
Hari ini Di Kantor
Wanita cantik sedang berdebat dengan repsesionis pasalnya dia ingin bertemu dengan Ken.
"kami tidak bisa mempersilakan nona untuk masuk, karna nona belum membuat janji dengan Pak Ken"
"Aku tidak perlu membuat janji dengan Ken, apa urusan kalian melarang ku untuk bertemu dengan Ken,aku adalah wanitanya"ucap wanita itu kesal
"Ini sudah peraturan dari kantor Nona, lebih baik Nona tunggu ,biar kami menghubungi Pak Ken dulu"ucap repsesionis dengan ramah.
"Kalo Ken tau akan di potong gaji kau nanti"ucapnya mengepal tangannya melihat repsesionis itu.
Setelah selesai menelepon Bosnya repsesionis itu mempersilakan Amara masuk.
"Seharusnya dari tadi kau menyuruhku masuk"ucap Amara menatap ****** repsesionis itu dan berjalan dengan angkuhnya bak wanita kalangan atas.
"dasar repsesionis sialan itu, bisa-bisanya dia melarangku bertemu dengan Ken"gumam Amara sambil keluar dari lift menuju ruang Ken. Saat Amara akan masuk ke ruang Ken bersamaan juga dengan Anna yang masuk keruang Ken dengan membawa berkas dokumen di tangannya.
"Anna?"ucap Amara
Anna langsung menoleh ke arah sumber suara
"Mbak Acara Kan?"ucap Anna memastikan
"Iya benar ternyata kamu masih ingat saya"ucap Amara
"Iya pasti lah mbak, mau ketemu Pak Ken ya mbak?"ucap Anna tersenyum kikuk ,dari sudut hatinya ada merasa janggal saat Amara ingin menemui Ken
"Iya, kamu juga Kan kita barengan aja"ucap Amara mendorong pintu kaca itu dan masuk ke ruangan Ken, diikuti oleh Anna.
"Amara?? kenapa kau datang tidak memberitahukan ku dulu "ucap Ken berdiri menghampiri dan menyambut Amara.
"Iya baby aku ingin bertemu denganmu saja"ucap Amara memeluk Ken, sontak Ken terkejut ternyata ada Anna di belakang Amara menatap sendu ke arahnya.Kemudian berbalik arah dan keluar dari ruangan Ken ,bibir Ken kelu untuk mencegahnya.
"Ohh iya aku lupa Anna juga ada disini"ucap Amara melepas pelukannya dan melihat ke belakang.
"Loh kemana Anna, perasaan kami datang bersamaan tadi dan di belakang ku"ucap Amara bertanya pada Ken.
"sudah kembali ke ruangannya"ucap Ken datar dan kembali duduk dikursi kebesarannya.
"Ada apa tiba-tiba kamu kesini Ar? apa ada masalah"tanya Ken
"Tidak baby aku hanya rindu saja denganmu, lagian putraku juga lagi sekolah aku juga suntuk di rumah sendirian, lebih baik aku mengunjungimu"ucap Amara.
"heemmm baguslah"ucap Ken
"Ohh iya baby apa kamu sudah mulai membuka hati pada seorang wanita?"tanya Amara penasaran.
"Entahlah Ar aku tidak tau,tapi aku sudah melamar seorang wanita tinggal 2 minggu lagi acara pernikahannya"ucap Ken jujur
"What?? kamu serius baby?, kau tidak memberitahukan ku tentang masalah yang sangat penting seperti ini? lalu siapa wanita nya?pernikahanmu tinggal 2 minggu lagi dan kau malah terlihat santai saja"ucap Amara pura-pura marah
__ADS_1
"Tenang Ar, ini terjadi di luar pemikiranku, ini semua mendadak saja, Mami dan papi yang telah mengatur dan mempersiapkan semuanya, jika mereka butuh bantuan ku, baru aku tolong"ucap Ken
"Dasar pria kaku dan tidak peka? nyeselin juga, jadi kau dengan wanita itu di jodohkan atau bagaimana sih? "ucap Amara
"Tidak Ar, sebenarnya wanita pilihanku,tapi kami tidak saling mencintai satu sama lain, dia terlihat cuek saja, dan aku pun juga begitu, tak seperti pasangan biasa"ucap Ken
Amara yang mendengar ucapan Ken membuatnya terkekeh.
disisi lain
Anna lebih menyibukkan dirinya untuk mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas-tugasnya.
"Ya Allah kenapa hati ku tidak terima melihat Pak Ken berpelukan dengan Mbak Amara"gumam Anna
"ahrrrggg tidak-tidak biarkan saja aku tidak peduli terserah Pak Ken saja, memangnya aku siapanya dia"ucap Anna menggeleng-geleng kepala
"lebih baik aku selesaikan semua pekerjaan dari memikirkan hal yang tidak penting"
πππππ
Saat makan siang waktu istirahat Anna terlihat lebih baik diam dan tidak berselera makan.
"Kamu kenapa Ann? tidak biasanya kamu seperti ini?"tanya Amel
"tidak apa-apa Mel"ucap Anna dengan wajah muram
"kamu kalo ada masalah cerita sama aku"ucap Amel
Amel cepat-cepat menghabiskan makanannya dan menyedot habis minumannya.
"tunggu Ann"ucap Amel berlari mengerjakan Anna ternyata Amel terlambat sedikit Anna sudah masuk ke dalam lift menuju ruangannya di lantai Atas.
"ihhh telat aku"ucap Amel menghentak kan kakinya.
"kenapa dia?wajahnya terlihat muram dan tidak bersemangat saja"gumam Amel dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya
Disisi lain
Setelah Makan siang bersama Ken dan Amara menjemput anak Amara di sekolahnya.
"Kamu tidak apa-apa mengantar ku kan Ken, nanti kalo calon istrimu tau bakalan marah dia"ucap Amara terkekeh
"Tidak akan Ar,kau jangan malah terus mengejek ku"ucap Ken
"Aku tidak habis pikir bagaimana nanti kalian menjalin hubungan, sungguh pasangan yang aneh"ucap Amara menahan senyum
sampainya di sekolah putranya Amara dan Ken turun dari mobil dan menunggu putranya Amara.
"Mommy"ucap putra berlari menghampiri sang ibunya dengan seorang pria dewasa.
"Hai sayang"ucap Amara memeluk putra
__ADS_1
"kenalin this is friend mommy, uncle Ken"ucap Amara sebelum putranya itu bertanya.
"Hai ganteng"ucap Ken
Hanya diacuhkan oleh putra Amara
"Dia bisa bahasa Indonesia Ar"tanya Ken
"cuma dikit-dikit Ken,frans sapa uncle Ken sayang"ucap Amara
"Hai uncle, I am frans"ucap Frans datar
"Hai frans"ucap Ken
"Ayo masuk "ucap Ken
Amara dan Frans masuk ke dalam mobil Ken
"dia terlihat dingin ya Ar"ucap Ken sambil menyetir mobil
"Iya Ken dia tidak suka banyak bicara,sama seperti mu tapi akan sangat akrab orang yang dikenalnya saja"ucap Amara melirik sekilas anaknya yang duduk dibangku belakang,Ken hanya mangut-mangut
"umurnya berapa sekarang?"ucap Ken
"9 tahun, dan adiknya 7 tahun"ucap Amara
"ngak beda jauh dari ponakan ku, yang laki-laki umur 8 tahun dan yang perempuan 5 tahun"ucap Ken
"anaknya kirana ya Ken? udah besar aja ya anaknya"
"Iya"ucap Ken datar
"siapa suaminya Ken?"ucap Amara penasaran
"kamu sih Ar kelamaan di luar negeri ngak tau informasi, siapa lagi kalo bukan si biang kerok yang suka cari masalah dengan aku waktu kuliah dulu"ucap Ken
"Apah?? Jadi Kirana menikah dengan Nathan,musuh nya kamu? situkang playboy itu"ucap Amara ternganga dan terkejut
"Ya Ampun sungguh aku tidak percaya adikmu menikah dengan musuh mu sendiri, sangat mencengangkan dan tidak masuk akal sekali bagaimana itu bisa terjadi? sungguh cinta itu mustahil ya Ken"ucap Amara dengan tertawa tertahan.
"Itulah kenyataan pahit yang harus ku terima, mau tidak mau harus ku akui musuh ku sendiri menjadi adik iparku"ucap Ken
"hahahahahhah"tawa Amara melihat ekspresi wajah Ken tidak suka
"kau selalu menertawakan ku"ucap Ken sinis
Mereka terus mengobrol di dalam mobil, hingga tak terasa mobil Ken sampai di rumah Amara.
...****************...
Bersambung
__ADS_1