
Malam harinya Keluarga Xavier tengah bersiap-siap menuju restoran xxx tempat bertemunya dengan satu keluarga dengan rencana saling memperkenalkan anak mereka satu sama lain tujuannya untuk mendekatkan terlebih dahulu dan menikahkan anak mereka.
"Ken sudah siap nak"ucap Mami mengetuk pintu kamar Ken
"Belum Mi, kalian duluan aja nanti Ken susul"
"beneran ya nak, jangan sampai telat"ucap Mami
setelah suara Mami tidak terdengar lagi.
"Arrhggg.... aku sangat malas menghadiri dinner malam ini"ucap Ken sedang memakai Jasnya.
tiba-tiba ponselnya berdering
"Halo Bos aku sudah dibawah"ucap seseorang di telpon
"hemm... "Ken mematikan teleponnya,
Ken menyemprot parfum ke tubuhnya dan juga menata rambutnya, penampilan Ken terlihat bukan seorang lelaki yang berumur 40 tahun,orang-orang pasti mengiranya berumur 28 tahun, wajahnya yang tampan, tidak boros, tubuh yang gagah, wajah yang bersih tanpa kumis ataupun jenggot, sungguh penampilan yang mempesona.
"Berangkat sekarang Bos"ucap Tio melihat Ken yang datang menghampirinya.
"Hemm... ayo nanti kita telat"ucap Ken berjalan duluan.
Tio mengendarai mobil menuju restoran xxx yang dimaksud Ken.
"Apa kau yakin Bos, dengan keluarga yang akan kau temui sekarang"
"Tidak.... ini Mami dan Papi ku yang meminta dan merencanakan semuanya, lihat saja seberapa keras mereka memperkenalkan ku pada anak teman mereka, semuanya akan tetap sia-sia karna aku tidak berniat sedikitpun"ucap Ken senyum sinis.
30 menit mereka sampai di restoran xxx yang dimaksud.
"Ayo masuk"ucap Ken pada asisten
dengan langkah mantap,gaya cool dan arogan Ken masuk ke dalam restoran, di dampingi oleh asisten pribadinya, banyak mata yang menatap kagum pada Ken, namun Ken hanya acuh dan cuek, mata nya melirik dimana orangtuanya berada.
"Itu tuan dan Nyonya Bos"tunjuk Tio pada meja panjang yang diisi oleh orang kalangan atas saja dilihat dari penampilan mereka.
"Maaf saya telat"ucap Ken
semua mata yang sedang asik bercengkerama melihat ke arahnya.
"Ayo sayang duduk disini"ucap Mami meminta putra sulungnya duduk disampingnya dan berhadapan dengan seorang gadis yang menatap kagum pada Ken.
"Oohh... tidak tuan Ken, kita belum mulai kok,masih menunggu Tuan Ken"ucap seorang Pria paruh baya seumuran papinya.
"Hemm... baguslah"
"Tio kalau juga boleh duduk disana"ucap Ken menunjuk kursi kosong di samping adik perempuannya.
"Baik Bos"ucap Tio duduk disamping Kania adiknya Ken.Kania hanya menatap malas pada Tio.
"Ok Baiklah semuanya orang yang kita tunggu sudah datang, mari kita mulai makan malamnya dulu"ucap Papi angkat bicara
__ADS_1
kedua keluarga itu mulai makan malam mereka dengan hikmat tidak ada pembicaraan saat sedang makan, fokus pada makan masing-masing, namun ada hal yang membuat Ken risih seorang wanita didepannya curi-curi pandang terhadapnya.
"Hhhkkmmm....."deheman Ken
"Minum nak"ucap Mami menyodorkan minum pada Ken dan langsung diterima oleh Ken sambil melirik wanita didepannya.
"Maaf semua saya ke toilet sebentar"ucap Ken bangkit dari duduknya.
"dasar wanita mencuri-curi pandang pada ku, sedikit pun aku tidak tertarik dengannya."gumam Ken sambil mencuci tangan di wastafel dan menatap dirinya dicermin sambil menarik sudut bibirnya.
setelah selesai Ken kembali ke meja makan dimana ada 2 pertemuan keluarga itu.
"Baiklah Tuan Indra pertemuan kita pada malam hari ini adalah untuk membahas masa depan anak-anak kita"
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat keluar Xavier yang bersedia membuat pertemuan antara 2 keluarga yang yang nantinya juga menjadi sebuah keluarga besar, Putri saya Anjelin dengan putra keluarga Xavier "ucap Tuan Indra tersenyum bahagia.
"Bagaimana nak kamu harus mengenal dan menjalin hubungan dulu dengan putri Anjelin sebelum kalian menikah"ucap Papi
"Menikah??"ucap Ken terkejut dan kaget, Mami menyenggol lengan Ken
"hemm.. Maaf semua saya cuma kaget aja, belum kenal tapi telah membicarakan pernikahan saja"ucap Ken seolah-olah santai
"Ohh... tidak apa Tuan Ken, kami juga mengerti kalian belum langsung menikah kok, saling mengenal dulu satu sama lain, jika sudah cocok baru menikah, bukankah begitu tuan Xavier"ucap Tuan Indra
Mereka melanjutkan obrolan basa-basi yang menurut Ken tidak penting dan membuatnya jenuh berada dikondisi seperti ini, belum lagi Anjelin wanita itu selalu melempar senyum manis kepada Ken, sesekali kali juga Cari-cari perhatian membuat Ken muak saja, Ingin dia pergi namun Mami selalu melarangnya.
pukul 10 malam keluarga Xavier tiba di Rumah mewah mereka,semuanya masuk ke kamar masing-masing karna hari juga udah malam, waktunya istirahat.
Pagi Harinya
syukur demam Attha juga udah menurun, cuma diingatin minum obat dan istirahat yang cukup supaya kondisi tubuhnya kembali Fit. Anna memutuskan untuk kerja hari ini, mendengar cerita Amel tentang kemarahan pak Ken kemarin membuatnya tidak bisa untuk izin lagi hari ini, bisa-bisa Pak Ken akan memecatnya.
"Bunda Anna pamit kerja ya bun, tolong jaga Attha ya bun, dia masih tidur di kamar nanti kalo udah bangun, bunda tolong kasih dia makan trus minum obat"ucap Anna pada Bunda
"Iya.... pasti kok nak, yaudah berangkatlah Zidhan udah nunggu diluar"ucap Bunda
Anna berangkat dan mengantar Zidhan ke sekolah terlebih dahulu.
Tiba di kantor Anna berjalan di Loby
"Anna!! "ucap seseorang dibelakangnya.
"Iya Pak Tio ada apa?"ucap Anna berbalik menghadap orang yang memanggilnya.
"Kamu disuruh tunggu Bos diruangannya"
"Ah iya Pak,saya juga mau ke ruangan Pak"
"Yaudah kita barengan aja, saya dulu mau ke sana, mungkin Bos sebentar lagi datang"ucap Tio
Mereka naik lift menuju ruangan Ken dan menunggu Ken di ruangannya.
"ohh iya Bos bilang kamu sekretaris baru kan, ruanganmu tepat didepannya ruangan Bos"ucap Tio memberitahu
__ADS_1
"Iya Pak, berarti didepan ini ruangan saya pak berhadapan dengan ruangan Pak Ken "tunjuk Anna
"Bener, satu lagi Anna jangan panggil saya bapak, terlihat formal banget kita sama-sama rekan kerja jadi santai saja"ucap Tio tersenyum.
"ehhh... Iya Kak, saya panggil Kakak saja soalnya Kak Tio lebih besar dari saya"ucap Anna agak canggung
"hehehhe... terserah kamu"ucap Tio terkekeh
"hekkmmm.... "deheman Ken saat masuk ke ruangannya
Anna dan Tio langsung berdiri menyambut Bosnya
"Pagi pak"ucap Anna terlihat takut
"Pagi Bos"ucap Tio
"Pagi"jawab Zayn datar namun tegas
kemudian berjalan menuju kursi kebesarannya.
Ken mengode Tio untuk keluar, Tio yang mengerti lalu menganggukkan kepalanya
"Anna saya keluar dulu, ada pekerjaan lain"ucap Tio
"Iya Kak"ucap Anna mengangguk, setelah itu Tio keluar dari ruangan Ken.
Anna merasa dalam kondisi tidak baik-baik.
"Duduk"ucap Ken menatap kursi didepannya.
Anna langsung duduk berhadapan dengan Ken yang dibatasi dengan Meja.
"Saya dengar dari Amel kemarin kamu izin tidak masuk kerja karna alasan tertentu, sedangkan kemarin adalah hari pertama kamu di jabatan yang baru"
"Iya pak saya tau Pak, tapi keadaan yang memaksa saya untuk tidak masuk kerja kemarin, saya mohon bapak mengerti Pak"ucap Anna mengangkat kepala menatap Ken
"Oke Fine, saya rasa Amel sudah kasih tau kamu bahwa untuk 1 minggu ke depan kamu lembur kerja tetap laksanakan tugas sebagai sekretaris"
"Maaf Pak, kerja lembur bukankah pekerjaannya menumpuk Pak, lagiankan saya sekretaris baru Pak"
"Benar, kamu mengerjakan pekerjaan yang menumpuk dari sekretaris lama saya yang resign"ucap Ken santai
"Loh kok gitu sih pak, kalau ada karyawan yang resign pasti menyelesaikan semua tugasnya dulu sebelum resign, kenapa begini sih pak, ini bukan pekerjaan saya lho pak, saya hanya akan mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas saya bukan tugas oranglain, jika pun saya lembur yang saya kerjakan tugas saya dan pekerjaan saya kalau begitu saya permisi"ucap Anna jelas dan padat dia tidak terima harus mengerjakan tugas yang bukan kewajibannya.
"Heii..... begitu cara bicara mu kepada atasan.....heii... disini saya bos nya"teriak Ken tidak terima dengan sikap Anna yang berlalu pergi padahal dia belum selesai bicara.
"dasar wanita keras kepala, dia pikir dia berhak dari pada saya, lihat saja nanti, akan saya buat dia lembur untuk seminggu ke depan"ucap Ken kesal
Anna masuk ke ruangannya dia tau apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya, dia mulai mengerjakan pekerjaan barunya diruangan baru dan jabatan baru.
"Dasar Bos, seenak nya saja dia bicara, menumpuk-numpuk pekerjaan padaku,dia pikir aku tidak tau itu cuma alasannya supaya aku lembur, ihh dasar untung Bos kalau ngak.........."gumam Anna geram.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers🤗