
"ok sekarang kamu cerita gimana bisa kamu nikah secepat ini?" Vely membuka pembicaraan ketika mereka sudah selesai makan malam.
"ya nggak ada yang spesial sih, Bang Adit yang jodohin aku sama dia"
"terus mau gitu aja?" Reno
"mau gimana lagi, kalau aja Vely mau ninggalin lu pasti gua nikahnya sama Vely"
"sialan lu" Reno sudah melotot ke arah Gilang yang hanya cengar-cengir
"jangan dengerin dia sayang, toh sekarang Gilang yang bakal nikah duluan" Vely mencoba menenangkan Reno
"ya sebenarnya bisa sih aku nikahin kamu sekarang tapi kamu nya yang nggak mau" Reno
"aku maunya kita nikah ketika kita sama-sama sudah mapan dan siap segalanya soalnya aku nggak mau hidup kita keteteran nantinya"
"iya iya sayangku" Reno memeluk Vely lagi-lagi di depan Gilang tanpa malu-malu
"sialan gua disini malah lihatin kalian berdua nge bucin"
"hahaha sabar Lang bentar lagi kamu juga kaya kita, oh iya siapa nama calon istri kamu"
"Sarah"
"Sarah siapa?"
"Sarah Anaya"
__ADS_1
"bentar-bentar Sarah Anaya mana ya kayaknya kenal" Reno
Gilang merogoh ponselnya mengutak-atiknya kemudian memperlihatkan sebuah foto seorang gadis kepada Reno dan Vely
"lah si Sarah" Vely
"kamu kenal?"
"iya kenal dia temen satu fakultas aku dulu"
jadi gadis yang dimaksud Sarah merebut kekasihnya itu Velysia yang ini? (Gilang)
Flashback On
Adel menggandeng seseorang masuk ke dalam ruang keluarga di kediaman Aditama
Gilang menoleh ke arah kakak iparnya itu dan mendapati seorang gadis di sebelah Adel
"ini Sarah anak rekan bisnis Abang mu, bang Adit nyuruh mbak kenalin Sarah ke kamu"
"Sarah"
"Gilang"
Setelah mereka berkenalan dan mulai ngobrol Adel pun meninggalkan mereka berdua
Bang Adit apaan sih pakek nyuruh mbak Adel kenalin Sarah ke aku (Gilang)
__ADS_1
Gilang yang memang tidak suka kalau kakaknya mencampuri urusan pribadinya merasa bosan mengobrol dengan Sarah yang sepertinya sangat antusias.
Beberapa hari setelah perkenalan itu Sarah gentol menyambangi Gilang di kediaman nya hal itu membuat Aditya dan Adel senang dan berniat menjodohkan mereka berdua.
"Lang gimana sama Sarah" tanya Aditya saat mereka sama-sama di ruang kerja
"aku nggak berminat sama sekali bang"
"mau sampai kapan kamu seperti ini? Abang sudah terlanjur janji sama ayahnya Sarah kalau kalian akan di jodohkan"
"harusnya Abang tanya aku dulu dong"
"Abang merasa Sarah itu cocok denganmu yang jutek, Sarah mau mencoba dan berusaha mendekati kamu Abang lihat Sarah sabar menghadapi kamu"
Gilang terdiam mendengarkan kakaknya, mencerna apa yang dikatakan kakaknya sedikit banyak memang benar
"untuk kali ini Abang mau kamu nurut sama Abang, Abang sudah mengenal ayahnya Sarah sangat lama dan kita sudah ber partner sangat lama juga, mereka dari keluarga baik-baik Abang rasa Sarah memang cocok denganmu, Ayah dan Ibu sudah tidak ada kalau tidak pada Abang kepada siapa lagi kamu akan nurut"
Gilang termenung lama mendengarkan kakaknya.
"iya Bang"
"iya apa? yang jelas ngomongnya jadi laki-laki itu yang bisa di pegang omongannya"
"iya Gilang mau di jodohin sama Sarah"
Setelah mereka sama-sama mau di jodohkan, Sarah menceritakan semua tentang kehidupan nya kepada Gilang setiap mereka bertemu, tidak luput juga tentang kisahnya dengan Reno dan Vely tapi tidak menceritakan perselingkuhannya.
__ADS_1
Flashback off