Menjaga Hati

Menjaga Hati
Interogasi


__ADS_3

"aku memang tidak pernah mencintai mu, aku hanya memanfaatkan kamu, semua uang mu adalah tujuan ku dan kamu dengan bodohnya mau membiayai semua kebutuhan kami ha ha ha"


plak ! satu tamparan keras di pipi kiri Mutiara di layangkan oleh Vely dengan geramnya.


"perempuan nggak tahu malu"


"siapa kamu? beraninya kamu menampar ku? "


"kamu di sini? " Gilang menarik Vely mundur dari hadapan Mutiara yang tengah di interogasi oleh Gilang dan beberapa bodyguard Gilang.


"lepasin aku Lang biarin aku yang memberi pelajaran pada perempuan nggak tahu malu ini"


"jangan kotori tangan kamu dengan menyentuhnya, kamu terlalu baik untuk perempuan seperti dia"


"bawa dia dan pacarnya itu menghilang dari pandanganku, aku tidak sudi melihatnya"


Ke empat bodyguard itu menyeret Mutiara dan juga kekasihnya.


"kenapa kamu nggak biarin aku kasih pelajaran buat dia? "


"jangan, biarkan anak buahku yang melakukannya, kamu kok bisa ke sini ?"


"kan kamu yang bilang kalau kamu di sini "


"astaga iya aku lupa, mana Reno?"


"Reno lagi ngurus barang-barang aku,aku harus pulang"


"kenapa mendadak?"


"mama papa ku pulang ke Indonesia, papa lagi kurang sehat"


"mau aku bantu urus? "


"terimakasih Lang semua udah beres aku tinggal berangkat aja besok pagi"

__ADS_1


"ok kalau gitu aku antar kamu ke apartemen dulu sekarang ya"


"iya"


Mereka berdua meninggalkan restoran dan kembali ke apartemen.



"thanks buat semuanya ya Lang"



"aku yang harusnya makasih Vel, berkat kamu aku tahu sifat asli Mutiara "



"itu semua rencana tuhan biar kamu nggak tertipu, lain kali kamu harus lebih selektif ya"




*seandainya kamu yang memanfaatkan aku seperti yang di lakukan Mutiara mungkin aku akan tetap mau sama kamu* (Gilang)



"wow wow ada apa nih pelukannya kayak nggak mau lepas" Reno datang membawa air mineral permintaan Vely, mereka melepas pelukan



"keberuntungan selalu berpihak sama lu bro, lu punya istri yang cantik selayaknya bidadari, baik dan menyenangkan layaknya seorang sahabat dan penuh Cinta layaknya pencinta "



"dia memang sahabat gua, Cinta gua, tapi dia bidadari lu Lang. Entah kenapa kalau gua denger kata bidadari yang gua ingat pasti tentang Lu dan Vely jadi gua putusin mulai hari ini gua nggak keberatan kalau lu mau panggil Vely sebagai bidadari lu"

__ADS_1



"tanpa persetujuan dari lu juga gua akan tetap panggil Vely bidadari ku "



"sialan lu, simpan semua gombalan lu itu buat istri lu nanti kalau nggak bakalan habis lu gombalin buat istri gua"



"ha ha ha iya iya, thanks juga buat lu bro "



"sama-sama, kita teman"



mereka berpelukan dan saling menepuk-nepuk punggung satu sama lain, Vely menggelengkan kepalanya melihat tingkah ke dua laki-laki dewasa itu.



"ciye... akur banget sih" Vely meledek ke dua laki-laki dewasa itu dengan melipat tangannya di pundak.



Reno kemudian berganti memeluk Vely dan memutar tubuh istrinya itu.



"aw Reno jangan kayak gini lepasin!"



Sasha sedang menemani Roy di kamar yang luas ini, rumah mereka terasa sangat sepi tanpa adanya Vely juga menantu mereka Reno. Sasha kembali membaca buku yang ada di tangannya, Roy tengah tertidur setelah meminum obatnya.

__ADS_1


Usia Roy yang memang sudah tak muda lagi membuat tubuhnya gampang lelah dan membuat kambuh penyakit lambung akut yang sejak usia muda sudah di deritanya.


__ADS_2