
Hari ini Anna dan Ken akan berbulan madu ke Bali. Anna memilih di dalam negeri tidak di luar negeri selain menghemat biaya,dekat dan juga ingin menikmati indahnya alam di Bali yang sejak dulu ingin sekali di kunjunginya.Karna menurut Anna wisata alam Indonesia tidak kalah indah di bandingkan di luar negeri.
Anna dan Ken kini telah berada di pesawat untuk menuju Bali. Anna terlihat tegang dan juga agak takut, getaran hebat pesawat sangat terasa saat take off, membuat Anna juga ikut bergetar dan berkeringat dingin.
"Kau takut?"tanya Ken yang diangguki oleh Anna
"sudah rileks saja,seperti tidak pernah naik pesawat saja"ucap Ken menggenggam tangan Anna untuk menguatkannya.Anna tersentak dan memandang ke arah Ken.
Tidak ada pembicaraan diantara mereka saat berada di dalam pesawat, karna Anna tertidur nyaman di pundak Ken.
"Dasar gadis sok jual mahal, padahal nyaman sekali bersandar di pundak ku"gumam Ken menatap Anna.
1 jam 50 menit pesawat yang ditumpangi Anna dan Ken landing di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai.
"Bangun kita sudah sampai"ucap Ken membangunkan Anna
"Hah? sudah sampai ya Pak?"ucap Anna masih setengah sadar dan mata melihat sekeliling.
"Kita masih di dalam pesawat"ucap Anna belum membuka matanya sempurna
"Iya,ayo cepat turun"ucap Ken
"Hah Iya iya"ucap Anna berdiri dengan sempoyongan.
"Kau ini!!menyusahkan saja"ucap Ken memegang tangan Anna dan mereka turun hati-hati dari pesawat.
Saat turun mereka lanjut di sambut oleh orang suruhan papi yang ada di Bali.
"Tuan dan Nyonya Ken"ucap Orang itu
"Iya"ucap Ken masih memegang tangan Anna dan menarik kopernya, sedangkan Anna masih belum sadar sepenuhnya.
"Mari Tuan, saya orang suruhan Tuan besar Xander untuk menemani Anda dan istri selama di Bali"jelasnya yang diangguki oleh Ken.
"Tolong kopernya"ucap Ken pada orang itu
Setelah itu Ken membuka pintu untuk Anna dan dirinya kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju menuju Hotel yang sudah di pesan sebelumnya untuk pasangan pengantin baru itu.
"Kita di mana Pak"tanya Anna
"Kau sudah sadar?"ucap Ken datar.
"Tak terasa , kita sudah di dalam mobil aja"ucap Anna
"Heemm... ya ngak terasa lah, kau saja tidak sadar"gumam Ken yang masih di dengar oleh Anna.
Mereka pun sampai di hotel yang dimaksud,orang suruhan papi membawakan koper mereka ke dalam kamar hotel.
Anna merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Kau kesini hanya untuk tidur"ucap Ken mendudukkan tubuhnya di Sofa
"Pusing Pak"ucap Anna, tiba-tiba Anna berlari ke kamar mandi
hueekkk hueekk hueekks
"ck kenapa lagi dia?"ucap Ken menyusul Anna ke kamar mandi
__ADS_1
Anna sedang mencuci mulutnya di wastafel
hueekk hueekk
"kenapa kau bisa begini?"ucap Ken memasukkan tangannya ke Jilbab Anna dan memijit tengkuk Anna
hueekk hueekk
"nih minyak kayu putih"ucap Ken menyodorkan ke hidung Anna untuk di hirupnya.
"mabuk perjalanan pak"ucap Anna lemah
"Kau ini!!mabuk perjalanannya baru terasa sekarang"ucap Ken membimbing Anna menuju ranjang dan merebahkan tubuh Anna.
"buka dulu hijabnya!, biar saya pijitin kepalanya"ucap Ken duduk di tepi ranjang.Anna bangkit kembali membuka hijabnya.
Ken mulai mengoles sedikit minyak kayu putih dahi dan hidung Anna, kemudian mulai memijit kepala Anna.
"Maaf menyusahkan Pak"ucap Anna dengan mata terpejam
"Kau memang selalu menyusahkan ku"ucap Ken
Setelah di rasa Anna tertidur, barulah Ken berhenti memijitnya.
"Baguslah sudah tidur"ucap Ken dia juga merebahkan tubuhnya di samping Anna dan juga ikut beristirahat.
_
Sorenya Pasangan suami istri itu bangun secara bersamaan.
Anna mulai menyesuaikan matanya begitu juga dengan Ken.Anna menguap dan bangkit dari tidurnya.
"jam 5 sore"ucap Ken
"Apahh!! Astagfirullah aku telat sholat Ashar"ucap Anna kaget langsung melompat dan berlari menuju kamar mandi.Ken hanya melongo melihatnya, kemudian bangkit dari ranjang dan mengecek Handphonenya.
"Pak Pak Ken tolong bawa sini kopernya Pak"teriak Anna di dalam kamar mandi
"ck dia orang pertama yang berani menyuruh ku"gumam Ken,tapi tetap membawa koper milik Anna.
"nih di depan pintu"ucap Ken
"Iya Pak makasih"ucap Anna mengulurkan tangannya dan menarik koper, namun yang tertarik bukanlah koper melainkan tangan Ken.
"Kenapa berat sekali ya?"ucap Anna
Ken yang di tarikpun terkejut belum sempat melepaskan, Anna sudah menariknya masuk ke kamar mandi.
"Aaaaaaaa kenapa Pak Ken yang masuk"teriak Anna langsung melepas tangan Ken dan berusaha menutup bagian dadanya dengan tangan,karna Anna hanya menggunakan handuk.
Ken bukannya berkomentar, tapi malah membelalak kan matanya dan menatap Anna yang hanya menggunakan handuk,sungguh munafik sekali Ken tidak mengakui bahwa dia terpesona melihat pemandangan indah dan seksi di depan matanya. jiwa kelaki-lakiannya mulai muncul dan bereaksi.
"Keluar Pak!!, keluar!!"teriak Anna mendorong tubuh Ken
"Jaga matanya jangan lihat"Anna berteriak semakin histeris menyadarkan Ken.
"Jangan berteriak lagi kau, ini salah kau yang menarik tangan saya"ucap Ken berbalik badan keluar kamar mandi.
"nih kopernya"ucap Ken mendorong koper Anna dan langsung menutup pintu kamar mandi.
__ADS_1
"bukan kopernya yang diambil malah tangan ku yang di tarik"ucap Ken kesal
"dia sungguh ingin menguji ku"ucap Ken menetralkan debaran jantung yang berpadu dengan cepat
begitu juga Anna di dalam kamar mandi, masih shock dengan kejadian barusan.
Setelah selesai bersih-bersih, pasangan suami istri itu keluar dari kamar hotel.
"Kita kemana Pak?"tanya Anna saat mereka sudah keluar dari hotel
"cari angin segar"ucap Ken berjalan duluan dan Anna mengikutinya dari belakang.
"Kejadian tadi di lupakan saja ya Pak?"ucap Anna dengan suara pelan
"saya tidak mengingatnya"ucap Ken datar
"Kau memang sengaja menggoda saya kan?"ucap Ken menyeringai dalam diam
Tidak-tidak sama sekali, tidak ada niatan menggoda Pak Ken"ucap Anna menolak sambil berjalan menyeimbangi langkah kaki Ken.Sedangkan Ken tersenyum tipis menanggapi ucapan Anna.
"Kau mau makan?"tanya Ken
"heemm... tapi dompet saya tinggal di kamar Pak"ucap Anna
"Kau pikir saya tidak mau membayarnya"tanya Ken
"Tidak bukan begitu,tapi...."
"Sudah ayo"ucap Ken melintas menuju restoran di depan,Anna terus mengekor Ken dari belakang. Pengantin baru itu, tidak ada romantisnya,sekedar berpegangan tangan pun tidak,berjalan juga tidak sejajar, mereka seperti Bos dan asisten saja.
Mereka masuk ke dalam restoran dan memesan makanan untuk mereka berdua.
"untuk dia tambah 2 porsi lagi mbak"ucap Ken pada pelayan
"Tidak mbak! untuk apa memesan banyak porsi untuk ku?"ucap Anna menolak pelayan dan bertanya pada Ken
"Karna kau makan banyak, saya takut nanti tidak cukup untuk kau"ucap Ken, membuat Anna menyipitkan matanya menatap Ken
"bagaimana ini tuan, nyonya?"tanya pelayan
"Tidak mbak, itu saja sudah cukup"ucap Anna pada pelayan ,tapi masih menatap Ken dengan tatapan tidak bersahabat
"sejak kapan aku makan banyak?"ucap Anna seperti menginterogasi Ken
"saat sarapan pagi di hotel waktu itu"jawab Ken jujur
"Itu karna aku sangat lapar, bukan berarti makanan sehari-hari ku banyak"ucap Anna dengan mata besar
"heemm... terserah kau, sudah lah, kau jangan menatap saya seperti itu"ucap Ken
"itu makanya jangan asal menuduh orang saja"ucap Anna menatap Ken tajam.
"heemmm"
"dasar gadis aneh"gumam Ken
...****************...
Bersambung
__ADS_1