My Love Bos

My Love Bos
Membingungkan


__ADS_3

Setelah jam kantor usai


Anna tidak hanya menemani suaminya bekerja tapi juga ikut membantu apa yang bisa di bantunya, Walau Ken telah melarangnya dan memintanya untuk istirahat saja, tapi dia tetap kekeh, belum Anna namanya jika tidak keras kepala, dia membantu dengan merangkum semua cacatan redaksi dan agenda mingguan yang berkasnya tadi di ambilnya di ruangan Wardah.


Karna sebelum menikah dengan Ken dia memang sudah bekerja menjadi bawahan di kantor suaminya itu, apalagi jabatan yang di duduki Wawa saat ini adalah jabatannya dulu. Jadi dia tidak akan merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan kantor.


Lagian dia juga merasa suntuk dan bosan jika hanya berdiam diri saja di dalam ruangan suaminya tanpa melakukan apapun selain memperhatikan suaminya bekerja, tapi walau begitu Ken telah menyuruh pekerja bagian konsumsi membelikan cemilan serta minuman untuk menemani istrinya, sambil mengerjakan laporan Wardah.


"Mas sepertinya sudah jam pulang kantor"ucap Anna menghampiri suaminya, setelah menyelesaikan pekerjaan. Ken yang masih fokus pada laptopnya beralih menatap Anna dan jam tangannya


"Oh iya sayang,mas hampir lupa, Anna bangunin Attha dulu, Mas akan selesaikan ini sebentar"jawab Ken.


"Iya baik mas"ucap Anna berjalan ke ruangan privasi Ken untuk membangunkan putranya yang terlelap di sana.


"Umma kita dimana"tanya Attha dengan suara khas bangun tidur, kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul, matanya pun masih merem melek.


"Sayang, kita masih di kantor papa nak, Ayo bangun! kita akan segera pulang"ucap Anna dengan lembut mengusap-usap kepala putranya.


"Ayo sayang!"ucap Ken masuk ke ruang privasinya, terlihat Anna berusaha membujuk putranya yang masih setengah sadar dari tidurnya.


"Yasudah biar papa gendong saja"ucap Ken turun tangan menggendong putra angkatnya.Ken mengangguk pada Anna.


"Ayo!!"Anna mengikuti langkah suaminya dari belakang, kemudian mengambil rantang makanan yang di bawanya tadi, lalu mereka keluar dari ruang Ken masuk kedalam lift.


_


Sesuai dengan ucapan Ken tadi setelah pulang dari kantor, dia akan membawa istrinya untuk makan bakso.


"Mas mau pesan menu bakso apa?"tanya Anna saat mereka memasuki bakso restoran.


"Mas tidak suka bakso, Anna dan Attha saja pesan"jawab Ken memegang tangan putranya.


"Yah...trus mas hanya duduk aja menemani kami berdua makan bakso"ucap Anna, Ken mengangguk.


"Pesanin aja mas es jeruk "ucap Ken berjalan mencari tempat duduk untuk mereka sambil membawa Attha sedangkan Anna memesan bakso.


Setelah Anna memesan bakso yang diinginkannya, kemudian Anna mencari keberadaan suami dan putranya duduk.


"Itu mereka"ucap Anna tersenyum


Tak sengaja seseorang menyenggol lengan Anna.


"Astagfirullah al'azim hati-hati dong mas"ucap Anna dengan wajah sedikit kesal.


"Ma maaf mbak saya tidak sengaja"ucap seseorang itu menatap Anna.Sesaat kemudian Anna terkejut melihat orang yang sangat di kenalnya itu.


"Hah!! ti....Kak Ray?"Anna mengerutkan dahinya dengan wajah sumringah


"Kak Ray di sini juga?, apa kabar Kak?, lama tidak jumpa, kemana saja Kak?"ujar Anna menyerbu Ray dengan beberapa pertanyaannya.


"Heiii!! kebiasaan, bisa tidak bertanya satu-satu Ann, Kakak pusing mau jawabnya dari mana"ucap Ray mengulum senyum sambil geleng-geleng kepala.


"Heheheh,,,,maaf maaf habisnya beberapa bulan ini kita tidak bertemu, aku pikir Kak Ray kembali ke Surabaya"


"Ngak Ann, beberapa bulan belakangan ini kakak memang sangat sibuk dengan pekerjaan" ujar Ray, Anna tersenyum dan mengangguk mengerti.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Ken menahan kesal dan menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Kamu sendiri dengan siapa kesini?"tanya Ray.


"Ohh itu dengan suami dan putraku juga Kak, mereka duduk di sana, Kakak ingin ikut bergabung dengan kami?"ucap Anna menunjuk keberadaan suami dan putranya duduk.


"Heheheee, tidak usah lah Ann, ngak enak juga bergabung dengan kalian, lagian aku juga bareng seseorang"jawab Ray menolak sopan ajakan Anna.


"hummm, siapa nih seseorangnya, kenalin dong sama aku"


"Nantilah, kamu juga pasti akan tau orangnya, yaudah kakak pergi dulu ya"ucap Ray berlalu, Anna pun kembali berjalan menghampiri suami dan putranya.


"Kenapa umma lama sekali?"ucap Attha cemberut, sedangkan Ken hanya diam, wajahnya sudah datar seperti tembok, dengan mata sayu dan tajam.


"Mas, tadi aku bertemu dengan Kak Ray, sepertinya dia juga makan bakso di sini tapi bareng seseorang, katanya"ucap Anna pada suaminya.


"Hemmm,,,, baguslah"jawab Ken singkat


"Kok responnya begitu mas?"ucap Anna heran menatap suaminya.


"Permisi mbak, mas"ucap Pelayan membawakan pesanan Anna dan menyajikannya diatas meja.


"Silahkan di nikmati"ucap pelayan tersebut sebelum berlalu.


"Terimakasih mbak"balas Anna.


**************


Di sepanjang perjalanan pulang Ken lebih irit bicara hanya sesekali dan seperlunya saja dia mengeluarkan suara, Anna heran dengan suaminya itu,apa yang menyebabkan suaminya seperti ini,tadi mereka tidak seperti itu, selalu ada suasana hangat diantara mereka, tapi sekarang yang tercipta hanya suasana dingin.


"Perasaan tadi kita baik-baik aja,lalu sekarang kenapa jadi begini, ngomong dong mas ada apa?"


Ken sekilas melirik Attha yang duduk di bangku belakang yang terlihat bingung dan heran dengan kedua orangtuanya itu.


"Kita bisa bicarakan di rumah nanti"ucap Ken datar.


"Hemmm....."ucap Anna juga melirik ke belakang, lalu tersenyum canggung di depan putranya.


Tidak ada lagi pembicaraan mereka di dalam mobil hingga tiba di rumah.


Mereka masuk ke dalam rumah, Anna berjalan ke kamar Attha untuk mengurus putranya terlebih dahulu.Setelah selesai dengan Attha barulah dia menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka


"Mas..... Mas! " panggil Anna mencari keberadaan suaminya, ternyata Ken berdiri di balkon kamar mereka dengan pakaian santai rumahan, seperti habis mandi.


"Mas"ucap Anna mendekat.


"Mandilah, sebentar lagi adzan magrib"ucap Ken menatap lurus tanpa melihat ke arah Anna.


Anna menghela nafas pelan lalu berjalan masuk ke kamarnya dan menuju kamar mandi.


_

__ADS_1


Setelah mereka melaksanakan sholat magrib, Ken langsung beranjak dari sajadahnya namun tangannya di tangan oleh Anna.


"Mas! kita perlu bicara"ucap Anna,Ken kembali duduk dan berhadapan dengan Anna.


"Mas, tolong jelaskan pada Anna kenapa mas tiba-tiba mendiami Anna seperti ini, apa salah Anna? Anna tidak mengerti dengan diamnya mas"ucap Anna, air matanya sudah mengenang di pelupuk mata, sebentar lagi mungkin akan jatuh membasahi pipinya.


Ken hanya diam mendengarkan apa yang di sampaikan istrinya.


"Apa mas marah karna menemani Anna makan bakso atau karna Anna makan bakso dengan porsi yang banyak, atau karna......"Anna tidak melanjutkan lagi bicaranya, tenggorokannya tersekat sebab air matanya meluncur dengan deras.


Ken tertegun heran melihat istrinya menangis begitu saja,pasalnya dia sangat jarang sekali melihat istrinya itu menangis apalagi karna hal-hal sepele seperti sekarang ini.


Anna tersedu-sedu dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Sayang kenapa menangis?"bujuk Ken dan memeluk tubuh rapuh sang istri. mengusap punggungnya secara perlahan untuk menenangkan.


"Sudah sudah jangan nangis lagi, mas ngak ada marah lho sayang"ucap Ken menciumi puncak kepala Anna yang tertutup mukenah.


"La...lu... ke napa.... mas diami... Anna"ucapnya masih tersedu-sedu, Anna melepas pelukan dari suaminya dan menatap suaminya.


"husstt.... udah jangan nangis lagi, mas ngak tega lho buat Anna nangis begini"ucap Ken menatap lembut seraya menghapus sisa air mata Anna.


Bukannya malah berhenti Anna tambah menangis, sekarang lebih keras dari yang tadi.


"huhhuaaa huuaaa huaaa"tentu saja Ken panik melihat istrinya yang menangis sejadi-jadinya.


Tambah panik lagi saat Attha masuk ke dalam kamarnya dan terkejut melihat ummanya yang menangis sejadi-jadinya.


"Papa, umma kenapa menangis?"ucap Attha mendekat dan memperhatikan Anna.


Ken bingung harus menjawab apa pada putra angkatnya.


"Sayang"ucap Anna memeluk putranya.


"Umma kenapa menangis?"ucap Attha


"Sayang, sudah lah jangan menangis lagi, kasian lihat Attha, dia juga ikut sedih jika Anna begini"ucap Ken


Kruukk..... kruukk..... bunyi keroncongan perut Ken.


Anna berhenti menangis dan melihat ke arah Attha kemudian beralih menatap suaminya.


"Hahahahahha itu bunyi perut papa"ucap Attha tertawa, Anna pun juga ikut terkekeh.


"Ya Allah mas, pantasan bunyilah perutnya minta diisi, kamu dari tadi belum makan"ucap Anna mengulum senyum.


"Maaf ya! Anna akan masak sekarang"ucap Anna bergegas membuka mukenahnya dan melipatnya, kemudian berlalu ke luar kamar.Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Sedang Ken menepuk jidatnya, kepalanya merasa cenat cenut, Ken terduduk tidak berdaya, menatap kosong ke depan, dia masih tidak percaya dengan kejadian barusan.Dia merasa di permainkan oleh istrinya.


Attha bingung melihat apa yang terjadi pada kedua orangtuanya, tadi Umma nya yang menangis entah kenapa, lalu papanya terdiam membisu dengan pandangan kosong.


"Ya Allah, ada apa dengan istriku?apa yang terjadi padanya? "batin Ken


...****************...

__ADS_1


__ADS_2