My Love Bos

My Love Bos
Akad Nikah Wawa Tio


__ADS_3

Di kediaman Wardah


Suasana rumah Wardah yang yang sangat heboh dan bising, orang-orang menjalani peranannya masing-masing, begitu juga para WO sibuk yang membagi tugasnya, ada memastikan dan memantau semua rancangan dan dekorasi yang mereka buat benar-benar selesai dan sempurna, ada yang bertugas melayani dan menyiapkan kursi-kursi untuk para tamu,ada juga yang mengatur di bagian tim konsumsi.


Semua orang berlalu lalang kesana kemari menyiapkan untuk acara akad yang akan dilangsungkan pukul 10 pagi nanti.Keluarga besar dan kerabat dekat Wardah juga berperan dalam menyiapkan semuanya.


Sedangkan Wardah di dalam kamar sedang dirias oleh MUA dan dua sahabat nya yang senantiasa berada didekatnya dan menemaninya.


"Ya Allah Wawa, aku masih ngak percaya sebentar kamu akan menjadi istri Kak Tio"ucap Amel.


"Aku pun juga begitu Mel, mungkin ini takdir terbaikku"jawab Wardah, tanpa melihat ke arah Amel, karna saat ini Wajahnya sedang di poles oleh MUA.


"BTW kamu cintakan sama Kak Tio?jangan sampai nanti kalian setelah nikah masih seperti Tom and Jerry"tanya Amel diakhiri dengan kekehan.


"Hutsss apa sih kamu Mel, masa tanya begituan, itu privasinya Wawa dan Kak Tio, kisah cinta mereka hanya mereka yang tau dan Allah saksinya"


"Mungkin aja kayak Tom and Jerry, adalah sisi so sweet dan romantisnya mereka,kita mau tau"ucap Anna mengedikkan bahunya sambil mengulum senyum.


"Hah! bisa jadi sih, sepertinya lebih unik dan langka, benar ngak Wawa"goda Amel.


Wardah hanya tersenyum malu digoda oleh kedua sahabatnya itu.


"Dandani sahabat saya ini secantik mungkin mbak, karna dia ratunya hari ini"ucap Amel kemudian berdiri dari duduknya.


"Aku keluar dulu melihat kondisi di luar, mungkin aja calon pengantin pria lebih cepat datangnya,ngak sabar mau lihat calon pengantin wanitanya, kamu temani Wawa aja di sini ya Ann"ocehan Amel


membuat Anna, Wardah dan dua orang MUA tersenyum geli mendengar ocehan Amel yang terang-terangan.


_


"Ya ampun ini udah jam 10, pengantin prianya belum juga datang-datang"


"Tu orang mau menikahi anak orang ngak sih??"celoteh Amel yang mondar-mandir di kamar Wardah.


"Apa tempat penginapan kak Tio jauh dari rumah kamu Wawa, biar aku susul aja dia sekalian"ucap Amel dengan wajah kesal,dia masih berusaha menghubungi Tio namun dari tadi tidak diangkat-angkat oleh Tio.


Anna menggeleng pada Amel dan mengode Amel untuk diam.


Wardah hanya diam dalam kegelisahan dan was-was sambil meremas jemarinya, Anna yang berada di samping Wardah mencoba untuk menenangkan dengan menggenggam tangan Wardah yang dingin dan mengeluarkan keringat.


"Tenang aja Wawa, semuanya pasti baik-baik aja kok, mungkin Kak Tio masih di perjalanan ke sini"ujar Anna.


"Nak"ucap Ayah masuk ke kamar dan menghampiri putrinya dengan raut wajah khawatir di selimuti oleh perasaan tidak tenang.


Wardah berdiri dan memeluk sang Ayah.


"Tenang sayang, tidak ada yang perlu Wawa khawatirkan, orangtua nak Tio sudah menelepon Ayah, katanya mereka dalam perjalanan menuju kesini "ucap Ayah membalas pelukan sang putri.


"Lihat ayah"ucap Ayah menatap sendu wajah sang putri


"Sebentar lagi putri ayah satu-satunya ini akan menikah menjadi seorang istri dari laki-laki pilihannya sendiri, Ayah berharap semoga Wawa bahagia"

__ADS_1


"Tanggung jawab Ayah telah selesai, sekarang akan berpindah pada suami Wawa,jadilah istri yang taat dan patuh pada suami nak, karna ridho Wawa terletak pada suami Wawa nanti"nasehat Ayah dengan dalam dan penuh ketulusan seorang ayah pada putri tercintanya.


Mata Wardah berkaca-kaca menatap sang Ayah, dan bibirnya bergetar menahan air matanya yang hampir jatuh.Kemudian Wardah memeluk Ayahnya.


"Ayah akan tetap jadi cinta pertama Wawa, selamanya akan tetap seperti itu"ucap Wardah.


Amel dan Anna yang menyaksikan interaksi antara ayah dan anak itu ikut merasa terharu dan tersentuh.


"Aku jadi terharu Ann, sudah lebih satu tahun aku ngak pulang ke kampung"ucap Amel menyandarkan kepalanya di bahu Anna, telunjuknya menghapus air matanya yang sempat menetes.


Suara riuh sudah terdengar di bawah.


"Mas, calon suami Wawa sudah datang bersama keluarganya"ucap Bibi Wardah datang tergesa-gesa.Wardah melepas pelukannya pada Ayah.


"Jangan bersedih, ini hari yang membahagiakan bagi Ayah dan Wawa"


"Sudah lah Ayah akan turun ke bawah, ijab kabul akan di mulai"ucap Ayah menganggukkan kepalanya, dan mencium kening sang putri.


"Nak Anna, Nak Amel,"ucap Ayah tersenyum melihat ke arah kedua sahabat putrinya.


"Iya paman"ucap keduanya dengan sopan.


_


Pengantin pria beserta keluarga besar dan kerabatnya sudah sampai di rumah Wardah.Langsung di sambut ramah oleh keluarga besar Wardah.


Ayah datang menghampiri calon menantunya dan mengiringnya menuju tempat ijab kabul yang telah di sediakan dan dirancang oleh WO di halaman rumah Wardah dengan dekorasi tema outdoor.


Tio tampak tegang dan gugup, dia mulai gemetar dan gelisah.Kemudian duduk di salah satu pasang kursi tempat melangsungkan janji sakralnya, di depannya sudah ada Calon mertua dan Pak penghulu dan di belakangnya duduk para keluarga kedua pengantin dan saksi.


"Siap Pak"jawab Tio dengan mantap


"Baik, Pak Andi sudah siap"tanya penghulu pada Ayah Andi, dan di jawab anggukkan oleh Ayah Wawa.


"Sebelum itu saya akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk calon menantu saya"ucap Ayah.Tio merasa semakin gugup dengan wajah memucat , jantungnya tidak karuan, tenggorokannya tiba-tiba kering, beberapa kali Tio menelan salivanya.


"Setelah ini tanggung jawab saya akan beralih pada nak Tio, apakah nak Tio sanggup memikulnya dan memperlakukan putri saya dengan baik?"ucap Ayah mengajukan pertanyaannya.


Tio mengambil nafas dalam-dalam.


"Tentu saja Ayah, Sebab putri Ayah, Wawa akan menjadi istri saya, pendamping hidup saya,itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai suaminya"jawab Tio dengan lugas.


Ayah mengangguk.


"Apakah nak Tio bersedia menerima ketidak sempurnaan putri saya"


"Karna sejatinya manusia tidak ada yang sempurna Ayah begitupun saya, kami bisa saling menyempurnakan satu sama lain"ucap Tio dengan bijak.


Ayah kembali mengangguk yakin.


"Saya minta bagaimana pun kesalahan putri saya nanti, jangan sampai nak Tio menyakiti hatinya dan membuatnya menangis"

__ADS_1


"Jika itu sampai terjadi berarti nak Tio juga menyakiti saya dan membuat hati saya sebagai Ayahnya teriris"


"Saya akan berusaha untuk selalu membuat Wawa bahagia Ayah"jawab Tio yakin.


"Ayah serahkan sepenuhnya putri tunggal Ayah pada nak Tio


"Jaga dan cintailah dia dengan ketulusan dan kesetiaan nak Tio, sebab nak Tio lah laki-laki pertama dengan keberanian datang ke rumah ini meminta Wardah baik-baik pada Ayah"


"Dan jika suatu saat nanti Nak Tio merasa tidak cocok dan tidak mencintai Wawa lagi, maka kembali dia baik-baik kepada Ayah"ucap Ayah dengan keseriusannya.


"Tapi itu tidak akan terjadi Ayah, percayalah bagaimana dan apapun kondisinya nanti, Wawa akan tetap bersama saya, milik saya dan tidak akan saya biarkan dia pergi dari kehidupan saya"


Ayah merasa bangga dan puas mendengar atas setiap jawaban yang diberikan oleh calon menantunya untuk meyakinkan dirinya.


Setelah tanya jawab antara camer dan calon mantu selesai, kemudian barulah ijab kabul di mulai.


Telapak tangan Tio basah oleh keringatnya, beberapa kali Tio menglapnya dengan tisu yang disediakan diatas meja. Kemudian Tio menjabat tangan Ayah.


Dengan satu tarikkan nafas Tio mampu melafazkan janji suci yang sakral dan telah merubah statusnya dan mengemban tanggung jawab.


Seruan ucapan SAH di lantunkan oleh semua orang yang hadir dengan senyum merekah penuh kebahagiaan.


Sejenak semuanya kembali tenang, menunggu pengantin Wanita datang menemui suaminya.


Beberapa menit kemudian Wardah datang bersama Anna dan Amel yang membimbingnya di sebelah kiri dan kanan.


Wardah berjalan dengan pelan dan tertunduk menghampiri Tio yang sudah sah menjadi suaminya.


Tio berdiri menatap Wardah yang berjalan ke arahnya ,Tak di pungkiri dia merasa terharu melihat Wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut dengan mata berkaca-kaca bahagia.


"Lihatlah Kak Tio sampai pangling begitu melihatmu Wawa, dia begitu terkagum dan terharu melihat istrinya yang sangat cantik ini"bisik Amel.


Wardah hanya tersenyum malu.


Setelah Wardah berdiri di depan Tio, dengan ragu-ragu dan penuh kecanggungan,Wardah menjabat tangan Tio dan mencium tangan suaminya itu dengan khidmat.


Tio sempat terkejut dan masih tidak percaya dengan apa yang saat ini sedang terjadi,sebab inilah pertama kalinya dia bersentuhan dengan wanita yang dicintainya ini.


Tio memegang ubun-ubub Wardah.


Setelah itu dengan malu-malu Wardah menatap suaminya yang ada di depannya.Namun tanpa aba-aba Tio langsung memeluk Wardah.


Sontak saja Wardah dan yang semua orang yang hadir menyaksikan pemandangan tersebut, langsung terkejut.Apalagi Amel sampai menutup mulutnya dengan mata terbelalak, tidak percaya dia melihat adegan berpelukan dari pasangan yang baru sah menjadi suami dan istri tersebut di depan orang banyak seperti sekarang.


"Hekkmmm"deheman Ayah mengulum senyumnya.


"Jangan tergesa-gesa, waktu masih panjang,Mari kedua pengantin duduk dulu bertukar cincin dan menanda tanda tangani buku nikah kalian"goda Penghulu


Membuat Tio melepas pelukannya pada Wardah dan menatap sang istri dengan Wajah yang sudah memerah menahan malu.


Orang-orang pun juga ikut bersorak menggoda kedua pengantin tersebut.

__ADS_1


Sudah di pastikan keduanya tersipu malu dengan kecanggungan.


...****************...


__ADS_2