
Malam harinya
Setelah Attha tidur, Anna dan Ken kembali ke kamar mereka untuk beristirahat setelah melewati hari yang panjang dan juga melelahkan.
Sebelum itu mereka melaksanakan sholat Isya terlebih dahulu.
"mas.... "panggil setelah mereka selesai sholat ,kemudian Anna duduk menyuntai di pinggir ranjang menunggu suaminya keluar dari wall closet yang sedang mengganti baju kokonya jadi baju tidur.
"Iya, sayang tunggu sebentar"jawab Ken
"Lama bangat sih"gumam Anna
"Ada apa sayang"ucap Ken menghampiri istrinya dan duduk di samping Anna.
"Terimakasih ya mas, udah izinin Anna pergi ke Semarang besok"ucap Anna tersenyum senang dan memeluk Ken.Ya walau dengan usaha keras Anna membujuk rayu Ken untuk mengizinkan berangkat ke Semarang besok untuk menemani Wardah sebelum melepas masa lajangnya.
"Hemm..... cuma ucapan terimakasih doang?"ucap Ken meminta lebih.
"Lalu apa lagi?"tanya Anna
"Kasih yang setimpal dong sayang, tidak mudah loh bagi mas mengizinkan Anna begitu saja,mas harus berpikir seratus kali untuk memberikan izin"
"iihhh dasar lebay, emang se susah itu kah? sekarang apa yang setimpal yang bisa Anna berikan?"ucap Anna bersungut-sungut.
"Malam yang panjang,yang beberapa hari ini tidak mas dapatkan dari Anna "kata Ken dengan seringaian mesum lalu mendekatkan wajahnya pada Anna.Semakin dekat
"Ettss tunggu dulu, sebelum itu mas bisa bantu Anna kan?" ujar Anna dengan tersenyum jahil.
"huffftt, ayo cepat katakan mau di bantu apa?"ucap Ken menghembuskan nafas kasar.
"Sabar dulu mas"Anna tersenyum manis.
"Begini mas maaf sebelumnya bukannya maksud Anna menolak untuk melayani mas, tapi entah kenapa saat ini tubuh Anna pegal-pegal semua, Anna yakin mungkin karna terlalu lama duduk ketika di kantor tadi, bisakah mas bantu Anna untuk pijitkan sebentar"ucap Anna memelas dengan mengedipkan.
"Setelah itu Anna berikan apa yang mas mau, plus-plus deh"ucap Anna menggoda Ken.
"Kamu inii..... Kan udah mas bilang, tapi tetap keras kepala tidak mau mendengarkan, di suruh istirahat malah nyeyel buat kerjakan pekerjaan kantor yang itu adalah tugas karyawan, ini akibatnya"
"Sekarang berbaring lah, apa yang mau di pijitkan"
"Tapi sebenarnya ini adalah tugas Anna untuk memijit mas, tapi malah mas yang pijit Anna"ucap Anna cemberut manja
"itu tidak masalah, tapi setelah mas pijitkan, Anna akan memijit mas kembali tapi plus-plus, iya kan sesuai apa yang Anna katakan tadi"ucapkan dengan senyuman nakal dan mengedipkan sebelah matanya.
"hummm,,,, itu tidak adil, mas menang banyak dari Anna"ucap Anna tidak terima.
__ADS_1
"Tidak,, malahan Anna yang banyak mendapat keuntungan di sini,sudah ayo berbaring lah"ucap Ken merebahkan tubuh Anna di atas ranjang.Anna hanya pasrah mengikuti.
"Yang mana mau di pijit duluan"tanya Ken menyentuh lengan Anna.
"Sepertinya dari bagian pinggang hingga bahu deh mas"ucap Anna kemudian merubah posisinya menelungkup.
"Kalo begini buka aja dress nya sayang, biar lebih mudah dan enakkan saat di pijit"Anna terkejut mendengar ucapan suaminya barusan, lalu menoleh ke belakang dan menatap tajam suaminya yang tersenyum miring.
"Jangan cari kesempatan ya mas"ucap Anna penuh penekanan.
"Ngak.... ngak... cuma bercanda sayang, sudah biar mas pijitin,supaya cepat nanti dapat jatahnya"ucap Ken mulai memijit.
"Hah! iya di sana mas"ucap Anna menikmati.
"Sayang, mas boleh nanya ngak?"ucap Ken di sela-sela memijit Anna.
"Hemm nanya apa?"
"Anna merasa aneh ngak dengan sikap Anna akhir-akhir ini?"
"Ngak, emang kenapa sikap Anna?, biasa aja tuh"jawab Anna santai menerima pijitan suaminya di tubuhnya.
"Trus tadi kenapa menangis sejadi-jadinya, biasanya Anna menangis selalu dalam diam, ngak pernah mas dengar suaranya keluar"jelas Ken
"Hemmm, mungkin tadi itu respect aja,lagian mas sih Anna ngak salah apa-apa masa' di diamin aja"ucap Anna
"Mas yang mulai pembicaraan duluan, Anna hanya menanggapi "ucap Anna sebal
"Iya sayang, sekarang kita diam, Anna nikmati saya pijitan mas"Ken mencium puncak kepala sang istri.
Ken sibuk dengan kegiatannya memijit Anna tentunya sesuai arahan Anna dan Anna menikmati pijitan yang di berikan suaminya ya walau tangan Nakal suaminya curi-curi kesempatan untuk memijit area yang lain.
Hingga terdengar dengkuran halus dari mulut Anna, yang menandakan siempu sudah terlelap.
"Sayang, Anna"
"Sudah selesaikan memijitnya, sekarang mas tagih janji Anna"ucap Ken
"Loh kenapa diam aja, sayang.... sayang....."ucap Ken dengan membalikkan tubuh Anna terlentang.
"hummm, pantasan ngak nyahut dari tadi ternyata udah tidur"ucap Ken dengan wajah di tekuk
"Entah disengaja atau tidak, dia sangat pintar sekali mencari-cari alasan,lihatlah sekarang dia tertidur dan meninggalkan suaminya"ucap Ken membaringkan tubuhnya disamping Anna, tidak di pungkiri dia sangat lelah dan letih.
"Lagi-lagi malam ini gagal dapat jatah"kemudian Ken memeluk tubuh sang istri dan mencium keningnya.
__ADS_1
_
Benar saja
Setelah sholat subuh Ken menagih ucapan istrinya kemarin malam,di tambah plus-plusnya, hingga yang terjadi bukanlah malam yang panjang tetapi pagi yang panjang oleh pasutri tersebut.
pukul 8 pagi
Anna bangun dari tidurnya.
"Astagfirullah, udah jam 8" ucap Anna saat melihat jam di nakas.
"Mas... bangun udah jam 8, kamu ngak ke kantor?"Anna menggoyangkan lengan suaminya.
"Ayo bangun!"
"Sebentar lagi sayang"ucap Ken menarik tangan Anna dan alhasil Anna jatuh di dada Ken dengan cepat Ken memeluknya.
"Ehhh...Ya Allah mas jangan begini ah,udah mandi sana berangkat ke kantor, Anna juga akan siap-siap berangkat ke Semarang"
"Kalo mas ngak bolehin gimana, kita berdua di rumah aja seperti ini"ucap Ken menatap dekat Anna yang berada di pelukannya.
"Mana bisa begitu, kesepakatan kemarin sudah bulat"ucap Anna kesal dan mencubit perut suaminya, agar dia bisa lepas dari suaminya yang seperti singa lapar.
Anna turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Anna menjulurkan lidahnya meledek suaminya.
"Dasar ya kamu.... "ucap Ken juga mengejar Anna.
Terjadilah kejar mengejar hingga keduanya masuk ke dalam kamar mandi.
_
"Attha sudah bangun sayang"ucap Anna melihat sang putra sudah duduk di ruang tengah sedang bermain.
"Kenapa umma dan papa lama sekali turun"ucap Attha
"Maaf ya boy, banyak hal yang papa dan umma kerjakan di kamar,terutama membuat adik untuk mu"ucap Ken mendekat ke arah putranya
"Mas.... "ucap Anna melotot ke arah Ken.
"Beneran umma?"ucap Attha berbinar senang, Anna yang bingung jawab apa terpaksa harus mengangguk dan tersenyum canggung pada putranya.Beralih menatap kesal pada suaminya.
"Umma akan membuat sarapan dulu untuk kita"ucap Anna memilih pergi, takut putranya bertanya aneh-aneh nantinya.Itu semua gara-gara suaminya yang asal ngomong aja didepan putranya.
...****************...
__ADS_1
Part bucinn......
jangan lupa buat like, coment, vote dan giftnya ya readers setia