My Love Bos

My Love Bos
Ke rumah Bunda


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Ken mengantar Anna dan Attha ke rumah Bunda, karna permintaan istrinya dan anak angkatnya itu yang ingin mengunjungi sang Bunda,mertuanya Ken.


"Makasih ya mas"ucap Anna sebelum turun dari mobil, sedangkan Attha sudah turun duluan.


"Hemmm,,,, nanti mas jemput setelah pulang kantor"ucap Ken, diangguki oleh Anna sekaligus menyalami menyalami tangan suaminya.


Kemudian Anna turun dari mobil, dan tersenyum pada Ken sebelum mobil Ken berputar arah meninggal rumah Bunda.


Setelah mobil Ken menjauh, Anna baru berjalan seraya menutup kembali pagar rumah Bunda.


"Assalamualaikum Bunda"ucap Anna


"Wa'alaikumsalam nak"ucap Bunda dengan tersenyum lebar duduk di ruang tamu bersama sang cucunya yang duduk di pangkuan Bunda.


Anna menyalami tangan Bunda dan kedua pipi bunda.


"Udah hampir sebulan ngak ketemu bunda"ucap Anna bergelayut manja dan duduk di sebelah bundanya.


"Umma manja cama nenek"cibir Attha


Anna dan bunda terkekeh mendengar ucapan Attha


"Tumben kesini?"tanya Bunda


"Saking jarangnya keluar rumah, Anna selalu di bilang tumben ketika sekali-sekali keluar rumah"ucap Anna manyun


"nenek Atha mau tulun"ucap Attha turun dari pangkuan Bunda dan berlari keruang keluarga di sana masih ada mainannya.


"Emang baguslah begitu, istri yang baik itu ya selalu di rumah dan menunggu suaminya pulang bekerja"ucap Bunda mengulum senyum melihat putrinya.


"Tapi Anna juga bosan bun, Anna juga ingin bekerja kembali tapi mas Ken ngak bolehin"ucap Anna


"Ikuti saja ucapan suami nak, maksudnya nak Ken pasti baik dia ingin Anna fokus untuk mengurus rumah tangga saja"


"Bunda bahagia Anna dapat suami yang bertanggung jawab seperti nak Ken,bahkan dia juga membiayai Bunda dan Zidhan, Bunda merasa tidak enak hati pada nak Ken telah merepotkannya,masa menantu juga bertanggung jawab dengan keluarga istrinya"


"Tidak apa kok Bun, mas Ken tidak pernah merasa direpotkan sama sekali, waktu itu Anna juga udah bilang pada mas Ken begitu, dia hanya bilang, "apa salahnya Bunda dan adik Anna adalah keluarga mas, jadi tidak masalah bagi mas buat membiayai keluarga sendiri, sekarang mas lah pengganti Ayah untuk keluarga Anna"ucap Anna meniru kata-kata suaminya.


"Masya Allah beruntungnya kamu nak, Anna mendapat suami yang begitu baik, Bunda pun bersyukur memiliki menantu seperti nak Ken"ucap Bunda dan Anna saling tersenyum


"Alhamdulillah Bun"


"Ohya bagaimana sekarang Anna sudah ada tanda-tanda hamil? bubuk jamu yang bunda beri di minum kan tiap malam? "tanya Bunda sambil menyentuh perut rata Anna


Anna menggeleng pelan dan menganguk


"Tidak apa sayang, belum di kasih rezeki sama Allah, yang penting kita selalu berusaha dan berdo'a"


"Kemarin Bunda beli Zuriat dan kurma, Anna bisa konsumsi setiap hari karna itu bagus untuk kesuburan Anna"


"Ya Allah bunda repot-repot segala beliin buah buat Anna"ucap Anna memeluk manja bunda dari samping.

__ADS_1


"Demi adanya cucu bunda "ucap Bunda terkekeh dan Anna juga ikut terkekeh


_


Setelah selesai sholat magrib


"Kenapa mas Ken belum jemput?"gumam Anna


"Mbak ayo kita makan malam"ucap Zidhan dari luar kamar Anna


"Iya dek, tunggu sebentar"ucap Anna merapikan perlengkapan sholatnya dan keluar dari kamar menuju meja makan.


"Pintar ya ponakan om sekarang udah bisa makan sendiri"ucap Zidhan mengusap rambut Attha. Anna yang baru bergabung ikut tersenyum melihat adiknya yang sayang pada anaknya.


"Ayo nak kita makan malam dulu"ucap Bunda


"Iya bun"ucap Anna duduk di sebelah bundanya.


Anna menikmati makan bareng bersama keluarganya kembali, hanya saja sekarang kurang suaminya.


Setelah selesai makan malam


"Biar Anna saja yang bersihin bun, bunda duduk saja"cegah Anna


"Yasudah bunda nyusul Zidhan dan Attha di ruang keluarga"ucap Bunda.


Bunyi deruan mesin mobil dan klakson mobil diluar rumah.


"Iya bun"


"Itu pasti Kakak Ipar mu,tolong bukakan pagarnya sana"ucap Bunda


"Baik Bun, Attha sayang Om Ji mau bukakan pagar untuk Papa Attha dulu yah"ucap Zidhan pada Attha setelah itu berdiri dan berjalan keluar rumah untuk membukakan pagar buat Kakak Iparnya.


Setelah selesai mencuci piring kotor Anna berjalan menuju ruang keluarga.


"Zidhan mana bun?"ucap Anna duduk bergabung bersama bunda dan putranya.


"Keluar bukain pagar untuk nak Ken"


"Mas Ken udah sampai bun?"ucap Anna berbinar dan bersemangat jalan ke arah ruang tamu.


Anna tersenyum melihat suaminya keluar dari mobil,Anna menghampiri Ken.


"Mas"ucap Anna menyalami tangan suaminya dan di balas kecupan oleh Ken di kening Anna


"Hehhkmmm"deheman Zidhan melewati sepasang suami istri itu.


"Hehehehhe.... iri ya dek"goda Anna


"Ngak!!"cibir Zidhan dari jauh ke arah Anna dan masuk ke dalam rumah.Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat kakak beradik itu.

__ADS_1


Kemudian Ken dan Anna masuk ke dalam rumah.


"Tumben telat pulangnya mas"ucap Anna menggandeng tangan suaminya.


"Tadi ada pertemuan penting dengan klien pers dan media cetak"ucap Ken tersenyum ke arah istrinya


"Bunda"ucap Ken menyalami tangan mertuanya ketika dia dan Anna sampai di ruang keluarga.


"Nak Ken!"ucap Bunda tersenyum lembut pas menantunya.


"sudah makan nak? Anna tolong siapkan makanan buat suami mu nak"


"Ken sudah makan tadi bun bersama klien penting"ucap Ken


"Attha mana??"tanya Ken tidak melihat anak angkatnya di ruang keluarga itu


"Main dengan Zidhan di kamarnya"ucap Bunda


"Anna buatkan minuman buat suami mu"ucap Bunda


"Iya bunda"ucap Anna


Bunda dan Ken duduk di sofa ruang keluarga


"Uang untuk bulan ini masih cukup Bun?"tanya Ken


"Sangat cukup nak, malahan berlebih,bunda tidak enak hati membebankan menantu bunda untuk kebutuhan Bunda dan Zidhan"


"Tidak masalah kok Bun, sudah menjadi tanggung jawab Ken untuk memenuhi kebutuhan bunda dan Zidhan sekarang"ucap Ken


"Mas, bunda ini minumannya"ucap Anna membawa 3 gelas teh hijau hangat.


"Terimakasih sayang"ucap Ken yang diangguki oleh Anna.


Mereka melanjutkan mengobrol santai dengan Bunda.Hingga tak terasa sudah pukul 9 malam, Anna dan Ken pamit pulang ke rumah mereka, walau tadi bunda sudah menawarkan untuk menginap saja namun Nadin dari tadi telah menelepon Ken, dia terkurung di luar rumah Ken menunggu Ken dan Anna pulang.


Mobil Ken langsung memasuki garasi,Ken menggendong Attha yang tertidur dan Anna berjalan duluan untuk membukakan pintu.Mereka melewati Nadin yang berwajah masam duduk di kursi teras rumah.


Setelah meletakkan Attha di kamarnya ,Ken dan Anna keluar dari kamar putra angkatnya itu.


"Kalian dari mana saja, aku sudah menunggu lama di teras rumah lho Kak"ucap Nadin menahan kesal.


"Maaf mbak , kami dari rumah Bunda ku"jawab Anna.


"Aku hampir lupa kamu menginap di sini Nadin"


"Ah sudah lah Kak, aku capek mau istirahat"ucap Nadin malas da masuk ke kamar


Anna dan Ken saling pandang, keduanya mengedikkan bahu tidak mengerti, setelah itu Anna dan Ken juga memutuskan untuk ke kamar mereka.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2