Menjaga Hati

Menjaga Hati
Ngambek


__ADS_3

"ada apa...?" Reno dengan lembut membelai kepala Vely


Vely hanya diam dalam tangisnya.


"kamu bilang kenapa kamu nangis?" Reno berjongkok di bawah agar wajahnya sejajar dengan Vely, bukan Vely jika tidak sukses membuat Reno kalang kabut dengan aksi diamnya.


Gilang yang paham akan isi hati Vely hanya tersenyum miris menertawai dirinya sendiri.


"aku pamit ya sudah malam" Gilang


"kenapa buru-buru Lang?" Reno


"kalian bucin mulu bosen gua liatnya"


Logat Gilang yang sudah berubah tidak se formal tadi mencairkan suasana yang memang sedikit hening.


"ya udah ya gua balik" Gilang keluar dari kamar rawat Vely dengan perasaan lega meskipun hatinya terasa sedikit sakit.


setidaknya aku bisa melihatmu bahagia itu sudah cukup bagiku (Gilang).


"hei ada apa? kamu ngomong dong kalau aku ada salah" Reno masih membujuk Vely ketika pintu ruangan di ketuk oleh petugas yang akan mengontrol keadaan Vely.

__ADS_1


"selamat malam bapak ibu, bagaimana perasaannya sekarang? sudah lebih baik? ibu mulai belajar pipis ke kamar mandi ya, saya akan cabut kateter (urine bag) ibu biar ada kemauan untuk bisa pipis ke kamar mandi ya, maaf sebelumnya...sudah selesai, apa ada keluhan lain ibu?"


Vely menggeleng.


"baik kalau begitu selamat malam dan selamat beristirahat, besok pagi jam tujuh dokter akan kesini memeriksa lagi perkembangan ibu. Permisi..."


Perawat itu keluar setelah melakukan pekerjaannya, Vely melihat jam dinding di ruangan itu yang menunjukkan pukul 23:50.


Vely memejamkan matanya mencoba untuk tidur karena hari memang sudah sangat larut, dan juga ingin menghindar dari pertanyaan Reno.


"kamu mau tidur?" Reno bertanya dengan lembut, tapi Vely hanya diam dan diam.


Setengah jam berlalu tapi ternyata Vely masih saja tidak bisa tidur, Reno tengah terpejam, wajahnya terlihat lelah.


"aduh pengen pipis lagi" Vely


Ingin membangunkan Reno tapi Vely merasa gengsi karena tadi dia sedang ngambek jadilah Vely berusaha untuk turun sendiri dari ranjang.


"mau kemana?" Reno tiba-tiba saja sudah berada dekat dengan Vely dan memegangi pundak Vely.


"mau pipis"

__ADS_1


"kenapa nggak bangunin aku?"


Reno melepas infus dari tiangnya dan menyuruh Vely untuk memegangnya, Reno membopong tubuh Vely yang terasa lebih ringan itu ke kamar mandi dan mendudukkannya di atas toilet.


"kamu keluar"


"kenapa? malu? tiap hari aku liat semua badan kamu"


"ngapain?"


"gantiin kamu baju, seka badan kamu pake air anget, pakein kamu lotion, gantiin pembalut kamu, aku udah hafal semua lekuk tubuh kamu, ada tahi lalat di bawah dua dada kamu itu terus ada juga dekat puser"


Vely melotot karena semua yang Reno katakan, tapi memang benar ada beberapa tahi lalat di tempat-tempat yang tadi Reno sebutkan.


"kamu..." Vely berteriak dengan kencang serta air mata yang menggenang.


"ok ok iya aku keluar"


Reno berlari terbirit-birit keluar kamar mandi dengan tawa bahagianya, Reno sangat puas telah menggoda Vely.


padahal aku cuma sekali liat badan dia cuma waktu itu pas aku bersihin badannya dan aku masih ingat betul dimana saja ada tahi lalat itu, setelahnya aku selalu menyuruh perawat karena aku takut tidak bisa menahan keinginan gila ku ha ha ha (Reno)

__ADS_1


__ADS_2