
3 minggu telah berlalu
Kabar tentang kehamilan Anna membuat kedua keluarga begitu bahagia tak terkira, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu dan harapkan terkabul juga.Tak di pungkiri Bunda dan mami pun sampai menangis haru mendengar Anna sedang mengandung, maklum cucu pertama dari anak sulung mereka.
Setiap hari Bunda dan Mami datang bergantian membawakan makanan untuk Anna, namun yang memakannya adalah Ken, bahkan semenjak Anna hamil dia yang selalu ingin makan, mau ini mau itu, bahkan tiap pagi selalu mengalami mual dan muntah, kadang Anna merasa bingung,bukannya dia yang mengalami gejala itu semua tapi suaminya sendiri.Yang hamil dia yang merasakan morning siccnes suaminya.
Ya walau begitu Anna tetap di perlakukan istimewa oleh ibunya dan mertuanya, seolah-olah Anna di manjakan seperti seorang ratu, di larang melakukan ini dan itu, diatur pola makan yang sehat, seperti makan sayur dan buah, hanya di suruh bed rest saja di ranjang, sambil di beri wejangan dan nasehat untuk dirinya dan calon bayinya.
Tidak hanya bunda dan mertuanya saja tapi suaminya juga begitu, lebih posesif dan progresif kepadanya dan calon baby mereka, Ken memberikan perhatikan penuh pada sang istri,Anna tidak diperbolehkan melakukan apapun, Ken sudah meminta salah satu ART di rumah Maminya untuk bekerja di rumahnya untuk mengurus pekerjaan rumah dan mengurus Attha.Bahkan ke kamar mandi pun Ken ikut menemani sang istri, takut terjadi apa-apa pada istrinya.
Kadang Anna merasa semuanya bersikap berlebihan padanya.Tapi Anna juga sangat bersyukur, melihat betapa besar kasih sayang keluarga nya pada dirinya, Anna juga sangat bahagia dapat memberikan kebahagiaan pada keluarganya dengan kehadiran calon baby.
,nya yang harus muntah-muntah, Anna kembali membantu Ken untuk duduk di ranjang.
"Anna ke bawah dulu, mau ambilin air hangat buat mas"ucap Anna hendak melangkah,namun tangannya di tahan oleh Ken.
"Tidak apa-apa sayang,mas kan udah biasa melewati pagi seperti ini"Ken menarik tangan Anna duduk di sampingnya.
"Anaknya papa kapan kamu akan buat papa seperti ini nak"ucap Ken lembut sambil mengelus perut Anna yang sedikit menonjol.
"Tapi tidak masalah nak dari pada umma mu yang merasakan ini lebih baik papa saja, papa ikhlas kok"ucap Ken berjongkok di depan Anna dan mencium perutnya.
Anna hanya tersenyum menyaksikan pemandangan yang setiap hari di dapatkan dari suaminya.
"Tapi apa adek ngak kasian dengan papa, tersiksa begitu setiap pagi harus muntah-muntah nak" Giliran Anna yang berbicara sambil mengelus perutnya.
Tok Tok Tok
Ketukan pintu kamar dari luar.
"Tuan muda, Nona muda ada Nyonya di bawah"ucap mbak Siti
"Oh Iya mbak,tunggu sebentar mbak"jawab Anna sambil membuka pintu kamarnya.
"Apa Attha sudah bangun mbak?"
"Sudah Nona,saya akan bantu Den Attha bersiap,permisi Nona"ucap Mbak Siti sekalian pamit turun ke bawah.
Anna kembali menutup pintu kamarnya
"Mami udah datang mas,ayo kita ke bawah samperin mami"ucap Anna
"Iya sayang, mas akan siap-siap ,kita akan ke bawah bareng-bareng"ucap Ken
"Mas mau ke kantor pagi ini?"
"Iya sayang, ada meeting penting pukul 9 nanti"ucap Ken menuju wall in closet dan di ikuti oleh Anna yang akan membantu suaminya untuk bersiap.
Cukup lama Mami menunggu menantu dan putranya di ruang keluarga yang tidak kunjung turun membuatnya sedikit cemas dan memutuskan untuk menyamperin ke kamar keduanya.
"Ayo mas, kasian mami lama menunggu kita"ucap Anna setelah merapikan Dasi Ken.
Ken berdiri setelah berjongkok saat istrinya memasang kan dasi untuknya.
__ADS_1
"Menantu"panggil Mami sambil mengetuk pintu kamar putranya.
"Ken buka pintunya, apa semua baik-baik saja, apa terjadi sesuatu pada menantu dan calon cucuku ,kenapa lama sekali turun"oceh mami di depan kamar
"Baik-baik saja,mami tidak usah khawatir berlebihan begitu"ucap Ken membuka pintu kamarnya bersama dengan Anna di sampingnya.
"Iya mami, maaf membuat mami menunggu kita, tadi Anna membantu mas Ken bersiap-siap ke kantor"ucap Anna tersenyum lembut sambil menyalami tangan mertuanya.
"Ken apa kau tidak bisa bersiap sendiri, kenapa merepotkan istrimu ,dia lagi hamil"omel Mami
Ken hanya diam enggan menanggapi ucapan mami yang nanti tidak akan selesai-selesainya menyalahkan dirinya.
"Ngak papa mami, tidak merepotkan kok,juga tidak memberatkan, sudah menjadi tugas Anna sebagai seorang istri"
"Iya nak mami tau, tapi sekarang ini kondisinya berbeda Anna lagi hamil, harus banyak istirahat dan jaga kesehatan"ucap mami lembut
"Sudah Ayo ke bawah, kita sarapan dulu,bisa telat aku nanti"ucap Ken.
Mami menghela nafas menatap putranya.
"Ayo nak,mami bawakan salad sayur dan pepes ayam untuk Anna" Sebelum Ken membimbing Anna menuruni tangga.Mami sudah merangkul Anna duluan.
***********
Di sisi Lain
"Awwwhh Tante"pekik Nadin dari dalam kamarnya
Beberapa kali Nadin mengambil nafas menahan rasa sakit yang luar biasa.
Dengan langkah cepat dan setengah berlari Bibik dan tante menghampiri Nadin di kamarnya.
"Astaghfirullah al'azim, Ya Gusti"Bibi terkejut melihat darah yang mengalir di kaki Nadin.
"Nya seperti nya Non Nadin akan melahirkan kan,kita harus segera membawanya ke rumah sakit"ucap Bibik dengan penuh kecemasan.
Sedangkan Tante sudah bergetar duluan melihat kondisi keponakan nya.
"Bik cepat panggil kan Mamang untuk menyiapkan mobil,cepat bik!!, kita tidak ada waktu lagi"ucap Tante.
Tanpa menunggu lagi bibik langsung turun ke bawah tergesa-gesa.
"Sayang bertahanlah"ucap Tante menenangkan.
"hiksss sakit tante,sakit......"lirih Nadin
Darahnya merembes begitu saja.
Tante dan Bibik memapah tubuh Nadin berjalan menuju mobil.
Tapi tiba-tiba orang-orang berbadan kekar dan tegap memakai pakaian serba hitam datang menghampiri.
"Siapa kalian??kalian mau apa? jangan halangi jalan kami"ucap Mamang bergetar takut.
__ADS_1
" Sakit......tolong bik,tante aku ngak tahan sakit......"Nadin tak henti merintis kesakitan.
Salah satu dari orang yang berpakaian hitam itu mengangkat tubuh Nadin yang membawanya masuk ke dalam mobil mereka.
Tante,bibik dan mamang panik dan ketakutan
"Hentikan, apa yang kalian lakukan pada ponakanku,dia akan melahirkan"teriak Tante berlari mengejar.
"Ikuti saja kami"ucap mereka.
Mobil mereka meleset meninggalkan rumah Nadin.Bibik dan mamang masih mematung shock melihat kejadian barusan.
"Ya Allah, apa yang akan mereka lakukan pada Nadin, selamatkan keponakan ku Ya Allah"
"Tunggu apa lagi, ayo cepat kita kejar mereka"ucap Tante
*********
"Arrghh tolong aku, sakit......ini benar-benar sakit...."Nadin menangis menahan sakitnya.
"Bertahanlah Nona, anda pasti kuat"ucap Arya memangku Nadin
"Darahnya semakin mengalir Bos"
"Cepat, apa kau tidak bisa menambah laju mobilnya hah"ucap Arya marah.
Sampai nya di rumah sakit, Arya menggendong tubuh Nadin , berlari dan berteriak memanggil suster dan perawat meminta pertolongan pertama.
Perawat langsung datang membawa blankar untuk Nadin,Arya meletakkan tubuh Nadin di atas blankar.
"Cepat tolong dia, cepat selamatkan dia,dia akan segera melahirkan"ucap Arya dengan bengis , wajahnya memerah.
"Baik Tuan"ucap mereka mendorong blankar Nadin.
"Tangan anda masih berdarah Bos"ucap anak buahnya.
"Tidak masalah, kalian cepat hubungi Bos, Beritahu dia bahwa Nona Nadin akan melahirkan"ucap Arya berjalan menyusul Nadin yang telah di bawa oleh perawat.
Tante dan Bibik datang tergopoh-gopoh, berteriak.
Tante menarik baju orang-orang suruhan itu.
"Dimana keponakan, apa yang kalian lakukan padanya, cepat katakan"Ucap Tante seakan ingin memakan orang-orang yang ada di depannya saat ini.
"Dia sudah di tangani oleh dokter di dalam"ucap mereka terkejut melihat kemarahan ibu-ibu yang berani-beraninya menarik bajunya.
Tante mendorong salah satu orang suruhan itu yang berdiri menghalangi jalannya, Tante tidak peduli dia berjalan tergesa-gesa mencari dan menanyakan keberadaan keponakannya di ruangan mana di tangani.
Bibik yang sudah tua sampai kewalahan mengejar Tante. Walau tante juga wanita yang sudah paruh baya,tapi Tante masih keliatan bugar dan sehat, seperti kebanyakan wanita paruh baya lainnya di luar negeri.
...**********...
Bantu vote, komentar,like dan rate ya readers,agar author semangat buat update nya
__ADS_1