
Karna hari sudah semakin larut, Anna dan Ken memutuskan untuk pulang ke rumah mereka.walau bunda udah menyuruh mereka untuk menginap tapi keduanya menolak dengan halus,apalagi besok Ken harus kerja dan Attha sekolah, jika berangkat dari rumah bunda itu cukup jauh, memakan waktu yang lama.
Di perjalanan pulang
Attha tertidur di bangku belakang,sedangkan Anna duduk di depan menemani suaminya menyetir sambil mengobrol.
"Mas, masih ada ngak orang yang jualan seblak?"tanya Anna
"hemmm, sepertinya masih sayang, Anna mau makan seblak?"tanya Ken, Anna langsung cengar-cengir menatap Ken.
"Yaudah kita cari orang yang jualan seblak dulu"ucap Ken.
"Ngak papa kan mas?"ucap Anna
"Tentu saja sayang, apa pun yang Anna mau,kita akan beli"ucap Ken melirik sekilas istrinya sambil fokus nyetir mobil dengan mata melihat orang yang jualan seblak.
Mobil Ken berhenti di tempat makan seblak.
"Attha gimana mas?"ucap Anna menoleh ke kursi belakang,Attha yang tertidur pulas.
"Anna aja yang makan seblaknya, biar mas tunggu di mobil jagain Attha"ucap Ken
"hummm,,,, tapi Anna mau di temani sama mas"ucap Anna dengan mode manjanya.
"Yasudah, mas rasa Attha pasti aman di tinggal sebentar, dia tidak akan bangun"ucap Ken, Anna mengangguk pelan sambil menatap sebentar putranya. kemudian mereka berdua keluar dari mobil, berjalan masuk ke dalam restoran seblak, yang masih rame oleh para anak muda.
"Mas mau makan seblak juga"tanya Anna
"Ngak sayang, kamu saja yang makan, tapi jangan terlalu pedas ya nanti perutnya sakit"ujar Ken
"kalo ngak pedas ngak enak mas, lagian Anna juga ngak sering-sering kok makan seblak, sesekali jauh"ucap Anna dengan tatapan memelas.Ken tidak bisa berkata lagi selain mengikuti Anna.
Setelah Anna memesan seblak yang diinginkannya, tidak membutuhkan waktu lama pesanannya pun Anna, Anna mulai melahap memakan seblak sesuai selerannya itu.Keringat Anna keluar dan hidung juga meleleh karna rasa kepedasan makan seblak.
Ken yang duduk menemani sang istri makan seblak hanya geleng-geleng kepala sambil mengambil tisu untuk mengelap keringat di dahi dan sekitar hidung Anna.
"Ini enak lho mas!! mas mau"tanya Anna menyodorkan sesendok pada suaminya,Ken menggeleng cepat dan menatap ngeri pada sang istri.
"Tidak, Anna habisin saja"jawab Ken.
"Yaudah kalo ngak mau"ucap Anna kembali melahap seblaknya.
__ADS_1
Setelah habis memakan seblak, Anna seperti orang kekenyangan,bukan kenyang makan seblak saja tapi juga kenyang dengan air, sebab tadi Anna sampai menghabiskan 4 gelas air putih,karna lidahnya ikut bergetar saking pedasnya seblak yang di makannya, jadi sekarang Anna hanya terduduk bersandar di bangku mobil tanpa banyak bergerak dan bicara.
Ken yang melihat istrinya seperti itu hanya bisa menghela nafas tanpa bicara, kalo bicara nanti malah takut serba salah, lebih baik diam aja dan fokus menyetir mobil menuju rumah mereka.
*********
"Mas perut Anna kok rasa kembung bangat ya mas?"ucap Anna duduk di samping ranjang, setelah mereka tiba di kamar.
"Kembung gimana sayang?"tanya Ken mendekati sang istri.
"Ini lho mas, coba letakkan tangan mas di perut Anna, rasa keras gitu trus lebih membesar dari biasa, jadinya Anna susah buat nafas"ucap Anna menarik tangan suaminya untuk menyentuh perutnya yang masih dibatasi gamis.
"Kok bisa kembung begini sayang, apa gara-gara makan seblak pedas tadi hingga Anna sampai kekenyangan membuat perut jadi begah dan kembung begini,kan mas udah bilang tadi "ucap Ken dengan raut wajah khawatir dan cemas.
"Sepertinya bukan karna makan seblak masss, rasanya perut Anna sesak bangat mas"ucap Anna menatap suaminya.
"Anna istirahatlah, biar mas cariin obatnya ke apotek"ucap Ken membantu membaringkan tubuh istrinya.
"Ngak bisa berbaring mas, susah, rasanya perut Anna penuh"
"Ngak usah ke apotik malam-malam begini mas, di kulkas ada teh herbal, biasanya bisa mengurangi gas di perut kembung"ucap Anna.
"Yasudah Anna bersandar aja di head board,biar mas buatin teh herbalnya"ucap Ken membantu Anna untuk bersandar.
"Perutnya masih kembung sayang"ucap Ken mendekati ranjang sambil membawa satu gelas penuh teh herbal.Anna mengangguk pelan.
"Minumlah teh herbalnya, tidak panas kok,supaya perut Anna lebih legaan"ujar Ken membantu Anna meminum teh herbal hangat.
"tenangkan sebentar, agar teh herbalnya cepat bereaksi"Ken meletakkan gelas diatas nakas, kemudian mengambil minyak kayu putih di laci paling bawah.
"Kapan Anna ganti baju?"ucap Ken sedikit heran melihat baju istrinya telah berganti dengan piyama tidurnya.
"tadi saat mas membuat teh herbal untuk Anna"
"Buka sedikit bajunya sayang, mas mau olesin minyak kayu putih pada perut Anna"ucap Ken
Anna sedikit menyingkapkan bajunya ke atas, untuk di olesin minyak kayu putih oleh suaminya.Saat menyentuh perut Anna tanpa penghalang, membuat Ken langsung merinding dan susah menelan salivanya.Ingin rasanya Ken meminta jatah pada istrinya saat ini juga, namun melihat kondisi Anna seperti ini dan itu tidak memungkinkan.
"Yasudah kalo udah lebih baikan, Anna istirahat lah, mas mau bersih-bersih dulu dan ganti baju"ucap Ken
"Makasih ya mas, maaf Anna merepotkan mas"ucap Anna menatap sendu suaminya.
__ADS_1
"Itu sudah menjadi tanggung jawab mas sayang"ucap Ken mengecup lembut kening Anna.
πππππ
Anna Bangun pagi-pagi setelah sholat subuh bersama sang suami, kini Anna bersiap memulai aktivitasnya seperti biasa, namun sudah di cegah oleh suaminya.
"Mau kemana sayang?Anna istirahat saja, nanti perut Anna kembali begah dan kembung lagi"ujar Ken
"Ngak lah mas, Anna udah fits gini, tadi malam perut Anna hanya kembung biasa ,mungkin karna kelebihan makan kali"
"Kalo Anna istirahat trus siapa yang mau menyiapkan kebutuhan dan keperluan mas dan juga Attha?
"nanti dikira istrinya ngak bisa apa-apa lagi trus malah cari wanita lain,kan laki-laki emang begitu, main seenaknya aja"ucap Anna dengan tatapan sinis setelah mengucapkan kalimat terakhirnya.
Ken terkejut bahkan menganga mendengar ucapan sang istrinya barusan, biasanya Anna tidak akan berani berbicara seperti itu, dia lebih kalem dan lemah lembut apalagi berhadapan dengan Ken suaminya,jika pun sedang marah Anna lebih baik diam dan mengacuhkan suaminya tapi sekarang terlihat ada yang berbeda dari Anna.
"Sayang, kok bicaranya begitu?"tanya Ken.
"Udah ah, pagi-pagi mas udah buat Anna bad mood aja"ucap Anna berlalu menuju wall closet untuk menyiapkan pakaian formal suaminya yang akan berangkat ke kantor.
Ken langsung terdiam heran, perasaan dia tidak salah bicara yang menyinggung perasaan istrinya tapi kenapa Anna malah menyalahkannya.
"Dasar wanita memang aneh"gumam Ken
************
"Nanti kalo Anna bosan di rumah, Anna boleh keluar ya"ucap Anna sambil berjalan mengantar suami dan putranya ke depan.
"Keluar kemana? sama siapa?"tanya Ken
"Entah lah lihat aja nanti,belum Anna pikirkan mau kemana sama siapa"jawab Anna dengan santainya.
Setelah Ken dan Attha masuk ke dalam mobil, Anna melambaikan tangan pada putranya.
"Dadada sayang"
"Nanti jangan kemalaman pulangnya mas"ucap Anna sebelum mobil Ken keluar dari pagar rumah.
Setelah mobil Ken menjauh Anna kembali masuk ke dalam rumahnya.
...****************...
__ADS_1
Maaf banget readers, akhir-akhir ini author sibuk, jarang update.
apalagi sekarang rating, dan like readers semua semakin menurun