah nyonya Vely sudah melewati masa kritisnya dan sekarang kondisinya sudah mulai stabil, kami permisi dulu selamat malam "


Kedua tenaga kesehatan itu kemudian pergi setelah memastikan bahwa Vely telah baik-baik saja, Reno mengambil gelas berisikan air putih dan membawanya ke arah Vely, dengan telaten Reno meminumkan sedikit demi sedikit air dengan bantuan sendok makan.


"are you okay?" Reno membelai rambut gadis tercintanya itu.


"Ano..."


ya tuhan betapa bahagia hatiku mendengar satu kata yang sangat lama aku rindukan (Reno)


"iya sayang ini aku Ano hiks...hiks..."


Reno mulai menangis sesenggukan seraya memeluk Vely yang juga menitikkan air matanya.


"ada yang sakit?" Vely menggelengkan kepalanya perlahan, Reno melirik ke arah tangan kirinya, jam tangannya menunjukkan pukul 23:13


ini sudah terlalu malam untuk memberitahu orang rumah bahwa Vely telah sadar, biarkan saja besok aku akan memberitahunya (Reno)


Reno membelai lagi rambut Vely.


"maafkan aku" Reno


"lupakan" Vely berkata dengan suara yang masih parau


"maaf"


"bantu aku"

__ADS_1


"apa sayang? katakan"


"aku ingin bertemu Gilang, boleh?"


"tentu sayang..."


Reno berdiri mencari ponselnya dan segera menelepon Gilang saat itu juga.


📞 Reno : Lang


📞 Gilang : ada apa Ren? apa yang terjadi


📞 Reno : Vely sudah sadar


📞 Gilang : ya tuhan syukurlah, bagaimana keadaannya?


📞 Reno : kamu bisa kesini Lang?


📞 Gilang : sekarang? ok


Gilang sangat bahagia (Reno)


"dia akan datang sayang, ada lagi? "


Vely menggelengkan kepalanya.




Reno membuka pintu yang di ketuk dengan tidak sabar, setelah membukanya Gilang langsung berhambur masuk mendekati Vely tanpa memperdulikan Reno.


__ADS_1


"hai bidadari ku... are you okay?" Gilang membelai rambut Vely, Vely mengangguk mengiyakan pertanyaan Gilang.



"ada yang sakit?" Vely menggeleng.



*mereka berdua menanyakan hal yang sama* (Vely)



Gilang menoleh ke arah Reno dan baru menyadari tingkahnya yang mengacuhkan Reno.



"makasih sudah menjaga Vely" Gilang



Reno tersenyum dan menghampiri dua orang itu.



"aku yang terima kasih Lang, kamu sudah menjaga Vely dengan baik, aku juga minta maaf sama kamu dan Vely karena sudah kasar dan tidak percaya pada Vely, sekarang aku pasrah jika memang Vely memilih kamu untuk bersamanya"



ada perasaan ngilu yang terasa di dalam relung hati Vely saat mendengar Reno secara tidak langsung menyerahkan dirinya pada Gilang, Vely menyembunyikan air matanya dengan cara memalingkan wajahnya dan tubuhnya membelakangi Reno, melihat Vely yang sembarangan bergerak sontak membuat Reno refleks mendekat ke arah Vely.



"kamu pengen apa? bilang aja jangan bergerak berlebihan dulu" Reno yang khawatir malah terkesan mengomeli Vely. Reno terkejut melihat tubuh Vely yang sedikit bergetar, Reno beralih ke sisi lain brankar Vely untuk melihat apa yang terjadi, betapa terkejutnya Reno melihat Vely sudah menangis dengan derasnya.

__ADS_1



"ada apa...?" Reno dengan lembut membelai kepala Vely


__ADS_2