
Semua orang berjalan bersama-sama menuju area check in dimana Deni sudah menunggu mereka semua. Deni berdiri menghampiri rombongan keluarganya yang sudah datang.
"ibu?" Deni kaget melihat ibunya berada di antara keluarganya.
"iya pah kita sengaja jemput ibu biar bisa ikutan antar Kayla ke bandara"
"jadi maksud mama ini kejutan buat papa?"
"iya pah"
"bu apa kabar?" Deni mencium tangan ibunya dengan khidmat tanda penghormatan kepada sang empunya surga.
"baik Den..."
Semua orang duduk berjejer di kursi memanjang.
"ibu boleh minta sesuatu?" nenek
"ibu mau apa?" Lia
"kayaknya ibu pengen tinggal sama kalian di sini"
"beneran bu?" Lia
"iya, ibu pengen lihat anak Reno nanti"
"ibu... dari dulu kan kami juga selalu meminta ibu untuk tinggal bersama kami disini tapi ibu yang nggak pernah mau"
"sekarang ibu mau, ibu kepingin lihat cicit ibu"
"aamiin doain Reno dan Vely ya nek biar kita cepet punya momongan supaya nenek bisa segera momong cicit" Reno
"pastinya dong, doa orang tua nggak pernah putus sayang" Lia
Your attention please, passengers of G****a Indonesia on flight number GA328 to B*****a please boarding from door A12, Thank you.
Suara dari publik information service mendiamkan semua orang kemudian mereka serentak melihat ke arah Kayla.
"waktunya Kayla harus pergi" Kayla
"kamu baik-baik ya sayang, jaga kesehatan kamu, jaga makanan kamu, jaga semua nya, jangan males makan, mama nggak ada disana buat selalu ingetin kamu kalau kamu teledor"
"iya mamaku sayang..." satu per satu memberi pelukan dan ciuman kepada Kayla.
__ADS_1
Setelah semua orang sudah memberikan wejangannya, Kayla menyeret kopernya menuju pintu yang sudah di tentukan.
Kayla melambai untuk yang terakhir sebelum berangkat ke negara B.
Meja makan di rumah Lia sudah penuh dengan berbagai makanan yang di sajikan oleh Reno dan Vely.
"wah wah kayaknya enak nih kalau setiap hari makanan kita kayak gini, berasa makan di restoran" Deni
Lia, Deni dan nenek sudah duduk di meja masing-masing.
"sekarang ayo kita makan keburu dingin" Vely
Mereka berama-sama menyantap makanan yang masih hangat itu, tidak ada yang bersuara karena sibuk dengan makanan masing-masing.
tok...tok...tok...
"papa... Vely bawain kopi buat papa"
"masuk nak..."
Vely mendorong pintu dengan sebelah tangannya yang masih memegang cangkir dan tatakannya.
__ADS_1
"ini pah kopinya"
"iya nak kamu taruh situ dulu papa masih ada kerjaan"
Vely menaruh kopi di meja kerja Deni.
"aduh kenapa jadi gini sih, " Deni
"kenapa pah?"
"ini nak, rekan bisnis papa tiba-tiba membatalkan kerja sama karena menemukan perusahaan baru yang katanya lebih murah"
Vely mendekat kemudian memeriksa data di laptop Deni, beberapa saat kemudian ponsel Deni berdering dan ternyata itu dari klien baru yang mau bekerja sama dengan perusahaan Deni.
"nak apa kamu yang carikan klien baru buat papa?"
"iya pah"
"kok se cepat itu?"
Vely menjelaskan trik yang telah dia gunakan agar bisa dengan cepat mendapatkan klien sesuai target.
__ADS_1
"wah cara berpikir kamu ini sangat modern, sepertinya papa memang butuh otak segar seperti kamu di perusahaan papa nak, gimana kalau kamu bergabung dengan papa?"