My Love Bos

My Love Bos
Akhirnya


__ADS_3

"Anna"Ken duduk di samping ranjang sebelah Anna berbaring


"Dengarkan penjelasan ku dulu,kamu hanya salah paham"


"Salah paham apa mas?"ucap Anna bangkit dari rebahannya dan menatap Ken.


"Seperti aku tidak salah paham sama sekali mas, itu sudah jelas dan ada buktinya, apalagi yang harus di jelaskan!"ucap Anna tersenyum miris


"percaya lah Anna, itu tidak seperti yang kamu pikirkan"


"Sudah lah mas, aku heran sama kamu, kamu punya kekasih kenapa kamu minta aku untuk pura-pura jadi kekasih mu hingga kita terjebak dalam pernikahan ini,kamu pikir menikah karna keterpaksaan itu enak? sama sekali tidak "


"Dua bulan sudah kita bersama mas, aku jadi istri kamu, tapi pernah tidak kamu menghargai aku dan menganggap aku sebagai istrimu,sepertinya juga tidak"


"Stop Anna stop!, kau harus mendengar penjelasan saya dulu, jangan katakan ucapan bodoh! berfikir sebelum bicara"ucap Ken dengan nada keras, tak terasa air mata Anna keluar begitu saja, menatap Ken dengan gurat wajah kekecewaan.


"Kamu jahat mas, jahat!! "ucap Anna turun dari ranjang dan hendak berlari, namun tangannya langsung di cekal oleh Ken.


"Lepas kan aku, lepas, lepas!! "ucap Anna memberontak untuk dilepaskan tangannya.


Ken menarik tangan Anna untuk berhadapan dengannya, namun Anna membuang muka tidak ingin menatap Ken, air matanya terus meluncur bebas.


Tangan aba-aba Ken menyambar bibir Anna dan menciumnya dengan rakus,Anna memberontak memukul-mukul dada bidang Ken, namun Ken tidak menghiraukannya dia terus mencumbu Anna dengan lembut dan terburu-buru, Anna yang merasa marah lalu menggigit bibir Ken dan mengeluarkan darah.


Ken langsung melepas ciumannya, bibirnya sedikit berdarah, Ken mengusap bibirnya.Dan menatap Anna yang masih mengambil pasokan nafas terengah-engah,akibat ciuman Ken membuat Anna kehabisan nafas.


"Sekarang dengarkan aku bicara"ucap Ken


Anna menatap tajam pada Ken.


"Aku ingin pergi,jangan cegah aku"ucap Anna


"Jika kau melangkah keluar saja dari kamar ini, jangan salahkan aku berbuat kasar pada mu"ucap Ken


"Terserah kau mas,sekalian kita berpisah"ucap Anna tetap melangkah pergi


"Jaga bicara kau Anna, itu tidak akan pernah terjadi"ucap Ken tersulut emosi mendengar ucapan Anna yang ingin berpisah dengannya, Ken menarik paksa tangan Anna dan menghempas tubuh Anna ke atas ranjang.Kemudian Ken juga naik ke atas ranjang.


"jangan macam-macam!"Anna mulai panik, ketakutan dan juga ngeri melihat tatapan Ken yang tidak bersahabat. Anna bangkit dan berangsur mundur ke belakang hingga mentok di kepala ranjang.


"Apapun yang akan aku perbuat pada mu, tidak akan ada yang melarangku, karna aku suamimu"ucap Ken menekan kata terakhirnya dan semakin dekat dengan Anna.


"Tidak-tidak jangan mendekat!!"


Ken tersenyum miring, sambil melepas jasnya dan membuka satu-persatu kancing kemejanya, membuat Anna bergetar hebat, tubuhnya berkeringat dingin.


Ken mendekatkan wajahnya pada Anna, namun Anna menggeleng ke kanan dan ke kiri.Ken langsung melepas hijab dengan kasar, yang masih melekat di kepala Anna.

__ADS_1


"Ja jangan la lakukan aapapun"ucap Anna memeluk dirinya sendiri.


"Terlambat Anna,kau lah yang menentang ku,aku ingin meminta hak ku sekarang juga"ucap Ken tegas tidak ada penolakan dari ucapannya.


"A aaku belum siap mas"ucap Anna gugup


"sampai kapan kau siap Anna?"ucap Ken, tanpa permisi lagi Ken kembali melahap bibir tipis milik Anna, tangannya menekan tengkuk Anna, untuk memperdalam ci***nnya.


"mmphh"


Ken tersenyum miring, terus mencumbu Anna, sesaat kemudian Ken melepas ciumannya dirasa Anna kehabisan nafas. Ken menatap Anna dengan mata berkabut gairah. Anna terlihat memelas pada Ken dan menggelengkan kepalanya.


Ken kembali melancarkan aksinya, suasana semakin panas, Anna juga tidak berdaya untuk melawan Ken,memberontakpun juga percuma di lakukannya, Anna hanya pasrah, bagaimana pun Ken suaminya yang berhak atas dirinya, walau saat ini antara Anna dan Ken sedang tidak baik-baik, bermasalah dan bertengkar akibat kesalah pahaman yang terjadi antara keduanya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut"ucap Ken mencium puncak kepala Anna dan kedua mata Anna yang masih tersisa air mata.


"maaf kan aku Anna , ini mungkin sedikit sakit"ucap Ken menggenggam kedua tangan Anna


Mahkota Anna yang selama ini di jaganya dan sekarang diambil oleh Ken suaminya sendiri.


Anna memekik keras, sakit, pedih, perih semuanya dirasakan menjadi satu.


Kini Anna telah menjadi milik Ken seutuhnya,begitu juga dengan Ken telah memiliki Anna seutuhnya.


Sore itu menjadi saksi bisu persatuan antara suami istri yang sudah sebulan lebih menikah itu kini telah resmi menjadi pasangan suami istri yang utuh.


"Terimakasih Anna kamu telah menjaganya untukku, dan ini juga hal pertama bagiku"ucap Ken mencium puncak kepala Anna, dan memeluk tubuh Anna, setelah melakukan hubungan suami istri .


_


Anna merasa tubuhnya sakit-sakit semua, remuk dan tak berdaya lagi, untuk bangkit dari tidur saja rasanya sangat sulit sekali.


"kamu sudah bangun?"ucap Ken masuk ke dalam kamar melihat Anda yang kesusahan untuk bangun.


"Biar aku bantu"ucap Ken tersenyum ,Anna langsung menoleh ke arah Ken, pipinya langsung memerah dan panas,dia sangat malu dan masih kesal dengan Ken.


"Tidak usah!"Anna kembali menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut, tidak ingin rasanya dia menatap Ken saat ini.


"Kenapa? malu? aku sudah melihat semuanya Anna, bahkan juga sudah merasakannya untuk apalagi malu"ucap Ken yang terlalu vulgar bagi Anna.


"Mau atau mandi tidak? kamu tidak ingin melaksanakan ibadah?"tanya Ken


"memangnya udah jam berapa?"ucap Anna pelan masih didengar oleh Ken


"Jam 18.00"ucap Ken


"Astagfirullah bentar lagi mau magrib"ucap Anna terkejut.

__ADS_1


"Iya itu makanya mandi, mandi sendiri atau di mandikan?"ucap Ken menarik sudut bibirnya


"Tidak aku bisa sendiri, mas kamu keluar dulu sana"usir Anna


"Yasudah, kalo kamu butuh bantuan panggil aja aku"ucap Ken melangkah keluar kamar.


Setelah Ken keluar, Anna membuka selimut sampe leher dan membalutkan selimut pada tubuhnya, kemudian Anna dengan bersusah payah berdiri dan berjalan tertatih-tatih pelan diiringi dengan meringis kesakitan pada bagian intinya,dengan bantuan dinding Anna bisa berjalan pelan-pelan, Anna tidak ingin bantuan Ken, melihat Ken saja,rasanya Anna sangat malu.


_


Setelah selesai sholat magrib, walau dengan kesusahan dan rasa sakit yang dirasakan Anna.


"Sudah selesai beribadah?"ucap Ken mengejutkan Anna.Anna hanya diam tidak berani bicara apalagi menoleh ke arah Ken


"Masih sakit"ucap Ken menghampiri Anna yang masih duduk di atas sajadah.


"heemm itu itu anu, a aku malu mas"ucap Anna gugup dan menunduk.


"Aku nanya masih sakit atau tidak?bukan malu Anna"


"Heh?? Te tentu saja masih sakit"ucap Anna agak kesal, bisa-bisanya suaminya itu menanyakan hal itu,padahal ulah nya sendiri yang membuat Anna begini.


"Bisakah kita bicara sekarang, meluruskan kesalah pahaman tadi"ucap Ken


Anna hanya menganguk malu.


"Mau di gendong atau bisa sendiri?"ucap Ken


"Bisa sendiri"Anna melepas mukenahnya, dengan susah payah Anna kembali berdiri.


"Kalo memang tidak bisa jangan di paksakan sayang"ucap Ken entah itu secara sadar diucapkan Ken atau tidak, tapi Anna sudah merasa terbang di panggil sayang.


"Bisa kok mas"ucap Anna, Ken tetap membantu Anna,memapah tubuh Anna dan mendudukkannya dengan pelan di ekor ranjang yang masih berantakan karna ulah dirinya.


"Anna"ucap Ken menggenggam tangan Anna.


"Boleh tatap mas sayang!"ucap Ken membuat Anna terkejut bercampur heran dan bingung menatap Ken .


"Bisa mas jelaskan sekarang, bahwa apa yang Anna lihat tadi, tidak seperti apa yang Anna pikirkan,dia bukan pacar atau kekasih mas, jangan mengambil kesimpulan sebelum mendengar penjelasan dari mas"


"Apa yang dilihat tidak sepenuhnya itu benar, sebab kita butuh penjelasan untuk mengerti dan memahami yang terjadi"


Anna menatap Ken dengan berkaca-kaca,dia merasa menyesal dan salah paham dengan suaminya sendiri


...****************...


Bersambung

__ADS_1


Ayo readers isi bulan ramadan kita dengan beribadah, kalo dapat baca noveltoon nya di malam hari saja setelah solat tarawih.πŸ‘πŸ€—


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2