My Love Bos

My Love Bos
Di rumah sakit


__ADS_3

Dari semalam Ken berada di rumah sakit menemani sang istri.Dia hanya tertidur di Sofa yang ada di ruang inap istrinya.Sebenarnya ranjang blankar muat untuk dua orang tapi Ken tidak ingin mengganggu istrinya dan terpaksa harus tidur di Sofa.


Karena reaksi obat yang di berikan perawat kemarin membuat Anna tertidur pulas, hingga adzan subuh saja yang membangunkannya.


Saat membuka matanya, Anna sempat kaget melihat keberadaannya yang sedang berada di rumah sakit.Dengan kepala yang masih sedikit pusing Anna mencoba untuk bangun menatap sekeliling ruangannya, tatapannya jatuh pada sang suami yang tertidur di Sofa dengan wajah kelelahan dan kecapek an.


"Ya Allah mas, kasian kamu tidur di sofa"gumam Anna menatap iba.


"ugghhh"lenguhan khas bangun tidur Ken


Dia meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku dan pegal-pegal akibat tidur di Sofa.


"Mas"panggil Anna


Ken terkesiap dan langsung berdiri dengan wajah bahagia menghampiri sang istri.


"Kamu sudah bangun sayang"ucap Ken memeluk tubuh Anna dan mencium keningnya.


"Kenapa bangun sepagi ini?


Ayolah istirahat kembali"ucap Ken


membuat Anna terheran dengan sikap sweet suaminya pagi-pagi begini, biasanya ngak terlalu begitu, kecuali kalo malamnya dapat jatah.


"Masa mau di suruh istirahat lagi, ini udah waktu subuh lho mas,kita sholat subuh dulu"ucap Anna


"Oh iya, yasudah kita sholat dulu, setelah itu mas akan kasih tau kabar gembira untuk Anna"ucap Ken kembali mencium kening Anna.


Ken membantu dan membimbing istrinya ke kamar mandi untuk berwudhu.


Ya karna ruang rawat Anna yang exclusive, jadi di dalamnya sudah di lengkapi fasilitas kenyamanan, seperti kamar mandi, sofa,Nakas, Ac dan lain sebagainya.


_


Setelah mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah, Ken kembali membantu istrinya untuk naik ke ranjang blankar.


"Hmmm, Anna mau tanya sesuatu deh, kok Anna bisa ada di rumah sakit, memangnya apa yang terjadi kemarin malam itu


"Seingat Anna setelah perkelahian mas dengan siapa itu? ah ngak tau Anna"ujar Anna sedikit menggeleng kepalanya.


"Dia laki-laki bajingan yang melecehkan Kania"jawab Ken


Membuat Anna terkejut sesaat,akhirnya suaminya tau tentang kejadian itu.Pantasan saja suaminya menghajar mantan kekasih adiknya itu habis-habisan.kakak mana yang tidak marah terhadap laki-laki yang mencoba menghancurkan hidup adik perempuannya.


"berani-beraninya dia melakukan hal tidak senonoh itu, mas akan buat perhitungan atas perbuatan kurang ajarnya"ucap Ken mengepalkan tangannya dengan wajah memerah.


"Heii, sayang Anna kenapa??hemm"Ken menyentuh bahu sang istri,yang terlihat seperti memikirkan sesuatu.


"hmm tidak apa-apa mas"kata Anna tersenyum kecut.


"Ohh iya tadi mas mau bilang sesuatu pada Anna, apa tidak jadi?"ucap Anna


"Tentu saja jadi sayang"ucap Ken duduk lebih dekat di atas ranjang blankar bersama istrinya.


Ken menatap haru dan penuh bahagia pada sang istri.Anna kembali menatap suaminya dengan tersenyum menunggu suaminya mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Sayang, mas sangat bersyukur pada Allah, yang maha baik kepada kita, akhirnya do'a yang selalu kita panjatkan terkabul juga,yang kita harapkan selama ini terwujud juga"Anna mengernyit bingung mendengar ucapan suaminya yang entah terarah kemana.


"Allah telah meniupkan janin di rahim Anna, dia telah tumbuh di sini sayang"mata Ken berkaca-kaca tidak dapat menyembunyikan rasa harunya lagi, sambil menyentuh perut Anna.


"Maksud mas apa??"ucap Anna memastikan dan tidak langsung percaya, walau dia tau betul apa yang diucapkan suaminya.


"Maksudnya kita akan menjadi orang tua sayang, Anna hamil anak kita"ucap Ken memeluk istrinya.


Anna mematung sebentar, air matanya mengalir begitu saja, dia masih tidak percaya dengan kata-kata suaminya barusan.


"Ya Allah, Ya Robb, apakah ini nyata? aku tidak mimpikan? atau aku tidak salah dengar kan"gumam Anna di dalam hatinya.


Ken yang merasa tidak ada respon dan pergerakan Anna,kemudian menatap istrinya kembali.


"Sayang, apa kamu tidak bahagia mendengar kabar ini?"


"Apa kamu tidak suka hamil anak mas?"tanya Ken kembali.


Anna menahan isak tangisnya sambil menggeleng kepalanya pelan ,seakan tenggorokan terasa tercekat.


"Hikss hiksss tidak mas, tidak!! Anna masih tidak percaya, apa benar Anna ha hamil mas?, ha hamil a anak ki kita"ucap Anna tergagap.


Ken mengangguk sebagai jawabannya. Tangis Anna pecah, Ken kembali memeluk dan menenangkan sang istri.


"Mas..... Anna hamil mas, Anna hamil... Anna sangat bahagia mas, Anna ngak bisa ungkapkan seberapa bahagianya Anna mas"ucap Anna di sela-sela tangisnya di bahu sang suaminya.


"Tenang sayang"Ken menatap wajah sang istri yang memerah dan mengusap air mata bahagia di pipi Anna.


Kemudian Ken menciumi wajah istrinya.


"Ya Allah terimakasih engkau telah titipkan seorang anak pada kami, yang sudah sejak lama kami harapkan,terima kasih atas kebahagiaan ini, Ya Allah"


Cukup lama Ken dan Anna berpelukan sama-sama menyalami perasaan bahagia masing-masing yang tidak dapat di gambarkan secara nyata namun dapat di rasakan.


Tok Tok


"Ehh maaf, Permisi Tuan dan Nona"ucap Perawat yang ingin memastikan keadaan Anna.


Keduanya melepas pelukannya dan menatap ke arah pintu, masuknya perawat dan diikuti oleh pramusaji yang mengantar makanan untuk Anna.


Cepat-cepat Anna menghapus sisa air matanya.Dan Ken berdiri dari ranjang blankar yang di duduki bersama istrinya tadi.


"Selamat pagi Nona, apa anda sudah merasa lebih baik"ucap perawat, menatap selang infus yang sudah di lepas dari tangan Anna.


"Maaf, saya sudah melepas selang infusnya, saya sudah lebih baik"ucap Anna tersenyum.


"Apa saya sudah bisa pulang mbak?"tanya Anna.


"Saya rasa sudah, tapi biarkan dokter memeriksa kondisi Nona kembali, sebentar lagi beliau akan datang"ucap perawat.


"Jangan lupa di makan sarapan paginya ya Nona, kalo begitu saya permisi dulu tuan, nona"ucap perawat mengangguk sopan.


Perawat keluar setelah pramusaji keluar.


Ken berjalan mengambil makanan yang sudah di sajikan oleh pramusaji tadi. semangkok Nasi yang lembek seperti bubur, ada semangkuk kecil sayur bening, ada telur rebus 1, tahu dan tempe goreng.

__ADS_1


"Anna makan dulu ya, dari semalam Anna belum makan, ngak ada asupan buat Anna dan anak kita"ucap Ken mendudukkan bokongnya di samping ranjang.


Anna menggeleng kepalanya tidak berselera melihat makanan rumah sakit.


"Anna ngak suka mas"


"Makanlah sedikit, sayang Anna lagi hamil, apa Anna ngak kasian dengan baby kita, dia butuh asupan dari makanan yang di makan ibunya"jelas Ken seperti seorang suami yang sudah berpengalaman dengan istrinya yang hamil, padahal ini baru pertama kali baginya.


Anna mengulum senyumnya menatap sang suami.


"Aaaa buka mulutnya"ucap Ken menyuapi Anna.


"Ngak enak mas makanannya"


"Iya sayang, tapi Anna harus makan demi Anna dan baby"ucap Ken penuh perhatian.


Dengan penuh telaten dan kesabaran Ken menyuapi sang istri.


Tok Tok


"Assalamualaikum"ucap beberapa orang masuk ke ruangan rawat Anna.


Anna dan Ken terkejut melihat kedatangan kedua adiknya, anak angkat mereka, Amel dan pengantin baru.


"Wa'alaikumusalam"


"Umma, Papa"ucap Attha berlari menghampiri kedua orangtuanya.


Attha ingin naik ke atas ranjang Anna, kemudian Ken meletakkan piring makanan di atas nakas lalu menggendong putranya mendudukkan di atas ranjang blankar Anna.


"Hati-hati boy"ucap Ken cemas, takut Attha berhamburan memeluk Anna.


"Umma sakit apa??"ucap Attha lebih dekat dengan Anna.


"Apa umma baik-baik saja papa?"tanya Attha pada Ken.


"Iya sayang, umma baik-baik saja,Attha tidak usah khawatir sayang"ucap Anna mengecup pipi putranya.


Ken menatap tajam dan menusuk ke arah adiknya yang mendekat ke arah ranjang Anna bersama yang lain.


"Bagaimana keadaan kakak ipar? maaf atas kejadian kemarin yang Kak"ucap Kania merasa bersalah. Anna mengangguk menatap lembut adik iparnya.


"Bagaimana keadaan kamu Ann, aku benar-benar tidak tau kamu masuk rumah sakit, memangnya apa yang terjadi kemarin, aku sampai panik mencariin kamu kemana-mana bersama Attha, Zidhan yang beritahu aku kamu di rumah sakit bersama Pak Ken"celoteh Amel


"Aku tidak apa-apa kok Mel, hanya karna kelelahan aja"ujar Anna tersenyum.


"Kenapa kamu ajak pengantin baru , ikut kesini juga Mel,lagian aku juga akan pulang"ucap Anna tersenyum jahil pada pengantin baru itu.


"Entalah Ann pengantin baru ini agak aneh Ann, mereka bangun pagi-pagi sekali Ann, dan mengajak kita semua untuk kesini menjenguk kamu"


"Aku sempat mikir Apa mereka nggak capek atau lelah gitu, biasanya kan pengantin baru bangun selalu kesiangan, lihat mata mereka aja seperti orang ngak tidur semalaman"goda Amel semakin menjadi-jadi.


Semuanya yang ada di ruangan terkekeh pelan,kecuali Attha yang tidak mengerti.


Membuat Wardah dan Tio memerah menahan malu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2