
Suasana kantor sudah terasa sangat sepi dan hening, para karyawan lain sudah pulang sejak sore tadi hanya Wardah, Amel dan Dina yang belum pulang mereka bertiga masih mengerjakan sedikit pekerjaan lagi tentang hasil rapat penting yang diadakan tadi siang.
Berkat kerja sama semua karyawan yang memegang posisi penting di perusahaan Alhamdulillah rapat penting yang dihadiri oleh beberapa pemimpin perusahaan pers dan para jurnalis berjalan dengan lancar dan berhasil tanpa ada hambatan.
"Apa masih banyak lagi Wawa?, besok aja kita lanjutkan!"ucap Dina
"Ngak kok Din, ini aku lagi menyimpan file dokument dan proposal ke dalam flashdisk"ucap Wardah yang masih fokus ke depan monitornya.
"Pak Tio tadi udah pulang Din? lah tinggal kita bertiga aja dong, cewek-cewek semua lagi, mana udah malam banget "ujar Amel setelah mematikan laptopnya dan menyimpan ke dalam tasnya.
"Iya itu makanya, setelah ini kita pulang aja naik Bus, tinggalin aja kendaraan kita di kantor, pasti aman kok dari pada naik kendaraan masing-masing takutnya nanti kenapa-kenapa di jalan"ucap Dina.
"Yaudah ayo kita pulang"ucap Wardah sambil berdiri mengambil tasnya dan menyimpan flashdisk ke dalam tasnya.
"Udah selesai aja Wawa?"ujar Amel yang diangguki oleh Wardah.
Karna mereka bertiga ada di lantai bawah jadi mereka langsung berjalan keluar dari kantor yang tampak sudah sepi dan sunyi itu, yang hanya ada pak satpam berjaga-jaga shif malam.
"Lembur ya Neng-neng geulis"
"Iya Pak Tono"jawab Amel
"Dari tadi Tuan Tio juga belum pulang, beliau menunggu Neng Wardah katanya"ucap Pak Tono.
"Kalo gitu pak Tono pergi dulu neng, mau berjaga-jaga"ucap Pak Tono berlalu meninggalkan 3 orang wanita muda tersebut.
"Cieeee cieeee yang di tungguin ayang"sorot Amel dan Dina pada Wardah.
"Btw hubungan kamu sama Pak Tio itu udah sampai mana sih Wawa?"tanya Dina
Sampai sekarang belum ada yang mengetahui bahwa Wardah dan Tio sudah lamaran. keduanya bersepakat tidak akan memberitahu hubungan mereka sampai hari H.
__ADS_1
"Ihhh Apaan sih kalian berdua,aku sama pak Tio ngak ada hubungan apa-apa"ucap Wardah berusaha biasa saja padahal sudah menahan rasa malu menyembunyikan perasaannya.
"mungkin aja di suruh Bos buat nungguin kita bertiga kali"jawab Wardah sekenanya.
"Mana mungkin Wawa, belum ada sejarahnya kali Bos menyuruh asistennya buat menunggu karyawan yang sedang lembur"ucap Amel terkekeh ketawa, Dina mengangguk mengiyakan ucapan Amel.
"Dari pada kita berdebat di sini, waktu semakin malam juga, lebih baik kita berjalan dulu menuju halte Bus Mel, kalo Wawa kan udah pasti di antar pulang, lah kita gimana?? siapa yang mau antar kalo ngak Bus"ucap Dina, melangkah duluan.
Tinnn Tinnnn klakson mobil
"Udah Ayo pulang ini sudah malam, tidak baik bagi kalian perempuan malam-malam begini masih di kantor, mari saya antar pulang"ucap Tio pada ketiga wanita tersebut, namun matanya hanya menatap ke arah satu wanita berhijab.
"Beneran nih pak Tio mau ngantarin kita berdua pulang? padahal tadi kan niatnya cuma nungguin Wawa aja,kami takut lho pak malah gangguin kalian berdua, mungkin aja kalian nanti mau makan malam dulu sebelum pulang, kami bisa kok pak pulang dengan Bus"ucap Dina sambil tersenyum sumringah
"Apaan sih Din, kamu mah udah berpikir terlalu jauh aja makin ngak jelas, kalo udah ditawarin jangan malah nolak,lebih baiklah diantar pulang oleh Pak Tio dari pada harus nunggu Bus dulu"jawab Wardah
"Iya benar si Dina sok ngak enakan, syukur lah kalo kita diantarin pulang oleh pak Tio,kan lebih hemat uang, apalagi kalo di ajak makan malam sekalian, wahh Alhamdulillah banget dong, mana aku udah lapar lagi, rezeki itu ngak boleh di tolak Din"ucap Amel melebih-lebihkan, Tio menghela nafas panjang mendengar cerocos Amel yang selalu menjebaknya, begitu juga Wardah geleng-geleng kepala dengan ucapan sahabatnya.
"Wahhh serius pak?"ucap Dina berbinar
"Kan apa aku bilang pak Tio itu orangnya memang baik plus dermawan pokoknya udah paling cocok deh sama Wawa"ucap Amel mengulum senyum begitu juga Tio sedangkan Wawa melotot ke arah Amel
Mereka bertigapun masuk ke dalam mobil Tio.
Sisi lain
Setelah Bunda dan Zidhan pulang setengah jam yang lalu dan membawa Attha bersama mereka.Anna dan Ken bersantai di ruang santai sambil mengemil dan minum teh hijau hangat.
"Jadi sayang pergi belanja dengan motor tadi siang?"ujar Ken
"Hehh iya mas, dari pada naik taksi, lagian motor Zidhan juga nganggur,jadi Anna pakai aja pergi belanja"ucap Anna cengengesan menatap suaminya.
__ADS_1
"Besok jangan naik motor lagi ya sayang, nanti kalo Anna kenapa-kenapa gimana, biarlah naik taksi atau go car itu lebih aman"
"Kalo tidak gimana Anna belajar nyetir mobil aja, di rumah Mami dan Papi itu adalah satu mobil mas"usul Ken
"Ngak deh mas, Anna ngak berani buat nyetir mobil, Anna takut"jawab Anna
"Anna tenang aja sayang, mas yang akan ajarin"ucap Ken
"hemmm,,,,,, nantilah mas Anna pikir-pikir dulu"
"Ohh iya mas tadi saat Anna keluar dari Swalayan, Anna bertemu dengan wanita yang dulu ngejar-ngejar mas dan sempat mau di jodohin sama mas itu"
"Dia natap Anna dengan penuh benci gitu trus bilang kalo Anna perebut calon suami dia, maksudnya Anna disebut rebut mas dari dia"
"Anjelina?? sayang, kurang ajar wanita itu, trus Anna ngak di apa-apain sama dia kan? trus apa lagi yang di bilang dia sama Anna, mas akan buat perhitungan dengan dia nanti"ucap Ken dengan sorot mata tajam menatap ke depan.
"Ngak ada mas.....ngak boleh naik emosi begitu, dia ngak apa-apain Anna, dia cuma bilang begitu aja,wajarlah kalo dia kesal sama Anna, di saat dia mau dijodohin sama mas ehh tiba-tiba Anna malah datang mengacaukan, dengan Anna pura-pura jadi kekasih mas,karna waktu itu mas yang minta, tau-taunya mami dan Papi percaya kemudian membatalkan perjodohan mas dengan mbaknya dan malah kita yang di nikahkan."ucap Anna mengenang masa-masa awalnya dengan Ken.
"Karna mas dan dia itu ngak berjodoh, makanya begitu lalu Allah mendatangkan Anna sebagai jodoh mas walau itu tanpa di sengaja dan di rencanakan sebelumnya bahkan mas pun tidak pernah terpikirkan begini jadi, tapi sekarang Anna ngak nyesalkan nikah sama mas yang udah tua begini, apalagi selisih umur kita beda jauh lho sayang?"ucap Ken menatap sang istrinya.
"Ngapain harus nyesal? karna mas adalah jodoh yang di kirim Allah untuk Anna, yang akan membimbing dan menjaga Anna di dunia ini, bukan kah umur itu adalah angka, mau selisih dekat, mau selisih jauh,itu tidak masalah bagi Anna, yang jelas setiap pasangan itu saling menerima dan menyempurnakansatu sama lain, Anna bahagia kok nikah sama mas, asalkan mas tetap setia pada Anna, mencintai dan menyayangi Anna setulus hati mas, insyaa Allah sampai kapan pun Anna akan tetap berada di sisi mas, mendampingi hidup mas, berdua selamanya dengan mas"ucap Anna dengan tatapan sayu dan penuh cinta menatap Ken, begitupun juga Ken menatap Anna, kemudian merangkul tubuh Anna dan memeluknya seraya menciumi wajah Anna.
"Terima kasih istriku, tidak bosan-bosannya mas ucapkan rasa syukur pada Allah, karna telah menjadikan Anna sebagai istri mas, wanita terbaik untuk mas yang biasa ini"
"Suami terbaik untuk Anna yang jauh dari kata sempurna dan banyak kekurangan ini"jawab Anna tersenyum bahagia.
cup, Ken mengecup pelan bibir istrinya dengan gemas.
...****************...
Jangan lupa dukungannya readers🙏🤗
__ADS_1