
Vely menggapai ponselnya yang beberapa kali berdering, Reno benar-benar menghabisinya lagi setelah kunjungan Lia ke kamar mereka.
"Gilang? "
📞 Vely : hai Lang
📞 Gilang : hai sayang, gimana kabar kamu?
📞 Vely : aku sama Reno baik, kamu gimana?
📞 Gilang : Vc ya?
📞 Vely : bentar aku lagi masak
📞 Gilang : ya udah nanti kalau kamu senggang vc aku yah, aku ada kejutan buat kamu
📞 Vely : iya bye...
📞 Gilang : bye sayang I love you...
📞 Vely : gila kamu he he he
Mereka berdua menutup saluran telepon secara bersamaan. Sebenarnya Vely bukan sedang masak tapi dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena ulah Reno lagi.
*Meskipun Mutiara sudah menjadi milikku tapi tidak bisa aku pungkiri bahwa Vely tetap menjadi Ratu di hatiku, sampai kapan pun perasaan ingin memiliki Vely akan selalu ada* (Gilang)
"tuan kita harus kembali ke kantor klien sudah menunggu untuk meeting berikutnya "
__ADS_1
"ok! ayo! "
Gilang bersama asisten nya berjalan meninggalkan restoran menuju kantor.
"mama tadi nyariin Reno ada apa mah? " Reno duduk di sebelah Lia yang sedang membaca majalah fashion
"ituloh kamu ingat Dyandra? anak temen mama arisan yang dulu pernah sempet mau di jodohin sama kamu itu? "
"iya mah Reno inget jangan kenceng-kenceng kedengaran mantu mama berabe nih"
"oh iya lupa"
"kamu bisa kan ajakin dia kerja di rumah sakit kamu? soalnya kemarin pas mama arisan temen-temen mama pada ngomongin dia kasihan bnget deh "
"kasihan kenapa? "
"papanya itu meninggal karena kecelakaan dan sekarang ekonomi keluarga mereka lagi nggak baik-baik saja apa lagi sekarang mamanya jadi janda dan mamanya itu juga nggak ada pengalaman kerja apa-apa jadi satu-satunya yang bisa menopang kebutuhan mereka ya cuma Dyandra, kata temen-temen mama Dyandra itu lulusan dokter bedah, mama sendiri juga udah lama nggak tahu kabar tentang dia"
"gimana ya mah Reno nggak bisa putusin sepihak masalah merekrut dokter karena ada beberapa perusahaan pemegang saham yang juga harus tahu soal ini"
"ya pokoknya kamu bantu sebisa kamu lah, pokoknya kamu cariin dia kerjaan syukur-syukur kalau bisa kerja di rumah sakit kamu"
"iya mah Reno usahain"
"gimana Ren kira-kira mama kapan nih dapat cucu? "
__ADS_1
"bentar dong mah biarin Reno dan Vely pacaran dulu"
"iya deh iya... tapi janji nggak ada alat kontrasepsi "
"nggak ada mah, mama tenang aja Vely juga udah pengen kok punya anak"
"aargh... nggak sabar menanti kehadiran baby di rumah ini "
"emangnya mama mau punya cucu laki-laki apa perempuan? "
"mau laki-laki mau perempuan nggak jadi masalah yang penting dia sehat sempurna dan cepat lahir aja"
"aamiin mah"
"hayo... ngomongin apa... ?"
Vely datang membawa nampan berisikan teh hangat dan biskuit. Vely duduk di antara Reno dan Lia.
"mama tuh sayang masa minta cucu delapan " Reno
"delapan mah? " Vely menghadap ke arah Lia
"kalau bisa sebelas juga nggak apa-apa biar bisa jadi tim futsal "
"beneran mama mau punya cucu sebanyak itu?"
"kalau sama tuhan di kasih kepercayaan segitu ya gimana nggak apa-apa dong"
"iya sih ma tapi sebelas? astaga " Vely merasa pusing dengan permintaan mama mertuanya itu.
"nggak apa-apa sayang aku snggup kok" Reno memeluk istrinya itu.
__ADS_1