
Saat tiba di kamar
Anna langsung menuju kamar mandi dan Ken menuju wall closet.
"Sayang"ucap Ken
Ternyata Anna sedang memakai mukenahnya untuk melaksanakan sholat Isya.Buru-buru Ken kembali menyimpan sesuatu yang diambilnya di wall closet di dalam laci nakas.
"Tunggu sebentar sayang, kita sholat Isya berjamaah"ucap Ken berlaku ke kamar mandi
"Iya mas" Anna menyiapkan baju koko, sarung dan sajadah untuk suaminya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucap salam Ken dan Anna. Kemudian mereka memanjatkan do'a bersama dan Anna yang mengaminin do'a yang dipanjatkan oleh suaminya.
Setelah berdoa Ken menghadap ke Istrinya yang ada di belakangnya, seperti biasa setelah sholat Anna mencium punggung tangan suaminya dan Ken mencium kening istrinya dengan mesra.
Anna kembali merapikan perlengkapan sholat mereka.
"Sayang duduklah kemari"ucap Ken menepuk-nepuk samping ranjang.
"Iya mas ada apa?"tanya Anna telah selesai merapikan perlengkapan sholat mereka.
Ken mengambil sesuatu yang diletakkannya tadi di laci nakas.Anna mengerutkan dahinya melihat pergerakan suaminya itu.
"Anna sudah tau tentang ini kan, jadi tidak perlu lagi mas sembunyikan"Ken membuka kotak yang dipegangnya dan mengambil isi di dalam kotak itu yang tidak lain adalah kalung beserta liontin yang kemarin Anna temukan di belakang pakaian suaminya.
"kalung dan liontion ini memang untuk kamu sayang, ini mas beli saat kita baru-baru pindah ke rumah ini, mas masih menyimpannya sampe sekarang karna belum ada kesempatan untuk menyiapkan kejutan yang romantis buat kamu"ucap Ken membuat Anna tersentuh dan terharu dengan kata-kata suaminya itu.
Anna berhamburan memeluk tubuh suaminya.
"Maafkan Anna mas sempat berpikir yang tidak-tidak pada mas kemarin"ucap Anna masih memeluk suaminya.
__ADS_1
"Tidak apa sayang, Anna berpikir seperti itu karna Anna tidak ingin mas punya wanita lain selain Anna kan"ucap Ken, Anna melepas pelukan, kemudian mengangguk malu.
Ken mencubit gemas pipi Anna.
"Membelakanglah sayang biar mas pakaikan kalung ini buat Anna"ucap Ken yang dituruti oleh Anna.
"cantik"ujar Ken membalikkan tubuhnya Anna untuk melihat kalung dan liontin yang terpasang di leher jenjang Anna
"Anna suka?"tanya Ken
"Sangat-sangat suka, tapi pasti ini sangat mahal kan mas?"tanya Anna sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tidak masalah mahalnya sayang yang penting Anna suka dan senang"
"Ettsss,,,, tapi Anna harus menggantinya"ucap Ken sambil menaikkan satu alisnya.
"Loh kok di ganti segala, mau pake apa Anna ganti, uang aja mas yang kasih, lagian ni ya uang Anna ngak bakalan cukup buat ganti ini kalung"ucap Anna cemberut kesal.
"Kamu sensian sih sayang, maksud mas bukan ganti pake uang tapi ganti dengan jatah aja"ucap Ken tersenyum licik.
"Ihhhh dasar mesum,,,,,,yang ada di pikirannya jatah mulu"ucap Anna manyun sambil memukul-memukul pelan dada bidang suaminya.
"Hanya sama kamu doang"ucap Ken mengecup bibir Anna yang sedang manyun.
"Ihh dasar nyebelin,coba aja kalo berani mesum sama wanita lain, bakalan Anna tinggalkan,ngak akan dapat jatah lagi"ucap Anna kesal sambil bersedakap dada dan membelakangi Ken.
"Ngak boleh gitu dong sayang"ucap Ken tiba-tiba memeluk Anna dari belakang, karna tubuh Anna tidak seimbangan ,membuat keduanya jatuh ke ranjang dengan Ken memeluk tubuh Anna.
"Mas........ gara-gara mas ah kita jadi jatuh barengan, untung di ranjang kalo di lantai gimana"omel Anna Ketika Anna ingin bangkit namun Ken menahan tubuh Anna dan malah menindih Anna.
Maka terjadilah apa yang seharusnya terjadi antara suami istri itu.
__ADS_1
_
Pukul 3 sore kemarin Tio dan keluarganya baru sampai di rumah Wardah.Sontak saja Wardah terkejut tidak percaya, wardah pikir Tio datang sendirian dan hanya ingin singgah sebentar tapi ini di luar dugaannya, Tio datang bersama keluarganya.Banyak pertanyaan yang muncul di benak Wardah.
Namun Wardah berusaha untuk tenang dan tetap melayani tamunya dengan baik, mencoba berbasa-basi dengan mengajak mengobrol untuk menghilangkan kecanggungannya, pasalnya baru pertama kali ini Wardah bertemu dengan keluarga Tio,wajar saja Wardah terlihat gugup dan canggung, takut salah bicara atau salah tingkah, apalagi hubungan dia dan Tio pun bisa di bilang tidaklah dekat, Wardah selalu mencari cara untuk menjauh dari Tio.
Langsung pada intinya maksud kedatangan Tio dan Keluarganya ingin bertemu dengan keluarga Wardah.Wardah tidak ingin keluarga Tio menunggu terlalu lama, kemudian menelepon Ayahnya untuk pulang sebentar menemui keluarga Tio, entah maksud dan tujuan apa, Wardah tidak tau.
Yang membuat Wardah shock dan tersentak kaget , maksud kedatangan Tio dan keluarganya adalah melamar Wardah untuk di jadikan istri oleh Tio. Bagaikan seperti mimpi oleh seorang Wardah yang di lamar oleh lelaki yang selalu ingin di jauhinya bahkan Wardah enggan untuk melihat ke arahnya apalagi untuk bertegur sapa, walaupun begitu Tio tidak pernah menyerah mendekati sang pujaan hati.
Entah apa yang dipikirkan Wardah hingga membuatnya menerima lamaran Tio.Tidak bisa di bayangkan betapa senang dan bahagianya Tio beserta keluarganya,tidak sia-sia jauh-jauh mereka datang ke Semarang, untuk melamar seorang gadis pujaan hati Tio dan si gadis pun menerima lamaran mereka.
Rencananya keluarga Tio akan langsung membuat acara lamaran resmi di Jakarta, tapi Wardah pikir itu hanya membuang-buang uang untuk sekedar lamaran tidak perlu dibuat acara apalagi di ketahui oleh banyak orang,cukup keluarga dan orang-orang terdekat saja, agar lancar sampai hari H maka lebih baik rahasiakanlah lamaran antara kedua belah pihak.
Sejak Keluarga Tio pulang dari rumah Wardah,membuat Wardah tidak tenang hingga semalaman Wardah tidak tidur untuk meyakinkan dirinya dan meminta petunjuk pada sang pencipta, apakah keputusan yang telah diambilnya ini tepat atau malah sebaliknya.Keraguan dan kegelisahan itulah yang Wardah rasakan.Wajar saja karna ini menyangkut tentang masa depan dan seumur hidupnya.
"Hanya Allahlah pengatur segala yang terbaik untuk hambanya dan aku menyerahkan semuanya pada Allah"gumam Wardah mencoba yakin.
"Pagi-pagi kok udah lesu begitu nak?Wawa sakit?"tanya sang Ayah
"Tidak Yah Wawa sehat kok!"ucap Wardah menampilkan senyumannya.
"Syukurlah Wawa sehat, kemarin baru saja putri semata wayang ayah ini di pinang oleh seorang lelaki, masa wajahnya lesu seperti orang sakit, seharusnya cerahlah nak"goda sang Ayah saat Wardah berjalan menuju meja makan.
"Ayah.....ihh malah goda Wawa"ucap Wardah manja kemudian duduk disebelah Ayahnya.
"Apa ini tidak terlalu cepat untuk Wawa Yah?, Wawa ingin membahagiakan Ayah dulu baru menikah"tanya Wardah
"Tidak nak usia Wawa 25 tahun, sudah matang untuk menikah, awalnya Ayah sangat gelisah untuk mencarikan Wawa saja jodoh"
" tapi sekarang Ayah sangat sangat bahagia, melihat putri ayah telah di pinang oleh seorang pria pemberani yang serius datang kerumah meminta izin Ayah untuk menjadikan putri Ayah sebagai istrinya"ucap Ayah membuat Wardah terharu dan berkaca-kaca, tanpa berkata-kata Wardah langsung memeluk sang Ayah.
__ADS_1
...****************...