
Seperti biasa setiap pagi Ken akan membuat susu ibu hamil untuk sang istri.
"Sayang minum dulu susunya"ucap Ken menaruh segelas susu di atas meja nakasnya.
"Iya mas"ucap Anna baru keluar dari walk-in closet.
"Mas lihat apa tubuh Anna sebengkak itu??, semua pakaian udah ngak muat lagi,dress rumahan juga, cuma beberapa daster yang ngepas di tubuh Anna" keluh Anna dengan wajah muram.
Ken mendekat ke arah istrinya dan memeluknya, mengusap lembut punggung sang istri.
"Tidak, Anna tetap cantik di mata mas, tambah seksi malahan"ucap Ken tersenyum jail.
"Mas..ihh"ucap Anna merona malu-malu.
"Nanti sore kita akan ke mall buat belanja pakaian Anna dan juga perlengkapan baby yang belum sempat kita beli kemarin."ucap Ken sedikit merunduk sambil mengelus perut Anna.
"Aduhh aduhh anak papa nendang ya sayang"ucap Ken tersenyum senang melihat respon anaknya kemudian mendongak menatap penuh cinta pada sang istri.
" Senang di elus-elus papa ya nak"ucap Anna juga ikut bahagia melihat pergerakan Anaknya menendang-nendang di perutnya.
"Sepertinya debay super aktif ya sayang"ucap Ken mendekatkan telinga pada perut Anna mendengar pergerakan anaknya di dalam perut sang istri.
"Iya sama seperti papanya yang bekerja mulu"ucap Anna mengerucutkan bibirnya.
"Benarkah?? bekerja di kantor apa di ranjang??"goda Ken dengan senyum jailnya.
"Ihhh dasar, otaknya mesum mulu"ucap Anna memukul pelan lengan sang suaminya.
Ken mengecup perut Anna kemudian berdiri dan mengecup bibir Anna dengan lembut.
"Udah sana mas siap-siap ke kantor"ucap Anna.
"Baik Bu Bos, itu susu nya di atas nakas di minum ya"ucap Ken dan berlalu menuju walk-in closet.
Setelah meminum susu yang di buatkan suaminya Anna beranjak hendak keluar kamar meletakkan gelas kosong dan membantu ART menyiapkan sarapan pagi, mumpung putranya belum bangun karna semalam putranya sedikit rewel sebab tubuhnya tidak sehat.
__ADS_1
"Umma...umma"rengek Attha dengan pergerakan kecilnya di atas ranjang.
"Sayang, udah bangun?"ucap Anna menghampiri putranya dan mendudukkan tubuhnya di sisi ranjang sambil menempelkan telapak tangannya di kening Attha untuk memastikan suhu tubuh Attha sudah berkurang apa belum.
"Attha mau sekolah"ucapnya mengucek-ngucek matanya.
"Jangan sekolah dulu ya sayang, Attha belum sehat, istirahat saja di rumah sampai sembuh"ucap Anna lembut mengusap rambut putra nya.
"Ehh udah bangun boy?, gimana panasnya udah berkurang sayang?"tanya Ken berjalan menuju ranjang tempat dimana istri dan putranya.
"Udah mas demamnya udah turun, tapi dia mau sekolah,Anna ngak bolehin dulu sampai benar-benar sembuh"ucap Anna pada sang suami.
"Iya benar kata umma boy, di rumah aja dulu, sembuh aja belum masa udah mau masuk sekolah "ucap Ken mengacak rambut Attha dan mencium keningnya.
Sebelum Ken berangkat ke kantor dia selalu berpesan dan wanti-wanti pada istrinya untuk tetap berada di rumah, di larang keluar rumah tanpa bersama Ken suaminya, jangan bukakan pintu pada orang asing, jika di rumah tidak boleh melakukan pekerjaan yang melelahkan. Jika kesulitan dalam mengurus Attha minta bantu pada BI Arsih (ART) mereka.Karna Ken tau walaupun Attha rewel dengan Anna saat sedang tidak enak badan seperti sekarang ini tetapi dia tidak akan membuat ummanya kesusahan.
"Umma Atha dah kenyang, ngak mau makan lagi"ucap Attha menggeleng lemah.
"Masa kamu cuma makan dikit aja nak, ini belum habis makanannya"
"Kan mubazir sayang, Attha tau kan mubazir temannya siapa??"ucap Anna lembut.
"Temannya setan umma"kata Attha lesu.
"Yaudah Atha makan lagi, tapi umma jangan sedih ya"ucap Attha membelai wajah Anna.
Anna menganggukkan kepala sambil mengulum senyumnya melihat ekspresi sang putra,saking gemasnya Anna menciumi wajah putranya yang tidak segembul saat-saat dulu.
Setelah makan dan minum obat walau bikin drama dulu baru minum obat akhirnya Attha tertidur juga mungkin reaksi dari obat yang buat ngantuk di tambah lagi badan yang juga kurang sehat.
Anna sedikit bernafas lega melihat Attha sudah tidur, kemudian Anna melakukan aktivitasnya olahraga ringan yang biasa disebut senam ibu hamil dengan gerakan-gerakan yang ditontonnya di youtube yang dapat membantu Mommil mempersiapkan diri secara fisik dan mental, agar lebih mempermudah lahiran nantinya serta membantu menurunkan kecemasan dan merasa lebih relaks.
Bukannya Ken tidak mampu membayar tempat khusus yoga ibu hamil untuk istrinya hanya saja Ken tidak bisa mengawasi istrinya jika berada di luar tanpa dirinya yang Ken takutkan orang lain akan lebih mudah melumpuhkan dan menghancurkannya jika kelemahannya sang istri dan calon anaknya celaka atau terjadi sesuatu yang buruk pada keduanya. Membayangkannya saja Ken tidak mampu apalagi jika itu benar-benar terjadi.
Biarlah dirinya di bilang over protektif dan posesif itu semua demi kebaikan untuk orang-orang tercinta dan terkasihnya.Semua keluarganya telah di amankan, kedua orangtuanya di kirim ke Bali dengan alih-alih urusan pekerjaan, adiknya Kania berada di Bandung bersama adiknya Kirana, dan ibu mertuanya berada di kampung halamannya.Sekarang Ken hanya terfokus menjaga dan melindungi keluarga kecilnya dengan penjagaan yang ketat agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Hanya saja Ken tidak ingin memberitahu yang sebenarnya pada sang istri, karna Ken tidak ingin istrinya itu merasa tidak aman, was-was dan cemas berlebihan sebab itu tidak baik untuk kesehatan istrinya dan calon anaknya.Dan untung saja Anna tidak banyak bicara, dia patuh saja dan menurut apa kata suaminya sehingga Ken tidak merasa kesulitan mengatur istrinya.
________&________
Di sisi lain
" informasi apa yang ingin kau sampaikan?"tanya seorang misterius duduk di kursi kebesaran dengan membelakangi para bawahannya.Siapa lagi kalo bukan Irvin manusia angkuh dan kejam.
"Maaf Bos saya dapat informasi bahwa seluruh keluarga Ken telah pergi meninggalkan Kota Jxxxxx, kami tidak tau mereka berada sekarang?"ucap Arya gemetar .
"Dasar bodoh!!! bedebah kalian semua, sialan!! sialan"ucap Irvin berdiri dari duduknya dengan suara makin menggelegar memenuhi ruangan itu.
"Lalu bagaimana istrinya?"tanyanya kembali.
"Istrinya masih tetap bersamanya Bos dalam penjagaannya"jawab Arya gugup
Irvin tampak menyunggingkan senyum jahatnya.Para bodyguard dan orang-orang suruhannya bergidik ngeri melihat senyum jahatnya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Bos? langkah apa yang harus kita ambil? kapan kita akan bergerak,jangan sampai kita kalah cepat dari Ken"ucap Arya dengan Keberaniannya.
"Berani sekali kau melontarkan pertanyaan bodoh mu itu padaku"hardik Irvin.
"Apa kau sedang memberi titah kepadaku" ucap Irvin menatap Arya tajam seperti menguliti Arya hidup-hidup.
glupp.Arya meneguk salivanya saking takutnya melihat tatapan Bos.
"Ti tidak bukan begitu maksud saya Bos"Arya mulai gemetar dan gugup.
Irvin kembali duduk di kursi kekuasaan dengan mengangkat satu kakinya diatas kaki yang satu lagi.
"Kenapa kau terburu-buru, kita lihat saja apa yang akan di lakukan Ken selanjutnya"
"Biarkan semuanya aman terkendali dulu, setelah itu baru kita bereaksi"
"Tunggu tanggal mainnya saja, tidak akan lama lagi"ujar Irvin menarik sudut bibirnya merencanakan sesuatu yang licik untuk menjatuhkan lawannya.
__ADS_1
"Tidak akan ku biarkan kau hidup bahagia Ken, lihat saja apa yang bisa ku lakukan untuk menghancurkanmu"gumamnya dengan senyum pembalasan dendam.