
Reno duduk termenung di depan jendela ruang rawat Vely, Reno memandang keluar jendela dan yang terlihat adalah pemandangan lampu-lampu kota di malam hari.
"kenapa nak?" Lia duduk di sebelah Reno dan mengusap lembut pundak anak laki-lakinya.
"eh mama, nggak apa kok mah" Reno membenahi duduknya agar sejajar dengan Lia
"kamu tahu nggak? selama 25 tahun kalau kamu lagi bohong sama mama pasti mama tahu"
"he he masa sih mama tahu?"
"serius mama tahu, kamu inget nggak pas kamu sama Vely pulang sekolah basah kuyup, kamu bilang sama mama kalian kehujanan padahal mama tahu kalau sebenarnya kamu sengaja hujan-hujanan dengan Vely iya kan?"
Reno terdiam mengingat kejadian yang hampir terjadi kira-kira enam tahun silam. Setelah mengingatnya Reno malah tertawa nyengir ke arah mamanya.
"inget kan?" Lia
"iya mah inget"
"bener kan tebakan mama?"
"he he iya mama tahu dari mana?"
"hemm kamu itu anak mama Reno... ikatan batin kamu dan mama itu kuat loh mangkanya mama bisa tahu kamu bohong, bahkan sekarang pun mama tahu kalau kamu bohong sama mama"
"aku bohong apa mah?"
__ADS_1
"tadi kamu bilang nggak apa-apa, tapi mama yakin pasti ada yang kamu pikirkan dan kamu sembunyikan dari mama"
"ah mama paling juga kebetulan itu ha ha "
"dasar kamu" Lia mencubit paha Reno yang meremehkan perkataan Lia tapi Lia tahu bahwa Reno tengah mengalihkan pembicaraan.
"aduh mah sakit "
"sekarang kamu cerita sama mama apa yang lagi kamu pikirin?"
nggak ada salahnya aku cerita sama mama (Reno)
"Reno takut mah"
"takut apa nak?"
"kenapa kamu bilang seperti itu Ren? Vely sangat mencintai kamu"
"Gilang sudah mencurahkan segala yang dia punya untuk Vely mah, cintanya, waktunya, perhatiannya, rasa sayang juga kesetiannya, Gilang juga yang selalu bersama Vely disaat-saat tersulit Vely, sedangkan Reno berbanding terbalik dari apa yang Gilang lakukan. Reno malah dengan sengaja meninggalkan Vely"
"tapi kamu seperti itu kan karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Vely Reno"
"tetep aja mah, Gilang lah yang paling berjasa dalam hidup Vely"
Lia terdiam beberapa saat.
__ADS_1
"kamu pernah dengar istilah cinta tak harus memiliki?"
"iya mah"
"mungkin itu yang harus kamu lakukan saat ini"
"jadi Reno harus relain Vely untuk Gilang?"
"itu kemungkinan terburuknya kamu harus berusaha agar Vely bisa bersatu dengan kamu lagi, karena sebenarnya mama tidak bisa membuka hati kepada gadis lain untuk menjadi menantu mama"
"aamiin doain Reno ya mah, semoga Vely jodoh Reno"
"pasti nak, selalu yang terbaik untuk anak-anak mama"
Reno berjalan mendekat ke arah brankar Vely, Reno duduk dan menggenggam tangan Vely.
"aku sayang kamu Velysia...kamu cepet bangun ya aku rindu senyum kamu yang manis itu, karena semenjak kejadian malam itu senyum itu tiba-tiba hilang begitu saja dari bibir kecilmu, kamu bisa menghukum ku sesuka hatimu atas apa yang telah aku perbuat, aku akan menerimanya dengan ikhlas asal kamu lega. Aku sayang kamu sepenuh hatiku, maafkan aku maafkan aku Velysia..."
Lia mengelus punggung putranya mencoba menguatkan dan memberi dukungan.
"mama pulang ya biar Reno sendiri disini malam ini mah"
"yakin nih mama pulang?" Reno mengangguk
"ok kalau gitu mama telepon papa dulu biar jemput mama"
__ADS_1
"iya mah"