Menjaga Hati

Menjaga Hati
kehebohan dua mama


__ADS_3

Di dalam mobil....


Vely masih saja diam dan membuang pandangannya keluar jendela.


ih masa sih aku hamil? ih kayak nggak nyata aja deh (Vely)


Lia dan Sasha sibuk dengan berbagai obrolan seputar cucu yang belum genap satu bulan di perut Vely itu, mereka sibuk membicarakan nama, baju, tempat tidur, tempat bermain.


Vely memejamkan matanya karena merasa sangat pusing dengan ocehan kedua mamanya yang duduk di kursi belakang.


"sayang are you okay? " Reno menggenggam tangan istrinya yang terlihat lelah


"i'am fine No"


"kamu nggak pingin apa-apa? "


"nggak No, kita pulang aja"


"iya sayang kita pulang "


Kebisingan semakin menjadi-jadi saat Lia dan Sasha menelepon teman-teman arisan mereka dan mengabarkan tentang kehamilan Vely.


"astaga... " Vely mengeluh pelan seraya menggelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya


Reno menangkap kegelisahan dari istrinya.


"mama" Reno menghentikan mobilnya di depan sebuah mall kota.


"kenapa Ren? " Lia


"mah kayaknya Vely bakalan butuh banyak baju hamil deh gimana kalau mama sama mama Sasha beliin Vely baju hamil dulu. Aku akan anterin Vely pulang terus nanti kalau mama udah selesai aku jemput lagi, Vely harus banyak istirahat kan? "


"eh iya jeng kamu bener banget Ren, ya udah kita beli baju yuk jeng, kamu istirahat ya sayang.... " Lia mengelus rambut Vely kemudian turun bersama sang besan.


"makasih ya No"


"kenyamanan kamu prioritas aku sayang... "


cup


Reno mencium kening Vely kemudian melajukan mobilnya menuju pulang.


__ADS_1



Hari sudah beranjak siang tapi mata Vely sangat sulit untuk terbuka, Vely mencoba mengerjap tapi memang rasanya berat sekali.



"hai sayang... " Reno masuk dan duduk di tepi ranjang di samping istrinya



"No... " Vely masih terpejam



"iya sayang.... kamu mau bangun? atau kamu mau makan? "



"kamu Wangi banget No"



"masa sih? prasaan tiap hari Wangi deh"




Vely memeluk perut Reno dan mengendus tubuh suaminya itu



"kamu pakek parfum apa No"



"ya parfum aku biasanya sayang "



"enak banget baunya No"


__ADS_1


Vely terus saja mengendus tubuh suaminya yang sudah berpakaian rapi itu.



"Ano buka baju ya bau kamu enak banget"



"aku harus ke rumah sakit sayang... "



"kamu mau ninggalin aku? " Vely memasang muka melasnya sambil matanya yang sudah berkaca-kaca



"aku kan harus ke rumah sakit ada rapat yang harus aku hadiri sayang... "



"ya udah sana pergi aja" Vely sudah menangis sambil berteriak di bawah bantal



"eh ya ampun kok malah nangis sih aduh gimana ini" Reno merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, Reno menelepon Vivian asistennya.



"Vi kamu handle rapat direksi ya, apa-apa aja yang sudah saya setujui sebelumnya kamu bisa utarakan di rapat hari ini, iya saya nggak bisa datang, ibu lagi swing banget mood nya, ok Vi makasih ya ok "



Reno mendekati Vely yang masih menyembunyikan wajahnya di bawah bantal sembari menangis.


Reno mengelus puncak kepala Vely kemudian mengambil perlahan bantal yang menutupi wajah Vely.



"aku disini sayang, aku nggak jadi ke rumah sakit, kamu mau apa tadi? mau aku buka baju? ok aku buka baju nih udah" Reno melempar kemejanya ke segala arah kemudian mendekap istrinya ke dalam dadanya, Vely yang memang sedang sangat ingin mencium bau badan Reno langsung menelusuri tubuh suaminya dengan mengendus dan menciumnya.



*enak banget sih baunya... 😁😁😁* (Vely)

__ADS_1


__ADS_2