My Love Bos

My Love Bos
Wardah


__ADS_3

Tinggal 3 hari lagi pernikahan Ken dan Anna di laksanakan.Persiapan telah dilakukan antar kedua belah pihak,begitu pun bunda juga ikut andil dalam persiapan pernikahan anaknya dengan keluarga calon besannya.


Sedangkan Anna sejak Fitting baju pengantin waktu itu sampai sekarang dia tidak masuk lagi ke kantor,hanya berdiam diri di rumah.Entah bagaimana nasib Amel di kantor tanpa Anna, tapi setiap pulang dari kantor dia menyempatkan diri untuk pergi ke rumah Anna .


Dan Ray dia sudah menguatkan hatinya berusaha menerima dengan lapang dada bahwa wanita cinta pertamanya,dan mereka dulu juga sempat menjalin hubungan,tapi sekarang dia ikut andil dalam persiapan pernikahan Anna sebagai seorang kakak laki-laki, walau sampai saat ini dia masih belum tau siapa yang akan menjadi calon suaminya Anna.


"Apa lagi yang dibutuhkan Ann?,apa ada yang masih kurang?"tanya Ray duduk di Sofa ruang tamu Anna


"Sepertinya sudah semuanya Kak, makasih banyak atas bantuan Kakak"ucap Anna tersenyum manis pada Ray


"Tentu saja Ann, aku sudah kakak mu sendiri"ucap Ray berusaha tersenyum


"Anna....Anna... "teriak Amel menyelonong masuk ke dalam rumah mengagetkan Ray dan Anna.


"Kamu bisa baca salam ngak Mel, main nyelonong aja masuk"kesal Anna


"Heheheh... maaf,Assalamu'alaikum, eh ada Kak Ray juga toh"ucap Amel berjalan dan duduk di sebelah Anna


"Wa'alaikumusaalam"jawab Anna


Ray hanya melirik malas ke arah Amel,dimana saja Ray berada pasti akan bertemu Amel situkang nyeselin.


"Bentar lagi Anna akan menikah, trus kita kapan nyusul Anna Kak?"ucap Amel tanpa rasa malu dan terlalu PD


"Kita? siapa yang mau nikah sama kamu?jangan terlalu percaya diri!!"ucap Ray sinis


"Ya Kak Ray lah memangnya siapa lagi"ucap Amel melirik Anna yang menahan tawa melihatnya.


"Aku?? Hah? sama kamu? ya ngak lah"ucap Ray menarik sudut bibirnya.


"Dihh Kak Ray ini sok-sok an menolak aku, nanti pasti bakalan ngemis cinta ke aku"ucap Amel membanggakan diri, membuat Ray muak dengannya.


"Hahahhaha hahahaha Amel Amel kamu tuh ya, ceplas ceplos aja, suka banget ganggu Kak Ray ,lihat tuh wajah Kak Ray memerah"ucap Anna disela-sela ketawa


"Memang itu kenyataannya nanti"ucap Amel santai


"Sudah lah, mana Attha aku mau main dengannya"ucap Amel hendak berdiri dari duduknya


"Di taman belakang Mel main sama Zidhan"ucap Anna


Amel pun melenggang pergi sambil mengibaskan rambutnya lurusnya ke belakang yang panjangnya sepinggang.


"Dahh Kak Ray, jangan sampai mikirin aku ya Kak"ucap Amel mengedipkan sebelah matanya, benar-benar membuat Ray jengah dengan sikapnya yang tidak tau malu, sedangkan Anna dia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


"Sabar Kak Ray, Amel memang begitu orangnya, tapi dia baik kok, sepertinya dia benar-benar jatuh cinta dengan Kak Ray, sebelumnya dia tidak pernah begini dengan laki-laki. "ucap Anna


"sudah lah Ann jangan bahas dia,kamu tau sendiri kan aku ngak suka sama cewek yang bar-bar seperti dia, infeel aku lihatnya Ann"ucap Ray seperti ngeri


"Heheheheh... cinta kan ngak ada yang tau Kak"


"Loh kamu jadi ikut-ikutan bela dia sekarang ketimbang Kakakmu sendiri"ucap Ray


🍁🍁🍁🍁🍁


Sore harinya


Anna mendapat telepon dari Wardah


"Assalamualaikum Wawa"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Anna, sekarang aku sudah ada di bandara Anna, kamu bisa jemput aku ngak?"


"Apah Wawa??, kenapa kamu tidak bilang mau ke sini hari ini, kan aku bisa tunggu kamu di Bandara, tunggu aku di sana, sekarang aku jemput"ucap Anna


"Iya baik Anna, makasih"ucap Wawa


Telefonan berakhir, Anna segera siap-siap ingin menjemput Wawa ke Bandara.


"Mau kemana nak? ngak baik bagi calon pengantin keluar sendirian"ucap Bunda melihat Anna sudah rapi.


"Jemput teman Anna Bunda, sebentar saja"ucap Anna


"Lebih baik hubungi nak Ken, kalian pergi bersama-sama,selagi Attha ke luar bersama Zidhan"ucap Bunda


"Tidak usah bunda ,tidak perlu merepotkan pak Ken, dia pasti sibuk, Anna bisa sendiri kok bun"ucap Anna


"Tidak nak, dengarin bunda, bawa handphone mu sini, biar bunda yang hubungi nak Ken"kekeh Bunda


Anna pun terpaksa mmemberikan ponselnya pada Bunda,lalu bunda menghubungi Ken.Setelah menelepon Ken.


"Nih ponsel Anna, tunggu aja nak Ken datang menjemput, dia akan segera ke sini"


"Ya Allah Bunda, kalo begini teman Anna jadi lama menunggunya bun, kasian dia"


"Sebentar lagi nak Ken juga datang nak, tunggu saja dulu, kalo kamu pergi sendirian bunda ngak akan izinin"ucap Bunda kemudian berlalu langsung


Dengan malasnya Anna harus duduk di teras rumah sambil menunggu Ken datang.


Tak lama mobil Ken pun sampai di depan pagar rumah Anna, dengan langkah cepat Anna menghampiri mobil Ken dan masuk duduk di bangku belakang.


" Kak Tio??"ucap Anna melihat Tio yang menyetir mobil


"Iya Ann, kamu ngak lama kan menunggunya"ucap Tio sambil memutar balik mobilnya keluar dari gang kompleks Anna.


Mobil pun melaju menuju Bandara, Tidak ada pembicaraan di dalam mobil, cuma Anna saja menelepon dengan temannya itu.


Sekitar 30 menitan mobil sampai di Bandara. Anna turun dari mobil begitu juga Ken dan Tio.


"Aku tunggu di sini saja"ucap Ken


"Baik Bos, saya akan menyusul Anna dulu"ucap Tio menyusul Anna.


"Tunggu Anna"


"Iya cepat Kak Tio"ucap Jawab sambil menghubungi Wawa dimana dia berada.


Anna dan Tio melihat-lihat ke arah kursi tunggu.


"Dimana teman kamu itu Anna? "ucap Tio


"nah itu dia"ucap Anna melihat Wawa berjalan ke arahnya sambil menarik koper.


Betapa terkejutnya Tio melihat wanita yang dia temui waktu malam di rooptoof hotel yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke jasnya, dan sampai sekarang pun Jas Tio belum di kembalikannya.


"Wawa"


"Anna"


Mereka berpelukan melepas rindu.Sesaat kemudian mereka melepas pelukan.

__ADS_1


"Maaf ya Wawa kamu lama menunggu, soalnya tadi aku nunggu Kak Tio dulu menjemput"ucap Anna


"Tidak apa-apa Kok Anna"ucap Wardah, tak sengaja matanya melirik seorang pria yang berdiri di belakang Anna yang menatap ke arahnya.


"Kak Tio ini teman Anna namanya Wardah"ucap Anna memperkenalkan Wardah pada Tio.


"Hai aku Tio, senang bertemu denganmu kembali"ucap Tio menyeringai pada Wardah yang masih syok tidak percaya dia akan ketemu lagi dengan Pria yang Jas nya masih ada samanya.


Wardah masih diam tanpa membalas


"Wawa ada apa? "ucap Anna menepuk pelan bahu Wardah


"heh? Iya Anna"ucap Wardah gugup


Wardah menoleh Ke arah Tio yang tangannya masih mengulur ke arah Wardah.


"Aku Wardah temannya Anna"ucap Wardah seperti tidak kenal dengan Tio sambil mengatup kedua tangannya di dada dan menganggukkan kepalanya.


Tio merasa malu menarik tangannya kembali dan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ayo Anna, Bos sudah menunggu kita"ucap Tio


"Bos? Pak Ken juga ikut dengan kita tadi Kak?"ucap Anna terkejut pasalnya dia tidak melihat Ken sama sekali tadi atau dia terlalu sibuk memikirkan Wardah sampai dia melupakan Ken begitu saja.


"Tentu saja Anna, memangnya kau tidak melihat Bos dari tadi"ucap Tio


Anna hanya menggeleng kecil.


"Ayo Wawa kita pulang"ucap Anna pada wardah. mereka bertiga jalan beriringan, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Astagfirullah kenapa aku tidak melihat Pak Ken tadi, apa kata pak Ken nanti, aku mengacuhkannnya begitu saja, padahal dia calon suamiku, Ya Allah habislah aku,tapi kenapa juga aku harus mikirin dia lagian dia juga ngak peduli"batin Anna


"Astagfirullah Ya Allah, kenapa aku harus bertemu lagi dengan Pria ini, dia juga dekat dengan Anna bahkan selama aku berada di Jakarta aku akan selalu bertemu dengannya nanti.Bagaimana ini Jas nya?iya aku melupakan Jas nya tertinggal, apa yang harus aku lakukan?,jika nanti dia meminta Jas nya"batin Wardah


"Sungguh di luar kendali aku bertemu lagi dengan wanita ini, aku yakin dia pasti mengenalku, tidak mungkin dia melupakan begitu saja, dia pasti tidak membawa Jas ku, lihat saja nanti sesuai kata ku waktu itu kau akan menerima konsekuensinya wanita cantik"Batin Tio sambil menyeringai.


Mereka tiba di parkiran mobilnya, tapi tak menemukan Ken di sana.


"Mana Pak Ken Kak Tio?"ucap Anna celingak-cekinguk


"Ngak tau Anna, tadi katanya menunggu disini!"ucap Tio


Ken pun datang menghampiri


"Sudah selesai Tio? kenapa kau lama sekali"ucap Ken mengejutkan Mereka


"Iya maaf Bos"ucap Tio menunduk


begitu juga Wawa terkejut melihat sosok Ken orang yang berpengaruh,Bos nya Anna yang memiliki perusahaan media cetak dan pers terbesar di Jakarta.


"Maaf kan saya Pak, buat bapak menunggu lama"ucap Anna menunduk takut


"Ayo Tio kita pulang, saya sudah lelah"ucap Ken tanpa mempedulikan ucapan Anna.


"Baik Pak, Ayo masuk, nona mari koper mu"ucap Tio pada Ken, sekaligus berbicara pada wardah.


"Ayo Wawa, kasih kopernya pada Kak Tio"ucap Anna,Wardah sedikit ragu menyerahkan kopernya pada Tio yang sedang menyeringai ke arahnya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Tio menyetirnya mobilnya sambil sesekali melirik kaca mobil yang menampakkan sosok wardah.

__ADS_1


...****************...


Tolong Like, coment dan votenya


__ADS_2