
"astaga bukannya itu pacarnya Gilang? " Reno sampai berdiri karena demi melihat dengan jelas gadis yang sedang berciuman di pojok gang itu adalah benar-benar pacar dari Gilang.
"jangan keras-keras " Vely menarik Reno agar kembali duduk di kursinya.
Vely mengambil ponselnya kemudian merekam apa yang tengah di lakukan dua orang itu.
"ayo kita temui Gilang" Vely segera menarik Reno untuk cepat-cepat pergi menemui Gilang.
"ini bukan Mutiara "
"coba kamu lebih jelas lagi nih ya aku zoom" Vely sangat keukeuh mengatakan bahwa yang berada dalam video itu adalah Mutiara, beberapa saat kemudian Gilang menyadari satu hal.
"kamu benar ini tas yang aku belikan untuknya "
Gilang duduk di sofa dan meremas kuat rambutnya.
"brengsek" Teriakan Gilang memekakkan telinga Vely yang juga duduk di sofa, Reno tidak di sana karena harus menjemput kedua orang tuanya.
"astaga... ya tuhan... dia menghianati aku Vel"
"kamu sabar ya Lang" Vely mengelus-elus pundak Gilang mencoba memberikan kesabaran untuknya
__ADS_1
"brengsek"
brak!
Gilang menendang meja yang ada di hadapannya, Vely menutup telinganya karena sangat kaget dengan tindakan Gilang.
"brengsek sialan" Gilang terus mengumpat, Vely masih saja menutup telinganya dengan kedua tangannya.
Gilang duduk di lantai berada tepat di bawah Vely.
"kenapa aku selalu di sakiti? " Gilang mulai menangis, Gilang merasa sangat kecewa, sepenuh hati Gilang mencoba mencintai Mutiara dengan berbagai cara agar gadisnya itu terkesan. Dia bahkan membiayai semua kebutuhan keluarga Mutiara tapi Mutiara bahkan tidak menghargainya.
"sebenarnya waktu aku ketemu dia di bandara kami sedang di toilet dan dia... dia bersama seorang laki-laki di dalam satu toilet"
"kenapa kamu nggak bilang Vel?" suara Gilang melunak karena mau bagaimana pun di hadapan Vely Gilang benar-benar tidak bisa berbicara kasar. Vely masih menjadi Ratu di hati Gilang.
"aku takut kamu marah atau aku salah orang, kalau yang ini aku nggak mungkin salah dan juga ada Reno yang juga melihatnya, jadi aku bertekad bilang sama kamu "
__ADS_1
"harusnya kamu bilang dari awal "
"udah yang penting sekarang semuanya sudah jelas, terus apa yang mau kamu lakukan sekarang?"
"aku akan kasih pelajaran buat Mutiara dan laki-lakinya itu"
"hi honey.... " Mutiara datang dengan senyum palsu nya, dia berlenggak-lenggok di hadapan Gilang.
"maaf ya beberapa hari ini aku sibuk banget sampai nggak sempat hubungin kamu"
"it's okay" Gilang masih saja berpura-pura
"kamu udah pesan sesuatu? "
"udah, aku pesan favorit kamu"
"wow apa tuh"
plok! plok! Dua tepukan tangan Gilang adalah isyarat untuk dua orang yang sudah bersiap di belakang Mutiara. Kedua orang itu meninggalkan Mutiara dan Gilang kemudian segera kembali dengan menyeret seorang laki-laki muda yang wajahnya sudah babak belur.
"please welcome... " Gilang merentangkan ke dua tangannya, hal itu membuat Mutiara berbalik melihat ke arah belakang.
"damn it" umpat laki-laki itu
Evan? bagaimana bisa dia disini? (Mutiara)
"Mutiara Permadi apa kamu tidak ingin menyambut kekasih mu? "
"apa maksudnya ini Gilang? you are my lover"
"bullshit " bentak Gilang
__ADS_1
Mutiara membelalakkan matanya karena saking takutnya
"jika kamu tidak mau jujur aku yang akan membuatmu bicara sekarang juga" Gilang meremas rahang Mutiara