
Sejak bertemu dengan Pak Ken tadi pagi membuat Anna tidak tenang dan tidak fokus kerja, dia selalu memikirkan ucapan Pak Ken,yang akan menjemput Anna untuk datang ke rumahnya nanti malam, menghadiri makan malam bersama orangtuanya,karna dari awal anna sudah menyetujui tawaran Ken, mau tidak mau Anna pun juga setuju untuk bertemu orang tua Ken, hanya sebagai kekasih pura-pura.
Anna sudah menduga ini bakalan terjadi tapi mau gimana lagi, Anna juga tidak tega melihat seorang Ken yang terkenal angkuh dan cool malah memelas dan memohon bantuan Anna. walau sebenarnya Anna keberatan melakukan ini semua, apalagi Amel sangat melarang keras Anna untuk menjadi kekasih pura-pura Ken.
Tok.. tok Anna buyar dalam lamunannya
"Masuk"
Amel pun masuk keruangan Anna membawa 2 kotak makanan dan 2 minuman.
"Aku tau kamu tidak akan istirahat, nih aku bawakan makanan"ucap Amel kesal,karna Anna menyetujui tawaran Ken.
"Makasih ya Mel, kamu memang is the best"ucap Anna tersenyum Masam
"heemm... nih makan"ucap Amel meletakkan makan diatas meja Anna dan berbalik badan
"kamu mau kemana mel, Ayo kita makan sama-sama, aku sedih lho Mel dengan sikap kamu begini"ucap Anna berdiri menghentikan langkah Amel
"Aku juga sedih Ann, kenapa kamu menyetujui tawarannya, aku takut kamu akan terjebak,ini sungguh ide gila Ann, bagaimana nanti kamu terkena masalah, pura-pura itu sungguh berbahaya Ann, berbeda jika kamu beneran jadi Kekasih Pak Ken, pasti aku tidak akan khawatir dan secemas ini, tidak kah kau pikirkan sebelum menyetujuinya Ann"ucap Amel menekan setiap kata yang diucapkannya
Anna tersentak mendengar ucapan Amel
"Mel percaya sama aku,ini pasti baik-baik saja, kita tidak boleh suhuzhon dulu, terkadang apa yang kita pikirkan belum tentu itu akan terjadi, sekarang bagaimana lagi, aku akan menjalaninya, aku rasa tidak masalah ini cuma pura-pura jadi kekasih mel, tidak lebih"ucap Anna menggenggam tangan Amel meyakinkan Amel.
"sudah lah Ann, terserah kamu"ucap Amel pasrah, dia juga tidak bisa kesal terus-terusan dengan Anna
Jam istirahat pun berakhir, Amel kembali ke ruangannya setelah makan bareng Anna.
Telepon berdering
Anna mengangkat telepon yang berdering diatas mejanya itu.
"Hah?Iya baik Pak, saya akan keruangan Bapak"ucap Anna
huffttt.... Ada apa lagi Pak Ken menyuruhku keruangannya"gumam Anna kemudian keluar dari ruangannya ,kemudian berjalan 5 langkah sampai didepan pintu masuk ruangan Ken
tok... tok... tok
"Masuk"ucap Ken dari dalam
Anna masuk keruangan Ken
"duduk"ucap Ken
Anna pun duduk di kursi berhadapan dengan Ken yang berbatasan Meja kerja.
"Ada Apa Pak Ken memanggil saya"
"Begini Apa kamu sudah merekap semua data-data baru selama 4 hari kemarin,karna saya butuh data-data tersebut"ucap Ken
Anna bernafas lega ternyata Pak Ken tidak membahas masalah jadi kekasih pura-puranya.
"Hah!!! apa... a... aa.. maaf Pak saya belum sempat merekapnya"ucap Anna terkejut dan gugup
"Baiklah tidak apa kau bisa lakukan besok, karna kau telah membantu saya, jadi saya tidak akan memberatkan kerja apapun untuk hari ini, tapi kau harus bersiap-siap untuk bertemu dengan orang tua saya nanti malam, ingat saya akan menjemput kau pukul 19.00,saya akan tunggu didepan Gang kompleks kau,ingat jangan telat dan jangan buat saya lama menunggu, bersikaplah sebaik-baiknya sebagai kekasih saya, buat orangtua saya percaya jika kita benar-benar sepasang kekasih,sudah itu saja apa kau mengerti"jelas Ken
"Iya Pak saya mengerti... "ucap Anna mengangguk pelan
"Oh iya satu lagu, sebagai imbalannya Saya akan menggaji 2 kali lipat selama kau bekerja dengan saya"
"Apah!!! apa itu tidak berlebihan Pak,saya tidak mengharapkan itu Pak, dan saya tidak ingin memoroti bapak, saya ikhlas membantu Pak"ucap Anna
"sudahlah ini kesepakatan, saya juga tidak ingin memanfaatkan kamu, kita akan sama-sama saling menguntungkan disini, tidak ada pihak yang dirugikan."ucap Ken Tegas
ππππππ
Pulang dari Kantor Anna membersihkan dirinya dan istirahat sebentar di kamarnya sambil menemani Attha bermain.
__ADS_1
"Anna diluar ada Paket nak"ucap Bunda masuk ke kamar Anna
"Paket Apa bunda? perasaan Anna tidak memesan apapun"ucap Anna
"Entahlah nak, langsung kamu lihat aja keluar"ucap Bunda
"Om ji mana ne.. nek"ucap Attha
"di kamarnya sayang, Ayo nenek antar ke kamar om ji"ucap Bunda menggendong Attha dan Anna keluar melihat Paket yang datang.
"atas nama Bu Annadita lestari Amara, ini ada paket untuk Anda"ucap kurir
"Iya saya sendiri... perasaan saya tidak memesan apapun, dari siapa ya Pak"ucap Anna heran
"saya tidak tau bu, yang jelas disini tertulis nama ibuk,tanda tangan disini Buk"ucap sang kurir
dengan wajah kebingungan Anna menerima dan menandatangani paketnya.
kemudian masuk kerumahnya dan duduk di sofa ruangan keluarga
"Dari siapa nak"ucap Bunda ikut duduk disebelah Anna
"Tidak tau bunda, sudah lah Paketnya tidak Anna buka"ucap Anna
"kenapa nak, coba aja dulu lihat isinya apa? mungkin ada seseorang yang mengirimnya untukmu"ucap Bunda
"tunggu disini dulu bun, anna mau ambil HP untuk memastikan nya, siapa pengirim paket ini"ucap Anna meletakkan paket diatas meja dan berlalu menuju kamarnya.
saat melihat Hp nya Anna dapat notifikasi dari Pak Ken.
"Saya yang kirim paket itu untuk mu, isinya Pakaian,kau harus kenakan untuk nanti malam"pesan Ken
"Ohh... dari Pak Ken, kenapa dia repot-repot harus mengirim aku pakaian segala"gumam Anna dan kembali lagi ke ruangan Keluarga
Lalu duduk dan mengambil Paket
"Bos Anna yang mengirimnya bun , nanti malam Anna akan kerumahnya diajak makan malam bersama keluarga nya, jadi dia mengirim Anna pakaian untuk anna kenakan nanti malam"ucap Anna
"Oowalah...tapi kenapa kamu diajak makan malam bersama keluarganya nak?, biasanya seorang pria yang mengenalkan wanita pada keluarganya dia ingin menjalin hubungan yang serius nak"ucap Bunda membuat Anna terkejut
"Serius?? maksud bunda menikah?"ucap Anna
"Iya nak, itu yang biasanya terjadi, asalkan Anna tau laki-laki jarang bahkan tidak pernah mengenalkan wanita pada keluarganya walaupun mereka sudah lama berhubungan jika tidak untuk serius meminang seorang wanita itu,bunda pernah muda nak, jadi bunda tau tentang masalah itu nak"
"Tidak lah bunda, aku dan Bos itu tidak ada hubungan apa-apa, cuma sekedar atasan dan bawahan saja bun,jadi tidak mungkin lah bun"ucap Anna tersenyum
πππππ
Setelah sholat Magrib,Anna sudah siap dengan pakaian yang sudah dikirim Ken tadi sore ternyata gamis mewah dengan dengan perpaduan butiran kecil yang mengkilap, menambah sensasi elegan dan hijab segi empat yang berwarna senada dengan gamisnya. Ini benar-benar cocok di tubuh Anna, selera Ken sangat bagus, memilih gamis Yang pas untuk Anna.
"Um... ma mau pelgi mana"ucap Attha menyelonong masuk kamar.
"umma ada urusan penting sayang, attha dirumah sama om ji dan nenek ya"ucap Anna berjalan menghampiri Anna dan berjongkok didepan Attha
"Atha mau ikut sama um... ma"ucap Attha
"Tidak bisa sayang, anak kecil tidak boleh ikut, attha tidak takut ini sudah malam lho nak, diluar gelap dan mengerikan"ucap Anna memperagakan seperti menakut-nakuti Attha.
"beralti umma juga titak boleh keluar, diluar gelap dan menakutkan,pasti banyak monstel"ucap Attha
"umma tidak apa-apa, umma sudah besar"
"Ohhh ternyata disini keponakan Om ji, sini attha pintar"ucap Zidhan tiba-tiba masuk ke kamar Anna ,Zidhan merentangkan tangannya menyambut attha yang berlari ke arah nya
"Ji tolong jagain attha ya Mbak mau keluar dulu sebentar"ucap Anna
"Wahhh... cantik banget mbak malam ini, mau kemana?"ucap Zidhan menggoda Anna
__ADS_1
"Hehehehe... kamu ini ,mbak memang udah cantik dari lahir kali, sudah mbak pergi dulu"ucap Anna sambil mencium kening putranya dalam gendongan Zidhan.
setelah pamitan dengan Bunda dan mendengar wejangan dari sang bunda, Anna pun berjalan menuju depan gang kompleks, Mobil sport hitam sudah menunggunya, Anna mempercepat langkahnya. kemudian Anna langsung masuk ke dalam mobil.
"Kau tidak bisakah disiplin dengan waktu, selalu saja telat"ucap Ken kesal.
"Maaf...maaf Pak.."ucap Anna menoleh ke arah Ken yang menatapnya Kesal.
Ken terkesima melihat Anna, Ken akui malam ini Anna memang sangat cantik mengenakan Gamis pilihannya,ternyata dia tidak salah pilih. Anna yang ditatap begitu, merasa canggung dan malu.
"kenapa Pak ada yang salah dengan saya"ucap Anna
"tidak sudah ayo berangkat"ucap Ken salah tingkah dan melajukan mobilnya
Anna terlihat gugup dan takut bagaimana dia harus bersikap nantinya saat bertemu orang tua Ken. beberapa kali Anna mengambil nafas, tapi anna sedikit merasa lega dengan wejangan Sang bunda.
Hingga tak terasa mobil masuk ke pekarangan rumah yang sangat luas, dengan rumah mewah dengan perpaduan desain modern dan klasik.
Anna menatap kagum dan tercengang dengan rumah besar ini. entah kenapa Rasa gugup dan takut semakin menjadi-jadi, jantungnya berdebar kencang saat sudah didepan rumah Ken.
"Bismillah"gumam Anna
"sudah Ayo masuk, bersikap biasa saja jangan terlalu gugup"ucap Ken
Anna mengikuti langkah Ken memasuki rumahnya.
"Masya Allah"gumam Anna melihat isi dalam rumah, dengan interior yang mewah
Langkah Ken terhenti ternyata Orangtua Ken dan adiknya sudah menunggu di ruang tamu.Anna tidak melihat Ken berhenti malah menabrak punggung lebar Ken
"Astagfirullah kenapa tiba-tiba Pak Ken berhenti"ucap Anna tidak menyadari sekeliling. dia masih mengusap-usap dahinya
"Kau tidak apa-apa Anna"ucap Ken melihat dahi Anna dengan jarak yang dekat
"tidak apa-apa kok Pak, "ucap Anna mundur salah tingkah.
"Ini kekasih mu nak"ucap Mami angkat bicara, Anna membulatkan matanya mendengar suara yang dipastikan itu Ibunya pak ken.
Anna tambah salah tingkah menoleh ke arah samping, Anna menelan saliva nya sambil mengangguk sopan pada orangtua Ken dan adik perempuan Ken yang menatap ke arah nya.
"Iya Mami, Ayo Anna"ucap Ken mengajak Anna menghampiri orang tua nya, Anna dengan langkah ragu dan menunduk mengikuti ken.
"Anna, ini mami, ini Papi dan ini adik perempuan ku"ucap Ken mengubah panggilan dirinya menjadi aku
Anna menggangguk mengerti
"Saya Anna Bu"ucap Anna menyalami tangan mami Ken
"Pak"ucap Anna menangkup kedua tangannya saat bersama papi Ken
Melihat sikap Anna semuanya menjadi bingung, tapi sesaat kemudian terlihat biasa saja.
"Aku kania, adiknya Abang Ken"ucap Kania datar mengulur kan Tangan nya
"Hai Kania, aku Anna"ucap Anna tersenyum menerima uluran tangan Kania
sungguh Anna tidak ingin berada dalam kondisi yang sangat mencekam baginya.
"hemm... lebih baik kita makan malam dulu, setelah itu baru mengobrol santai"ucap Papi membuat Anna bernafas lega
Mereka semua menuju meja makan.
...****************...
Bersambung
Readers tercinta jangan lupa like, coment, vote dan rate 5 untuk kemajuan karya author π€π
__ADS_1