
Vely dan Reno akhirnya keluar dari hotel hari ini dan yang menyenangkan bagi Reno adalah Vely telah selesai haid juga, Reno benar-benar langsung melakukan honey moon, memang tidak jauh tapi setidaknya tempat yang mereka pilih adalah tempat yang romantis dan sunyi.
Mereka memutuskan untuk bulan madu ke luar kota dan tidak begitu jauh.
kok tumben ya aku haid nya cuma tiga hari? biasanya juga seminggu atau sepuluh hari. (Vely)
"ngelamun ya?" Reno menepuk punggung tangan Vely.
"enggak"
"kamu nggak suka kita pergi bulan madu?"
"suka tapi aku heran aja biasanya aku haid minimal seminggu ini cuma tiga hari, kenapa ya?"
"kalau anak jaman sekarang bilang itu semesta mendukung"
Reno mengembalikan kata-kata yang pernah Vely katakan padanya.
"ih nyontek"
"biarin ha ha ha"
Mereka sampai di sebuah villa yang lumayan luas pada halaman luarnya, mereka sengaja menyewa villa karena ingin merasakan kelegaan saat menikmati masa honey moon mereka.
Perjalanan mereka yang hanya sekitar dua jam tidak membuat mereka merasa lelah di jalan, setelah sampai di villa mereka memasukkan barang-barang mereka kemudian langsung jalan-jalan di sebuah kebun.
__ADS_1
"sayang"
"hem..."
"setelah ini aku akan kerja keras untuk membeli villa seperti ini, biar punya satu inves yang menjanjikan, kalau lagi bad mood, capek sama hiruk pikuk keramaian kota kita bisa menenangkan sejenak pikiran kita disini"
"aamiin, ayo sama-sama kerja keras biar ini menjadi hasil kita sendiri" Vely
Mereka berjalan beriringan menyusuri jalan setapak yang agak basah karena embun pagi hari tadi. Hamparan kebun teh terbentang luas di hadapan mereka, mereka duduk di sebuah batu besar di atas sebuah bukit kecil, melihat ke bawah dan menikmati keindahan alam yang menyejukkan mata. Para pekerja perkebunan yang berada di antara barisan pohon teh terlihat seperti bunga-bunga karena topi mereka yang lebar dan tidak terlihat seluruh badan mereka karena tingginya pohon teh.
Sejenak mereka memejamkan mata menikmati sejuk nya angin yang menampar ke wajah mereka, hari sudah mulai siang tapi hawa dingin masih saja menusuk sampai ke tulang, di bawah sinar matahari yang biasanya terasa panas kini menjadi penghangat yang membuat nyaman.
"di sini enak banget ya sayang" Vely
"iya, ini lah yang namanya surga dunia sayang, kita nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena di negeri sendiri pun surga juga banyak menanti"
Hawa dingin membuat mata hanya ingin terpejam di bawah selimut yang tebal.
Reno memeluk istrinya, merengkuhnya ke dalam dadanya, memberikan kehangatan yang tidak bisa di berikan oleh selimut mana pun. Mereka kemudian tertidur pulas.
Gilang menunggu seseorang di sebuah cafe dengan hati yang bahagia. Pasalnya kini Gilang perlahan sudah mulai dekat dengan pramugari cantik pemilik wajah yang mirip dengan mantan tunangan Gilang.
__ADS_1
"hai" seorang gadis menyapa Gilang kemudian duduk di hadapan Gilang dengan senyum yang merekah bak bunga mawar yang tengah mekar.
"aku kira kamu tidak akan datang"
"aku adalah orang yang tahu terima kasih, ngomong-ngomong makasih ya sudah mau membantu aku"
"bukan masalah, kamu mau makan apa?"
"apa aja sama dengan kamu"
"ok aku akan pesankan, kamu kapan terbang kembali ke nagara kita?"
"minggu depan"
__ADS_1
"oh ok"