Menjaga Hati

Menjaga Hati
Vertigo


__ADS_3

Perjalanan yang menyita waktu hampir lima belas jam tidak membuat Reno dan Vely lemas, malah Vely semakin semangat menuju pulang, mengingat kedua orang tuanya yang sedang menunggu kedatangan mereka.


Sopir suruhan orang tua Vely sudah stanby di depan pintu kedatangan. Dengan sedikit tergesa-gesa mereka menuju pulang ke rumah. Di dalam perjalanan Vely tertidur karena saking capeknya.


Setelah mereka sampai di rumah ternyata Roy sudah tidur.


"biar papa kamu tidur, kalian juga istirahat ya pasti capek banget kan"


"aku ke kamar ya mah" Vely mencium kedua pipi mamanya


"iya nak, istirahat sana"


"Reno juga ke kamar duluan ya mah, mama harus istirahat juga ini udah malem"


"iya nak habis ini mama tidur juga"




"istriku yang pemalas bangun dong udah siang... " Reno mencoba mengganggu istrinya yang masih saja terpejam padahal matahari sudah sangat tinggi. Reno menggelitik perut Vely berkali-kali tapi tak ada respon



"Ano... jangan ganggu aku, aku masih ngantuk" Vely malah menarik selimutnya menutupi kepala



"eh dasar pemalas, tuh papa nungguin kamu dari tadi"



"papa? " Vely sontak bangun kemudian seketika rasanya seisi kamar seperti berputar-putar



"ah ah kenapa ini, kepalaku pusing aduh... " Vely memegangi kepalanya karena saking pusingnya



"astaga kamu kenapa? " Reno mencoba menenangkan Vely kemudian perlahan menidurkan kembali Vely di kasur


__ADS_1


"apa yang kamu rasain? "



"muter-muter semuanya muter No, rasanya perut aku mual banget pengen muntah tapi nggak bisa, pusing banget"



"kamu tetep merem aja ya, kamu vertigo sayang karena tadi kamu terlalu cepat bangun dari posisi awal kamu "



"pusing banget No hwek... hwek... " Vely beberapa kali ingin muntah tapi tidak ada apa-apa yang keluar dari sana.



"kamu merem aja, dan tetap pada posisi ini jangan gerak-gerak"



Reno menambahkan satu bantal lagi agar posisi kepala Vely agak lebih tinggi dari badannya. Kemudian Reno mengambil air putih dan meminumkannya kepada Vely secara perlahan .



"tetap tenang ya sayang, jangan gerakin kepala kamu kemana-mana, tetep diam dan merem aja gapapa "




"iya iya bentar, kamu tetep diam ya jangan gerak sama sekali"



Reno mencoba memijat-mijat sedikit di bagian pelipis Vely.



"kamu tadi bangunnya terlalu mendadak sayang dan juga kondisi badan kamu nggak seratus persen fit jadinya kayak gini, kamu diem dulu aja beberapa saat ya habis ini pasti reda"



"pengen muntah No"

__ADS_1



"kalau kamu bisa muntah malah lebih bagus, kalau pengen muntah jangan di tahan-tahan ya"



"hwek... hwek... " beberapa kali Vely mencoba mengeluarkan isi perutnya tapi sama sekali tidak ada yang keluar.



Di luar kamar....



*si Vely mual-mual? apa jangan-jangan Vely hamil*? (Sasha)



"mah ngapain? " Roy datang dan menepuk pundak istrinya perlahan.



"pah si Vely mual-mual, jangan-jangan dia lagi hamil pah? "



"wah bagus itu, ayo kita tanya besan kita mah"



"iya pah, mama nggak sabar pengen punya cucu"



Mendengar kabar tentang Vely yang "mual-mual" Roy mendadak menjadi semakin sehat hal itu tentunya menjadi hal yang bagus untuk kesembuhan Roy kedepannya.



"halo mbak Lia, mbak Lia Vely mual-mual mbak pagi ini, apa jangan Vely hamil ya mbak?" Sasha benar-benar antusias sekali



"*wah kalau benar begitu saya senang banget dengar nya, suruh mereka cek kandungan segera mungkin*"

__ADS_1



"ok mbak Lia nanti aku bakalan suruh cek ke dokter secepatnya "


__ADS_2