
Setelah Dokter memeriksa kondisi Anna dan baik-baik saja, tidak ada masalah kesehatan yang serius yang menyatakan Anna harus di rawat di rumah sakit, dokter pun memperboleh untuk pulang dengan catatan dan saran yang di berikan dokter pada Anna dan Ken.
Sesudah menyelesaikan administrasi rumah sakit dan menebus vitamin untuk Anna,mereka pun pulang ke rumah Wardah.
Di perjalanan pulang
"Anna, ada yang mau di makan? kita bisa berhenti dulu"ucap Ken melirik istrinya yang duduk di sebelahnya sambil memejamkan mata.
"Seperti sudah hafal saja jalan Kota Semarang, emangnya mas tau tempat-tempat makan di Kota ini?"ucap Anna mengulum senyumnya.
"Ngak terlalu hafal sayang, tapi mas pernah sebelumnya mengisi Seminar di Semarang"
"Kalaupun nanti salah jalur, Kan ada google maps"ucap Ken
"Humm, baiklah suamiku, aku tau tidak ada kota di Indonesia yang belum pernah kamu tempuh"Ken menatap sekilas pada sang istri.
"Untuk sekarang, Anna belum ingin makan apa-apa, kita langsung pulang saja ke rumah Wardah"
"Oh iya mas, kita jadi kembali ke Jakarta hari ini kan, Anna ngak enak kita menginap lagi di rumah Wawa,lagian acara pernikahannya juga udah selesai"ujar Anna.
"Iya sayang, tapi sebelum itu Anna istirahat dulu di rumah Wardah, kita berangkat setelah Zuhur nanti"jawab Ken dengan lembut dan mencium tangan istrinya, dan kembali fokus menyetir mobil.
_
Siang itu Mereka langsung saja berangkat, sebelumnya Ken sudah memesan tiket pesawat di traveloka aja, yang anti ribet,cepat dan aman. Dia tidak ingin jika Anna naik mobil akan memakan waktu yang cukup lama untuk sampai, dan akan membahaya nantinya jika istrinya duduk terlalu lama di dalam mobil akan membuat perutnya kram.
Sedangkan Zidhan, Kania dan Amel belum kembali ke Jakarta, mereka masih menginap di rumah Wardah,mungkin besok atau lusa mereka pulang dengan mobil Ken.
Tio dan Wardah mengantar keduanya sampai di Bandara.
"Kamu cepat amat pulangnya, hati-hati jaga kesehatan mu dan juga dedek bayi ya"ucap Wardah memeluk Anna.
"Iya Wawa, terimakasih ya"
Oh iya kamu dan Kak Tio kembali ke Jakarta lagi kan?"tanya Anna sambil melepas pelukan mereka.
"Iyalah Anna, aku dan Kak Tio kan bekerja di perusahaan Pak Ken,beberapa hari ini kami cuti dulu"ucap Wardah tersenyum.
"Jatah cutimu tinggal 2 lagi Tio, lusa kau harus kembali ke Jakarta"ucap Tio.
Tio dan Wardah terkejut mendengar pernyataan Bos mereka, begitu juga dengan Anna langsung menatap suaminya.
"Bukankah saya minta cuti 10 hari Bos, kenapa tinggal 2 hari lagi?"ucap Tio
"Iya benar mas mereka kan baru menikah pasti butuh waktu untuk berdua dulu"sambung Anna
"2 hari sudah cukup bagi mereka, Anna"
__ADS_1
"Karna Tio tidak bisa cuti lama-lama, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, saya tidak bisa menghandle nya sendiri"jawab Ken dengan tegas.
Tidak dapat di bantah lagi, mereka pun hanya terdiam menghela nafas.
"Yasudah kami berangkat dulu"pamit Ken, menganggukkan kepalanya pada Anna.
"Iya baik Bos, hati-hati"jawab Tio mengangguk sopan.
"Daddaaaa Auty Wawa, dadaddaa Om Tio"ucap Attha yang dari tadi terdiam, akhirnya bersuara juga.
Sambil melambaikan tangannya
"Dadadaa Attha sayang, sampai bertemu di Jakarta ya!"ucap Wardah mendekat mencium pipi gembul Attha.
Ken merangkul sang istri memasuki pintu ke berangkatan dan sebelah nya lagi memegang tangan putranya Attha.
***********
Setelah menempuh 1 jam perjalanan dari Semarang ke Jakarta akhirnya mereka sampai juga di sambut langsung oleh Pak Dadang supir pribadi yang ada di rumah mami.
"Kemana Tuan muda? ke rumah Nyonya be........ "belum sempat Pak dadang melanjutkan bicaranya, Ken sudah memotongnya.
"Langsung ke rumah saya Pak"
"Baik Tuan"jawab Pak dadang sedikit gugup.
"Kan kita sudah makan tadi sebelum pulang ke Jakarta"jawab Anna tersenyum, dia geleng-geleng kepala, suaminya itu selalu menanyakan makan padanya
"Kalo makan mulu nanti yang ada Anna malah gendut"jawab Anna cemberut.
"Ngak papa gendut yang penting sehat"jawab Ken.
"Kalo Umma gendut pasti aneh, papa"ucap Attha
"Aaaa sayang, kenapa bicara begitu"ucap Anna sambil mengerucut bibirnya.
"Hehhehee, Attha belcanda umma, wajah umma lucu juga"ucap Attha terkekeh.
Ken hanya tersenyum menyaksikan, Pak Dadang juga ikut tersenyum bahagia melihat keakraban keluarga kecil Tuan mudanya.
"Tak sia-sia tuan muda terlambat menikah, ternyata dapat istri yang sholehah dan lembut tutur katanya juga damai saat di pandang, Tuan muda sangat beruntung"gumam Pak dadang.
********
"Sayang istirahat lah"ucap Ken saat mereka memasuki kamar.
"Mas mau kemana? Anna ingin di temani"ucap Anna merajuk manja.
__ADS_1
"Mas ingin ke kantor sebentar ya sayang"ucap Ken membimbing Anna duduk di ranjang.
"Mas hanya melihat pekerjaan di kantor, setelah itu mas pulang lagi ya"
Anna mengangguk dengan wajah di tekuk.
Ken mengecup kening Anna dan mengelus lembut perut Anna.
"Istirahatlah"Ken membantu Anna berbaring.
Attha datang ke kamar mereka.
"Jagain Umma ya Boy,Papa pergi ke Kantor dulu sebentar"titah Ken pada putranya.
"Baiklah papa"jawab Attha.
Setelah itu Ken keluar dari kamarnya.
********
"Apaa!!Ken memukuli Ivan"Irvin menyeringai licik sambil berdiri membelakangi anak buahnya.
"Dasar bodoh!! apa yang di lakukan anak bodoh itu hah??Lalu dimana dia sekarang? apa dia ingin mencari mati? menemui Ken"ucap Irvin
"Kami membawanya ke rumah sakit Bos, tubuhnya tak berdaya akibat pukulan tuan Ken,kemarin Tuan Ivan lah yang pergi ke Semarang menemui pacarnya itu dan membuat keributan di sana, lalu Tuan Ken datang dan memukul habis-habisan"adu asisten Irvin.
"Beraninya si bajingan itu, kita lihat saja sejauh mana dia akan bertindak, dan apa pembalasan yang akan aku lakukan padanya nanti"ucap Irvin tersenyum miring sambil melangkah pergi.
"Tunggu Bos, ada satu berita lagi"ucap asisten, Irvin menghentikan langkahnya lalu menatap asistennya dengan mata elang yang mematikan.
"Akhir bulan ini, Nona Nadin akan melahirkan"Irvin menarik sudut bibirnya.
"Kau tau tugas apa yang kau lakukan bukan??"ucap Irvin
"Maaf Bos, menurut saya, kita tidak bisa memisahkan bayi kecil yang baru lahir dari Ibunya bos, dia butuh ASI Bos"ucap Asisten dengan ragu dan takut.
"Turuti saja perintahku,dia anak ku, aku berhak atasnya
"Jangan coba-coba mengajariku, apa kau ingin mati!"ucap Ken dengan mata tajam menusuk.
"Ti tidak Bos, baik saya akan melakukan perintah dari mu Bos"ucap Arya gemetar ketakutan.
Irvin kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Arya ,asisten pribadinya.
"Dasar orang aneh tidak punya hati kemarin-kemarin dia menolak mentah-mentah anak yang di kandung Nadin, setelah tau kenyataannya dia begitu menginginkan anaknya dan ingin merampasnya dari Nadin, apa dia pikir mengurus bayi itu mudah, apalagi orang kejam seperti dia, bisa mati anaknya di tangannya nanti"gumam Arya dalam hatinya.
...****************...
__ADS_1
Mohon dukungannya ya readers, tambahkan vote, like, coment dan rating ya readers