My Love Bos

My Love Bos
Belanja di Mall


__ADS_3

Seperti yang diucapkan Ken tadi pagi dia akan membawa sang istri untuk berbelanja pakaian dan juga tambahan perlengkapan baby mereka sore ini.


Jadi sepulang kantor Ken langsung saja menjemput istrinya ke rumah dan mereka berangkat menuju mall tempat tujuan mereka berbelanja.Tanpa membawa Attha sebab putra angkat mereka itu belum benar-benar baikan dan lebih baik istirahat di rumah dan di jagain oleh Zidhan karna sebelumnya Anna telah menelepon adiknya untuk menjaga putranya selama dia dan sang suami di luar.


Tampaknya Anna sangat bahagia terlihat dari raut wajah nya yang berbinar dan penuh semangat sejak di dalam mobil tadi hingga sampai ke mall.Seperti burung yang lepas dari sangkarnya itulah yang Anna rasakan saat ini,dia kembali menghirup udara segar dan kebebasan.


Apalagi menginjakkan kaki di mall itu hampir tidak pernah di lakukan nya semenjak hamil, untuk kebutuhan nya saja dan beberapa perlengkapan bayinya yang udah dibeli kemarin telah di urus beres oleh asisten suaminya, Anna hanya tinggal menerima ada.


Boleh di bilang semenjak hamil dia bagaikan terkurung di dalam sangkar di rumahnya sendiri, di larang keluar, berkumpul dengan teman-teman nya, bersantai menikmati waktunya di cafe, tak pernah lagi di lakukan nya, bahkan kemana-mana pun harus bersama sang suami.Tunggu suami pulang barulah dia pergi jika ingin keluar dan memang ada sesuatu yang yang mengharuskan keluar, seperti ada yang di kunjungi atau ingin makan sesuatu.Tapi jika tidak ya di rumah aja seharian.Terkadang sesekali suami juga berinisiatif mengajaknya makan di luar, ya itupun cuma beberapa kali.


Bosan dan suntuk sebagai ungkapan yang tak bersuara sering Anna rasakan. Namun apa boleh buat sebagai seorang istri yang patuh pada perintah suami selagi itu baik dan tidak bertentangan dengan agama Anna akan mengikutinya.Lagian menurut nya apa yang di larang oleh suaminya pasti demi kebaikan dirinya juga dan calon baby mereka.


Selama di Mall Ken selalu menggenggam erat jemari sang istri, tak ingin sang istri jauh sejengkal pun darinya, meskipun sudah ada beberapa orang suruhan nya untuk berjaga-jaga dan mengawasi dari jauh agar tak terjadi sesuatu.


"Mas kenapa di genggaman terus tangan Anna?"ucap Anna bersungut-sungut.


"Anna ngak bakalan lari lho, kalo begitu terus Anna susah buat pilih-pilih pakaian yang mau di beli" Anna menatap sebal pada sang suami.


"Pilih aja mana yang Anna mau lalu minta pegawai tokonya mengambil kan, mudahkan!!"jawab Ken dengan santainya.


"Mana bisa begitu ihh, lihat-lihat dulu, di raba dulu,di coba dulu kalo cocok baru di ambil" jawab Anna mulai kesal.

__ADS_1


Ken menghela nafas pelan mendengar ucapan sang istri, memang seribet itu kah wanita kalo belanja.


"Malu di lihatin orang lo mas, di katain suami posesif kali sama istrinya"sambung Anna risih melihat sekeliling yang menatap aneh ke arah mereka berdua yang sedang berdebat kecil.


"Terserah apa yang mau mereka katakan atau pikirkan tentang kita mas juga ngak bakal peduli sayang"jawab Ken masa bodoh, dan dengan sengaja mengecup kening sang istri di tempat umum.


Anna yang malu sendiri seraya menghembuskan nafas pelan dengan ulah suaminya yang tak tau tempat.


Setelah Ken melepas tautan tangannya dari jemari Anna, dengan begitu Anna bisa leluasa bergerak memilih pakaian, dress rumahan dan daster ukuran oversize untuk tubuhnya agar lebih lega dan tidak sesak juga nyaman dan adem saat di gunakan.Sebab saat hamil bukan ukuran perut saja yang membesar tapi bentuk tubuh juga lebih berisi dan gendut. itu makanya pakaian banyak yang tidak muat dan udah sempit.


Ken yang dari tadi senantiasa berada di dekat Anna pusing melihat istrinya yang bergerak kesini kemari memilih pakaiannya, apalagi dengan kondisi perut yang besar pasti membuatnya kesulitan ya walaupun ada 2 orang pegawai toko yang membantunya, Tapi Ken tetap aja merasa cemas dan khawatir takut istrinya dan calon babynya kenapa-kenapa.


"Sayang, udah ya kita pulang aja, Anna pasti capek,udah ya!!"ucap Ken membujuk istrinya setelah istrinya itu selesai memilih pakaian yang ingin di belinya.


"Besok mas akan suruh Laura dan Tio saja yang membeli"ucap Ken menahan tangan Anna.


"Kali ini biarin Anna memilih perlengkapan baby dengan pilihan Anna sendiri, sesuai selera yang Anna suka" ucap Anna juga memelas pada sang suaminya.


"Memang nya perlengkapan yang di beli Tio sama Laura kemarin tidak Anna sukai?"tanya Ken menatap istrinya.


"Bukan begitu mas....... ada perasaan bahagia tersendiri jika seorang ibu langsung yang ikut membeli dan memilih perlengkapan dan kebutuhan untuk baby mereka, apalagi ini yang pertama bagi Anna dan entah kapan Anna akan merasakan moment seperti ini lagi"jelas Anna panjang lebar tatapan memohon dan berharap.

__ADS_1


Perkataan istrinya barusan membuatnya tersentuh sebagai seorang suami tentu saja Ken memahami perasaan istrinya apalagi ini moment yang pertama bagi mereka berdua.Dan setiap calon orang tua pasti hal inilah yang mereka nanti-nanti kan membeli semua kebutuhan dan perlengkapan bayi untuk anak mereka.


"Baiklah"putus Ken.


"Terimakasih mas"ucap Anna tersenyum bahagia sambil memeluk lengan suaminya.


Ken mengangguk dan membalas senyum istrinya.


Kemudian Ken langsung menghubungi salah seorang untuk membawakan sebuah kursi roda.


"Ya udah kita duduk dulu sebentar menunggu kursi roda yang akan di bawakan untuk Anna"ucap Ken mengajak istrinya duduk di sebuah kursi yang di sediakan di mall.


"Tapi....."ucap Anna tak jadi melanjutkan ucapannya setelah melihat tatapan suaminya yang tidak ingin ada penolakan.


Setelah kursi roda tiba, Anna dibantu suaminya untuk duduk di kursi roda dan kemudian di dorong oleh suaminya .Mereka kembali menjelajahi mall untuk membeli kebutuhan, terkhusus perlengkapan dan peralatan untuk baby, kebutuhan untuk Attha dan banyak lagi yang lainnya yang mereka beli.


Dan Anna selalu meminta pendapat suaminya setiap memilih satu barang.Bahkan suaminya itu juga ikut turun tangan memilih perlengkapan dan kebutuhan baby mereka serba sepasang cewek dan cowok, sebab baby mereka belum di ketahui jenis kelaminnya jadi di beli harus serba dua.


Ken meminta salah seorang karyawan untuk mengikuti mereka dan mendorong keranjang belanja mereka.


Saat waktu magrib masuk, mereka berhenti dulu untuk sholat magrib di mushola yang ada di lantai paling dasar di mall tersebut.

__ADS_1


Selesai sholat magrib, Anna dan Ken memilih untuk makan dulu.Dan belanjaan mereka telah di urus oleh orang-orang suruhan Ken hingga selesai dan juga di antar sampai ke rumah mereka.


__ADS_2