
Hari-hari berlalu dengan cepat tak terasa tinggal menunggu hari lagi pernikahan Tio dan Wardah di laksanakan, sampai sekarang pun mereka masih memprivatenya dari orang lain, buktinya tidak ada yang tau bahwa keduanya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini, kecuali keluarga kedua belah pihak.
Dikantor pun keduanya juga tidak memperlihatkan, mereka terlihat seperti biasa, hanya saja sekarang keduanya sedikit menjaga jarak agar tidak terlalu dekat namun masih sesekali bertegur sapa dan berbincang-bincang soal pekerjaan.
"Aku perhatiankan kamu dan Pak Tio seperti ada masalah, akhir-akhir ini kalian agak menjauh dari biasanya atau memang kalian sengajakan dan menjalin hubungan diam-diam"tebak Amel asal cerocos.
saat mereka makan siang di cafe depan kantor.
Wardah yang saat itu sedang menyeruput minumannya langsung tersedak.
huukk huukk....huukkk huukss
"Aduhh Wawa hati-hati dong minumnya,masa gara-gara ucapan aku barusan kamu tersedak pula"ucap Amel yang berinisiatif langsung mengusap-usap punggung Wawa.
"Kamu ngak papa Wawa"ucap terlihat cemas saat melihat mata Wawa berair, wajah dan hidung Wardah juga memerah.
"Udah Mel aku ngak papa kok"ucap Wawa mengambil tisu dan mengelap mulut dan hidungnya.
Tio yang saat itu sedang berada di cafe tersebut sedang membeli makan siang untuk Bosnya, tak sengaja melihat keberadaan Amel dan Wardah di meja yang sedikit jauh dari dia berdiri, kemudian Tio menghampiri keduanya.
"Ada apa dengan Wawa Mel? kenapa wajah dan hidungnya memerah begitu?"Tanya Tio tak kalah cemas.
"Saya ngak papa kok Pak, cuma tersedak biasa karna tidak hati-hati"ucap Wardah
"Yaudah aku duluan ya Mel mau ke toilet sebentar"ucap Wardah berdiri, berlalu meninggalkan Amel dan Tio yang memandangnya dengan wajah terlihat cemas.
Amel menatap Tio sambil mengangkat bahunya dan geleng-geleng kepala tanda tidak tau, setelah itu juga berlalu menyusul Wardah.
"Besok mau nikah tapi sikapnya tetap aja cuek dan datar begitu"
"Lihat saja setelah nikah nanti, akan buat kamu takluk denganku"
***********
Disisi Lain
Siang itu setelah Anna menemani Nadin cek kandungannya ke dokter, kemudian Nadin dan tantenya juga sekalian mengajak Anna ke mall untuk berbelanja sambil melihat-lihat dan melengkapi kebutuhan Nadin dan bayinya saat melahirkan nanti, walau sebenarnya jauh-jauh hari semua perlengkapan bayinya sudah di siapkan, tapi tetap saja Nadin ingin menambah kebutuhan untuk bayinya supaya nanti tidak ada kekurangan.
Jika perkiraan dokter 6 minggu lagi Nadin akan melahirkan,itu pun bisa maju dan bisa juga mundur, tergantung apa yang telah di tetapkan Allah.
"Anna coba lihat sepatu bayi ini lucu ya"ucap Nadin mengambil sepasang sepatu bayi dengan gambar kucing sambil memperlihatkannya pada Anna.
"Iya lucu mbak, tapi babynya belum bisa di pasangkan sepatunya, tunggu dulu umur si baby 6 bulan baru bisa di pakai kan! "
"Bukankah semua perlengkapan baby sudah dibeli ya mbak, emangnya apa lagi yang kurang mbak?"ucap Anna
"entahlah Anna, tante juga heran sama dia, perlengkapan dan kebutuhan bayinya sudah cukup semua, apa lagi coba yang mau di beli?"ucap Tante geleng-geleng kepala heran.
__ADS_1
"Lihat-lihat aja dulu tante, mana yang bagus baru nanti dibeli, kan dengan model dan motif yang berbeda dari kemarin, iya ngak Anna?"
"Oh iya, kalo kamu mau beli pakaian untuk kamu dan Attha juga boleh kok, ambil aja!"ucap Nadin.
"Heheheee,,, tidak usah mbak"
"Ngak usah sungkan-sungkan begitu,lagian Ken juga ngak akan marah kok, ambil saja biar tante yang bayarin"ucap Tante Ayana.
"Hehehehe,,, iya tante, nanti aja, kita beli dulu apa yang di perlukan mbak Nadin dan bayinya"ucap Anna
Setelah cukup dan puas berbelanja kebutuhan Nadin dan sang bayi, mereka bertiga menyempatkan makan dulu di resto yang ada di mall tersebut sebelum pulang.
**********
Anna memutuskan pulang dengan taksi saja, dari pada diantar tante dan Nadin karna Anna tidak langsung pulang ke rumahnya tapi menuju rumah Bunda dulu untuk menjemput putranya.sebab tadi Anna meminta Zidhan untuk menjemput Attha ke sekolahnya dan di bawa ke rumah bunda.
Sampainya di rumah Bunda ternyata pintu rumah terkunci seperti tidak ada orang di rumah.
"Kemana bunda dan Attha?"gumam Anna,terpaksa Anna duduk menunggu di kursi teras rumah.
Anna menelfon suaminya.
"Assalamualaikum mas"
"Nanti kalo udah pulang dari kantor langsung ke rumah Bunda ya mas"
"Yaudah hati-hati ya mas, wa'alaikumusalam"ucap Anna lalu menutup teleponnya.
"Nak Anna"sapa buk Lusi tetangga Anna.
"Ehh buk Lusi,apa kabar bu, udah jarang jumpa ya buk"ucap Anna berdiri dan mendekat ke arah dinding pembatas rumah, karna rumah bunda dan rumah buk lusi berdekatan hanya di batasi dinding saja sebagai pagar samping.
" Seperti yang kamu lihat nak, lagian ibuk juga baru pulang kesini, ibuk di bawa tinggal bersama anak ibuk di Yogyakarta"
"Cuma beberapa bulan ibuk di sana, lalu kembali lagi kesini, dari pada kosong saja rumah ini lebih baik ibuk huni, nanti kalo udah mendekati hari lahiran Erna, terpaksa lagi ibuk balik ke Yogyakarta untuk menemaninya"cerita buk Lusi, Anna hanya mengangguk-angguk saja mendengarkannya.
"Berarti Erna udah hamil ya buk? Alhamdulillah ya buk, selamat buat ibuk dan Erna,ngomong-ngomong udah berapa bulan buk? "ucap Anna
"Iya terimakasih nak, Alhamdulillah sudah masuk 6 bulan nak"ujar buk Lusi dengan raut wajah bahagia.
"Kalo ibuk boleh tau, kamu udah ngisi atau belum Anna? perasaan kamu lebih dulu menikah dari pada anak ibuk"ucap Bu lusi membuat Anna sedikit tersinggung.
"Umma..... umma"panggil Attha yang berlari menghampiri Anna, disusul juga dengan Bunda yang berjalan ke arahnya.
"Sayangnya umma dari mana aja sama nenek"ucap Anna menggendong Attha,namun di tahan oleh Attha.
"Attha udah besar umma, nanti umma malah keberatan gendong Attha"Anna tersenyum sayang menatap putranya.
__ADS_1
"Tadi nenek aja jalan-jalan keliling kompleks umma,habisnya lama bangat"ujar Attha mengerucutkan bibirnya diakhir katanya.
"Ternyata Attha sudah besar saja ya Bu"ucap Bu Lusi
"Heh iya Buk Lusi, Alhamdulillah sudah tumbuh besar"
"Mari buk, kami masuk dulu"ucap Bunda
"Mari Buk"ucap Anna berusaha tersenyum.
"Tidak usah di masukkan ke dalam hati, Itu hal biasa, wajar juga buk lusi bertanya"ucap Bunda mengerti perasaan putrinya, karna tadi Bunda sempat mendengar kalimat terakhir buk Lusi pada Anna.
"Iya bun, Anna juga paham kok"jawab Anna.
_
Setelah magrib Ken baru pulang langsung menuju rumah Bunda, karna tadi istrinya menelfon mengatakan berada di rumah bunda bersama putranya.
"Sudah sholat magrib kan mas"ucap Anna menyalami tangan suaminya saat baru pulang.
"Sudah sayang, di jalan sebelum pulang tadi"Anna mengangguk tersenyum
"Mau mandi langsung mas"ucap Anna
"Iya sayang, pakaian mas ada di sini kan?"tanya Ken
"Ada kok mas, beberapa style Anna simpan di lemari, supaya jika kita nginap di rumah bunda tidak susah"ucap Anna sambil berjalan bersama Ken menuju kamarnya.
***********
Setelah selesai, Anna dan Ken keluar kamar menuju meja makan.
"Maaf ya nak, bunda sudah makan malam duluan bersama Attha"ucap Bunda pada menantunya,saat Ken dan Anna berhenti ruang bersantai, dimana bunda dan Attha sedang menonton tv.
"Tidak apa bunda, kasian bunda jika menunggu Ken dan Anna,kelamaan"jawab Ken.
"Zidhan belum pulang bun?"tanya Anna
"Belum nak, kamu dan nak Ken makan malam aja dulu sana, nak Ken pasti sudah lapar"jawab Bunda
"Iya bun, yasudah ayo mas"ujar Anna
mereka berdua berjalan menuju meja makan untuk makan malam, Bunda dan Attha sudah makan duluan, sedangkan Zidhan belum pulang kerja. Jadi pasangan suami istri itu menikmati makan malamnya di rumah bunda berdua saja.
...****************...
jangan lupa like, komentar, vote, gift dan follow akun author ya readers
__ADS_1