Menjaga Hati

Menjaga Hati
kegelisahan Gilang


__ADS_3

Gilang masih saja menunggu bahkan sudah hampir tiga jam, beberapa kali Gilang mengubungi Mutiara tapi sampai detik ini ponselnya masih dalam keadaan mati.


"ok ini salah gua karena gua nggak bilang kalau ada yang spesial buat dia malam ini, pasti dia capek habis kerja mangkanya dia tertidur dan nggak bisa datang, it's okay Gilang lain kali gua akan bilang kalau ada hal penting yang harus gua omongin sama dia "


Gilang meredam rasa kecewanya dengan berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri atas ketidak hadiran Mutiara malam ini. Gilang meninggalkan restoran di hampir tengah malam.


Gilang langsung pulang ke apartemennya dan tidak sengaja melihat Reno dan Vely yang ternyata juga baru pulang.


"hai sayang" sapa Gilang pada Vely


"Lang.... jangan gitu dong panggilnya nanti suami aku tercinta ini bisa ngambek karena cemburu " Vely


"lagian lu katanya dari ngedate kenapa tuh muka manyun mulu? "


"gua capek Ren, saking bahagianya gua"


"syukur deh kalau kamu bahagia, aku juga seneng kalau lihat kamu bahagia "


"ya udah aku masuk duluan ya bidadariku "


"iya"


Gilang langsung saja masuk tanpa menunggu Vely dan Reno yang juga masuk ke dalam pintu yang tepat berada di depan pintunya.


"dia aneh " Reno


"aneh kenapa? orang katanya bahagia gitu"


"kayak ada something yang nge ganjel "


"perasaan kamu aja paling, udah ah ayo masuk horor nih di sini tengah malam nggak ada orang lagi selain kita"


"ayo, kita program bayi yuk, mumpung mama papa nggak ada"


Reno mulai menggoda istrinya yang pasti kini sedang memerah pipinya.


"enggak aku mau bobok! "


Vely berlari ke dalam kamar setelah pintu berhasil di buka.

__ADS_1




Reno sedang memainkan ponselnya di atas ranjang kamar apartmen, Reno sudah mandi dan sedang menunggu istrinya yang masih di dalam kamar mandi.



Vely duduk di depan meja rias dengan lilitan handuk di kepalanya. Harum semerbak sabun Vely mengusik penciuman Reno, melihat istrinya duduk hanya mengenakan handuk membuat Reno merasa terpancing.



Reno menghampiri Vely dan memeluknya dari belakang, Reno menciumi ceruk leher Vely yang wanginya khas.



"hemmm canduku kamu Wangi banget" Reno berkali-kali menghisap leher Vely dengan rakusnya.



"No biarin aku dandan dulu"




"ok iya nggak perlu dandan, tapi aku mau pake lotion bentar"



"enggak kamu udah Wangi, ayo sayang sekarang"



"argh... No turunin aku"



Vely berteriak karena Reno mengangkat tubuhnya ke ranjang. Reno merebahkan dengan perlahan tubuh istrinya di atas kasur yang empuk, Reno mulai menciumi istrinya di seluruh bagian wajahnya tanpa ada yang tertinggal.

__ADS_1



Kring....



"ada telpon No"



"udah nggak usah di tanggepin kita lagi sibuk"



"bentar" Vely mendorong Reno yang tengah menindihnya.



"iya mah, udah mah kita udah sampek di apartemen, iya mah, iya nggak lupa, oh ya? pasti seru ya mah, enggak mah kita udah makan tadi di jalan, ya udah iya mah, dah mama.... "



Vely menutup sambungan telepon.



"tuh kan No yang telepon mama kamu main nggak angkat aja, No"



Vely menoleh ke arah suaminya.



"astaga... " Vely berjalan menghampiri Reno yang ternyata sudah tertidur pulas dengan posisi tengkurap.



"udah tidur aja sayangku... dasar jantan" Vely mencium kening Reno kemudian membenahi selimut agar menutupi tubuh suami tercinta nya itu.

__ADS_1



Vely kemudian mengikuti Reno tidur.


__ADS_2