My Love Bos

My Love Bos
Anna ke Kantor


__ADS_3

Pagi ini Seperti biasa hanya saja Anna terlihat masih sedikit kesal dan cemberut pada Ken.


Karna kesepakatan semalam Anna ikut ke kantor hari ini bersama Ken untuk membantu masalah yang ada di kantor Ken, selain itu juga untuk mengawasi suaminya agar tidak terlalu dekat dengan Amara.


"Sayang! Anna yakin mau ke kantor bersama mas, kenapa tidak dirumah saja atau jemput Attha di rumah Bunda"ucap Ken lagi


"Kenapa? apa mas ngak senang Anna ikut ke kantor mas?"


"Lagian Anna ikut juga ingin membantu,bilang aja mas ngak mau Anna ganggu dengan mbak Amara, benarkan! "ucap Anna menatap tajam Ken,setelah merapikan penampilannya, Anna berjalan mengambil tas miliknya dan juga milik Ken.


"Terserah Anna tapi jangan bahas Amara lagi, ngak ada apa-apa mas dengan Amara, gimana jelasinnya supaya Anna ngerti sih"


Ken hanya pasrah dengan istrinya itu.


"Mau sarapan atau ngak mas?"ucap Anna berjalan ke arah pintu.


"Iya iya"jawab Ken


_


Sampainya di kantor mereka berjalan beriringan masuk kedalam kantor. Setiap karyawan yang melihat Bos dan istrinya datang ke kantor hanya mengernyit bingung dan juga heran. Mereka bertanya-tanya Ada apa Anna kembali datang ke kantor sepagi ini bersama Bos Ken, padahal setelah menikah dengan Bos, Anna tidak boleh lagi bekerja oleh Bos nya.


"Selamat pagi Bos , Nona Anna!"sapa karyawan


"Iya Sania, Sandi"jawab Anna ramah


"Tumben ke kantor bareng Bos, Nona? "


"Iya sekalian bantu pekerjaan Bos sebisa saya"jawab Anna


"Ayo!"ucap Ken yang udah jalan duluan didepan.


Mereka berdua naik lift menuju ruangan Ken. Saat masuk ke ruangan Ken Laura terkejut melihat kedatangan istri Bos nya itu, apalagi waktu itu dia pernah bersikap kasar pada Anna.


"Selamat pagi Bos dan Nona"ucap Laura sedikit menunduk dan canggung bertemu Anna.


"Pagi!"jawab Anna tersenyum


"Bagaimana informasi apa yang didapat kan kemarin? udah ada perkembangan? "ucap Ken pada Laura


"Belum ada Bos, sekarang aku dan Tio akan kembali mencari akar dari masalah yang dihadapi perusahaan kita ini"jawab Laura dengan lugas


"Bagus! apa kemarin Amara ikut dengan kalian?"


"Iya Bos Nona Amara mendatangi para klien dan investor kita untuk menggali informasi dan juga meyakinkan mereka untuk tetap bekerja sama dengan kita, termasuk Pak Ray juga ikut membantu kemarin"


"Kak Ray juga ikut membantu?"tanya Anna


Ken melirik tidak suka saat Anna menanyakan Ray.


"Sudah lah saya percayakan pada kalian semua untuk menyelesaikan masalah ini, dan saya sendiri akan tetap berada di kantor untuk mengawasi keadaan ini sampai benar-benar membaik. "jawab Ken setelah itu menarik tangan Anna masuk keruangannya.

__ADS_1


Disisi lain.


"Hahahahahahahah"Tawa menggelegar di dalam rumah mewah itu.seorang pria berdiri dengan membelakangi dengan tawa sinis penuh kebencian.


"Bagus adikku berkat kau, perlahan-lahan kita bisa menghancurkan hidup Ken lihat saja.


"Aku ingin dendam ku terbalaskan padanya,aku ingin membuat Ken, benar-benar hancur dan jatuh"ucapnya tertawa sinis


"Tapi apa ini tidak berlebihan Kakak, aku sangat mencintai adiknya Kak, aku tidak ingin hubunganku dengan Kania berantakan kak"


"Kau terlalu memikirkan cinta dan cinta,sebenarnya aku tidak suka kau mencintai adiknya,tapi itu terserah kau, aku tidak bisa paksakan hati kau, kau hanya perlu ikuti apa yang aku mau, kau peralat adiknya untuk mendapatkan informasi tentang Kakaknya"ucapnya menatap tajam pada sang adik.


"Baiklah aku ikuti kakak,kakak tenang saja aku sudah mengirim seseorang untuk menggelapkan uang perusahaan Ken, tapi kau jangan lupa dengan kesepatan kita, tentang apa yang sudah kakak janjikan dengan ku"


"Kau tenang saja,apapun yang kau inginkan akan ku berikan, sudah pergilah kau dari hadapan ku"ucapnya.


_


Anna sibuk berkutat dan mencatat setiap keluaran dan pemasukan keuangan perusahaan suaminya.


"Dina ini semua data-data yang benar kan?"tanya Anna


"Iya nona ini data yang akurat,ada apa nona?apa ada kesalahan?"jawab Dina


"kalo saya lihat disini tidak ada kesalahan Bos, semuanya sesuai, pendapatan sesuai dengan data Bos"ucap Anna pada Ken


Dina dan Ken terkejut dan juga tercengang mendengar Anna memanggil Ken dengan sebutan Bos.


"Apa ada kecurangan atau korupsi diperusahaan ini? aku yakin dalang dari semua ini pasti orang dalam"jawab Anna


" kita harus selidiki salah satu karyawan yang mencurigakan Nona?"ucap Dina


"Bagus Dina, kita selidiki orng dalam dulu, dan biarkan Laura, Tio dan mbak Amara menyelidiki bagian luar"ucap Anna


"Kumpulkan semuanya di ruang rapat redaksi Dina"Titah Ken


"Baik Bos"ucap Dina kemudian keluar dari ruangan Ken.


"Kita sepemikiran sayang,ternyata kamu pintar juga"ucap Ken pada Anna


"Hemmm,,,, baru menyadari Bos, lagian aku dulu bekerja disini dan menjadi bawahan bos juga"ucap Anna dengan kata sindiran halus


"Iya sayang,mendekatlah! kasih semangat buat Bos mu ini"ucap Ken tersenyum nakal sambil bersandar duduk di kursi kebesarannya sedangkan Anna duduk di sofa yang ada diruangan Ken.


"Fokus aja bekerja jangan ganjeng Bos masalah belum kelar"


"Tapi Bos butuh semangat dari bawahannya yang satu ini,untuk apa dibawa kesini kalo bukan untuk memberi semangat pada Bos"ucap Ken dengan seringaian


"Dasar Bos nakal,centil,penggoda dan juga mesum"ucap Anna tapi tetap menghampiri suaminya itu. Setelah Anna mendekat Ken menarik Anna hingga jatuh kepangkuannya.


"Ihhhh lepasin Anna mas, kalo orang lihat gimana malu tauk"ucap Anna hendak berdiri

__ADS_1


"Berikan Bos ciuman semangat"ucap Ken


Tanpa menunggu lama Anna langsung mencium pipi Ken, namun Ken malah menahan Anna dan mencium bibir Anna dengan lembut.


"Maaf mengganggu Bos, sudah ditunggu diruangan rapat Bos"ucap Dina


Anna dan Ken terkejut, setelah itu keduanya langsung berdiri. Anna marah-marah pada Ken, gara-gara suaminya itu dia harus menanggung malu pada Dina,pasti Dina berpikiran yang tidak-tidak dengan nya, ya walaupun tidak masalah sih Ken dan Anna melakukannya karna mereka suami istri hanya saja tempatnya yang salah.


_


Setelah jam kantor usai Anna dan Ken memutuskan untuk pulang, sebelum pulang mereka menyempatkan untuk berhenti dan sholat magrib ,setelah itu makan malam di restoran dulu.


Tapi keduanya tidak langsung pulang kerumah mereka namun malah pergi ke rumah Mami dan Papi dulu.


Ken menceritakan keluhan masalah yang dihadapi perusahaannya pada Papi untuk memberi solusi dan bantuan dari Papi.


"Bagaimana bisa Ken?, kenapa tiba-tiba mengalami masalah keuangan di perusahaan besar milik kamu Ken "ucap Papi


"Selama bertahun-tahun tidak pernah mengalami masalah seperti ini, pasti kamu memiliki masalah dengan seseorang Ken, papi yakin ada yang ingin menjatuhkan mu, besok papi akan datang memantau dan menyelidiki"ucap Papi


Setelah Ken bercerita masalah perusahaannya dengan Papi.Anna dan juga Mami ikut mengobrol santai diruang tengah,sambil bercerita.


Keduanya pun pamit pulang ke rumah mereka, saat bersamaan Kania baru pulang diantar oleh Kekasihnya dan bertemu dengan Ken dan juga Anna.


"Kakak kesini?"ucap Kania menyalami tangan Ken,dan diikuti oleh Ivan pacar Kania, Ken menatap tidak suka pada Ivan.


"Apa kau setiap hari pulang malam begini apalagi berdua dengan pacar mu, hah!"ucap Ken menatap tajam Kania dan bergantian dengan kekasihnya.


"Kakak kenapa marah-marah begini sih, lagian aku juga udah minta izin sama mami dan Papi, mereka bolehin aku"ucap Kania


"Maaf Kak tadi sedikit macet di jalan aku dan Kania kami berdua hanya nonton bioskop dan juga nongkrong kak"jawab Ivan


"Terserah kau besok jika kau ingin membawanya pergi harus ingat waktu, jangan pulang malam-malam begini"peringatan Ken


"Baik kak"


"Mas sabar!! Kak Ken hanya ingin menjaga saja agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan pada kalian berdua,karna dia peduli pada Kania"


"Hemmmm,,,,,,,"


Mami dan Papi hanya diam saja, mereka tidak bisa berkata jika Ken sudah memarahi Kania, memang Kania anak yang keras kepala dan susah diatur.


Anna segera mengajak Ken pulang dari pada Ken harus marah-marah dulu pada Kania, bertambah lagi beban pikiran Ken.


Sampainya mereka di rumah


Anna dan Ken segera membersihkan diri mereka dan memilih untuk langsung istirahat karna lelah bekerja seharian belum lagi menghadapi masalah perusahaan yang belum ditemukan titik terang dari akar masalah.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2