
"he he aku tanya Reno dulu ya pah"
"nggak usah buru-buru kalian bicarakan dengan tenang, potensi kamu memang di bidang bisnis sedangkan Reno lebih suka menjadi dokter seperti sekarang, papa akan senang kalau salah satu anak papa bisa meneruskan bisnis papa ini"
"iya pah, Vely balik ke kamar dulu ya pah"
"iya nak, selamat malam"
"selamat malam pah papa jangan malem-malem tidurnya "
"iya habis ini papa tidur"
Vely benar-benar kembali ke kamarnya dan menemui suaminya yang sedang melakukan rapat dengan beberapa dokter secara virtual.
Vely duduk di hadapan Reno agar tidak terlihat di layar laptop, beberapa saat kemudian Reno menyudahi rapat online tersebut.
"udah?" Vely
"udah sayang, sini" Reno menepuk pahanya agar Vely duduk di sana, Vely menuruti Reno dan duduk di paha Reno sambil memeluk leher Reno, Reno memeluk pinggang Vely.
"papa nawarin aku kerja di kantornya"
"terus?"
"gimana?"
"ya kamu gimana? mau?"
"belum bilang iya sih"
"emangnya nggak apa-apa kalau kamu kerja di kantor papa? sedangkan papa Roy kan juga ada kantor yang harus di urus kalau nanti papa Roy sudah tua"
"iya juga ya, aku tanya sama papa dulu gimana?"
__ADS_1
"nggak usah buru-buru gitu, takutnya papa Roy sekarang kan belum harus di gantiin takutnya nanti beliau salah tangkap maksud kamu"
"terus aku harus gimana?"
"sementara kamu diam aja di rumah melayani suami kamu yang ganteng ini, kamu anteng-anteng di rumah dulu, nggak lama kok nanti kita sama-sama bilang sama papa Roy maksud kamu"
"iya deh janji ya nggak lama-lama aku udah bosen kalau tiap hari harus nunggu kamu pulang dari rumah sakit"
"iya sayang... sekarang ayo kita bekerja keras lagi yuk"
"kerja keras apa?"
"kerja keras bikinin mama cucu"
Reno mengeratkan pelukannya yang ada di pinggang Vely.
"alasannya bikinin mama cucu, bilang aja kamu yang mau, dasar" Reno meringis karena Vely mencubit perutnya
"aku capek mau bobok, pijitin ya?" rengek Vely
"iya deh istriku tercinta, tersayang ter apa ajalah, mana yang mau di pijit?"
"betis"
Vely turun dari pangkuan Reno kemudian menata badannya berbaring di samping Reno.
Reno mulai memijit betis Vely yang terasa hangat.
"kamu capek ya?"
"iya nih, di dapur kan berdiri terus dari tadi sampek panas rasanya kaki aku"
"kamu juga nggak pernah olah raga mangkanya kayak gini, mulai besok kamu harus ikut aku joging, nggak jauh cuma di komplek doang kok"
__ADS_1
"iya iya pak dokter bawel... hi hi hi"
"eh ngeledek ya di bilangin malah ngeledek"
Reno menggelitik Vely sampai terpingkal-pingkal.
"ampun No... udah jangan di gelitikin terus... ha ha ha udah udah cukup..."
tok...tok...tok...
"Reno... Vely..."
Suara Lia membuyarkan acara saling gelitik antara dua sejoli itu.
"mama sayang" Reno
"iya, aku buka pintu dulu"
Vely beranjak dari tempat tidur menuju pintu diikuti Reno dari belakang.
"iya mah" Vely
"kamu kok lupa terus sih ini loh susu buat kamu ini baik buat program hamil kamu"
"ya ampun mama makasih ya mah iya Vely lupa"
Vely menerima segelas besar susu dari Lia
"doain cepet dapat cucu mah" Reno
"pasti dong sayang... kalian bikin cucu yang banyak biar mama yang momong semuanya biar rumah ini rame" harap Lia
"setuju mah, Reno akan punya anak yang banyak, iya kan sayang..." Vely hanya bisa melototi tingkah suaminya itu
__ADS_1