My Love Bos

My Love Bos
Menjadi Pasutri


__ADS_3

Pagi hari yang penuh dengan perdebatan antara pasangan yang baru sah menjadi suami istri kemarin. Keduanya sama-sama keras dan egois.Sama-sama ingin menang sendiri.


Anna dengan wajah kesal duduk dibibir ranjang menggunakan kemeja panjang milik Ken.Sedangkan Ken sedang menyisir rambutnya di depan kaca sambil sesekali memperhatikan Anna.


"Diam-diam ternyata kau menyukai saya"Anna membulatkan matanya menatap Ken dengan omongan yang tidak masuk akal


"buktinya kau memeluk saya saat sedang tidur"ucap Ken sok gaya


Anna tidak bisa berkomentar apa-apa, memang dirinya bodoh telah memeluk Ken saat tidur, wajar lah biasanya Anna tidur dengan putranya Attha dan memeluk putranya, mungkin saja Anna pikir Ken adalah Attha dan tidak sengaja dipeluknya.


"Itu sama sekali tidak di sengaja Pak, namanya orang tidur mana sadar"balas Anna


"Ck Tidak sengaja?? tapi kau terlihat begitu nyaman dan tenang saat memeluk saya"ucap Ken


"Terserah Pak Ken aja"


Tok tok tok


Dengan wajah berbinar Anna berlari ke arah pintu, dia merasa yang datang adalah Tio yang membawakan pakaian untuknya.


"Mau Kemana kau?"tajam Ken datar dan berjalan ke arah pintu.


"Mau membuka kan pintulah pak, itu pasti Kak Tio"ucap Anna


"dengan penampilan seperti ini"tunjuk mata Ken.


"Astagfirullah aku sampai lupa"ucap Anna


berdiri dibalik pintu dan Ken membuka pintu.


"permisi Tuan , kami membawakan sarapan pagi untuk Tuan"ucap karyawan hotel.


Anna yang mendengar menjadi lesu ternyata bukan Tio yang datang melain pelayan hotel.


"Iya Baik lah terimakasih, biar saja yang membawanya ke dalam"ucap Ken mendorong troli yang berisi makanan siap saji dan lalu kembali menutup pintunya.


"nih sarapan dulu"ucap Ken.


"Iya Pak"ucap Anna


"Kau tidak ingin sarapan?"tanya Ken sudah mengambil porsi sarapan untuk dirinya sendiri.


"Tentu saja aku ingin sarapan"ucap Anna mengambil porsi banyak sarapan untuk dirinya.


"Banyak juga makan kau,tapi tubuh Kau masih tetap kecil tidak berisi"ejek Ken


"Kenapa Pak Ken lihat-lihat tubuh saja, dasar mesum"cibir Anna kesal


mereka melanjutkan sarapan pagi hingga habis tak bersisa, porsi Anna lah yang paling banyak, karna dia begitu lapar, semalaman belum makan. Ken menatap ngeri pada Anna, biasanya perempuan akan menjaga porsi makannya tapi berbeda dengan istrinya ini, sungguh Aneh.


"namanya juga lapar Pak, jangankan makanan Pak Ken saja bisa saja telan"ucap Anna menatap ****** Ken. Dengan susah payah Ken menelan salivanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mereka berdua pulang ke rumah Anna, Tio yang menjemput mereka, walau cukup lama menunggu Tio.


"Dasar pengantin baru ngak bawa baju ganti,pikirannya enak-enak aja"gumam Tio


"Apa kau bilang barusan Tio"ucap Ken yang duduk disebelah kemudi disamping Tio


"Ah tidak tidak ada Pak"ucap Tio gugup


Anna yang duduk dibelakang hanya menyimak saja pembicaraan Bos dan asisten itu.


Mobilpun sampai di rumah Anna.Anna dan Ken langsung turun.


"Kak Tio ngak masuk Kak?"ucap Anna di samping kaca Tio.


"Tentu saja Anna"ucap Tio menarik sudut bibirnya. Ken hanya menatapnya malas.


mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan langsung disambut oleh Bunda.


"Nak Ken, nak Tio duduk dulu nak"


"Attha mana bunda?"


"Main di belakang sama Wardah"ucap Bunda, mendengar nama Wardah senyum Tio langsung terbit


"Anna buatin minum untuk suamimu dan nak Tio"ucap Bunda


"Iya bunda"ucap Anna menuju dapur. sedangkan Tio permisi mau ke belakang.Tinggallah Ken sendiri di ruang tamu.


"ck malah ditinggal sendiri"gumam Ken


Tak lama Anna datang membawa minuman dan sedikit cemilan.


"Mana Kak Tio pak?"tanya Anna melihat suaminya saja sendirian.sambil meletakkan nampan di atas meja.


"Dibelakang mungkin"ucap Ken


"Minum Pak!"ucap Anna


Ken meminum kopi buatan Anna itu


"Heemm setelah ini kita tinggal di mana Pak?"


"Terserah kau"ucap Ken

__ADS_1


"Yasudah kalo gitu aku tetap tinggal di rumah Bunda dan Kau tinggal di rumah Mami"ucap Anna


"Kalian tinggal berpisah?"ucap Bunda marah


"Bun bunda? tidak kok bun"ucap Anna gugup sambil cengir


"Benar nak Ken?"tanya Bunda


"Tidak bu, Anna yang ingin tinggal berpisah, aku tidak"ucap Ken menyeringai pada Anna.


Anna menggeriti kesal menatap tajam Ken


"Anna kamu sudah menikah, kemana pun suamimu, kamu harus mengikutinya,jalani tugas seperti seorang istri, jangan membantah ucapan suamimu, selagi itu baik untuk masa depan kalian"


"Ingat baik-baik status mu sudah menikah, bersikaplah dewasa dan layani suamimu"nasehat bunda


"Iya bunda"ucap Anna tertunduk


Di tempat lain


"Bagaimana?konsekuensi yang saya berikan? "tanya Tio pada wardah


"Tidak Tuan saya menolaknya, besok saya akan pulang ke Semarang"ucap Wardah masih asik bermain dengan Attha.


"Mau tidak mau kau harus menerimanya,apa susahnya menjadi asisten saya? kau hanya melakukan apa yang saya suruh setelah itu saya gaji,bukankah itu mudah?"ucap Tio


"Heiii tuan hidup ini bukan seperti mau nya anda saja bukan juga apa yang anda inginkan?"ucap Wardah


"Lalu sekarang apa mau mu?"tanya Tio


"Tentu tidak sama dengan anda, saya akan membelikan Jas anda dan setelah itu urusan kita selesai"ucap Wardah penuh penekanan


"Namun tidak semudah itu nona, saya tetap ingin jas saya bukan Jas baru"


Tanpa mereka sadari Ken dan Anna menguping pembicaraan mereka. Anna memberi kode pada Ken namun Ken hanya mengangkat bahunya tidak tau.


🍁🍁🍁🍁🍁


Siang itu Ken dan Tio kembali ke perusahaan sedangkan Anna dan wardah juga Attha pergi ke mall.


"Wawa ada hubungan apa kamu dengan Kak Tio"ucap Anna sambil mengandeng tangan anaknya berjalan di eskalator


"Tidak ada hubungan apa-apa Anna, dia sok kenal aja dan memaksa ku..."


"memaksamu?? "mereka sudah sampai di lantai atas khusus pakaian pria.


"dia memaksaku untuk menjadi asisten pribadinya, aku tidak mau Anna"ucap Wardah


"Asisten pribadi?? Kak Tio juga asisten pribadi Pak Ken, untuk apa yang menjadikanmu asisten pribadinya?"tanya Anna bingung


"Entah lah Anna aku juga tidak tau,aku sudah menolaknya aku tidak ingin"ucap Wardah


"Tentu saja Anna"


Mereka pun menghabiskan waktu untuk berbelanja di mall, Wardah membeli Jas Tio, juga oleh-oleh untuk keluarganya.sekalian mainan untuk Attha.


Malam harinya


Ken baru pulang dari kantor.


Anna membukakan pintu untuk Ken.


"bawa sini tasnya Pak aku bawain"ucap Anna


"nih"ucap Ken membuka sepatunya dan kemudian berjalan menuju kamar diikuti oleh Anna di belakangnya.


"aku siapkan air hangat Pak?"tanya Anna


Ken merebahkan tubuhnya di sofa langsung membuka matanya.


"ada apa dengan kau?"tanya Ken mengerutkan dahinya


"sudah tugas saya melayani pak Ken"ucap Anna.


heemmm


_


Setelah selesai mandi, Ken keluar menuju meja makan karna tadi di minta oleh Anna.


"Mari nak Ken kita makan malam"ucap Bunda tersenyum melihat menantunya itu. Di meja makan sudah ada bunda, wardah, Zidhan dan Anna yang sedang menyuapi Attha.


Ken kikuk dan duduk di samping Anna yang


"Pak Ken ambil sendiri aja ya Pak"ucap Anna


Ken masih memperhatikan cara Anna memperlakukan Attha dengan baik.Tatapan Ken pada Anna tidak lepas dari pandangan Wardah.


"Bunda ambilin nak Ken!?,soalnya Anna lagi menyuapi Attha"tanya bunda karna Ken masih diam,Anna menoleh ke arah Ken yang duduk di samping.


"Tidak bu ,aku bisa ambil sendiri"


"sayang mau tambah"tanya Anna pada Attha


"titak umma, Atha dah kenyang"ucap Attha.


Setelah Attha makan, dia langsung ke ruangan keluarga bermain, dan Anna baru memulai makannya.

__ADS_1


Ken hanya sesekali melirik Anna.


Setelah selesai makan, semuanya menuju ruangan keluarga, kecuali Anna dan wardah yang membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.


"Aku masih penasaran deh Anna?"tanya wardah


"penasaran apa Wawa?"


"bukan maksud kepo ya, aku bingung aja kamu dan Pak Ken kok bisa nikah? waktu kita pertama kali ketemu di saat seminar itu, aku lihat kalian tidak ada hubungan spesial"ucap Wardah.


"Kan udah aku bilang saat kamu datang kemarin"Anna sudah menyusun piring di atas rak piring


"Berarti kami dan Pak Ken tidak mencintai?"


"Ya begitu lah Wawa, mungkin seiring berjalan waktu rasa itu akan tumbuh"ucap Anna bijak duduk sambil mengupas buah.


"Tapi aku rasa ya Anna, Pak Ken menyukai mu"ucap Wawa membuat Anna tersedak.


"kamu nggak papa Anna"tanya Wardah cemas


"It's Oke"


"Kamu ada-ada sih Wawa, orang datar macam Pak Ken mana mungkin menyukai wanita seperti aku"ucap Anna


mereka pun berjalan keluar dengan membawa buah yang sudah di kupas.


"Pak Ken mana bunda?"tanya Anna tidak melihat Ken ada di ruangan keluarga


"Di kamar nak"ucap Bunda


"Mbak minta buahnya satu mbak"ucap Zidhan


"nih dek"ucap Anna meletakkan buah yang dikupasnya di atas meja.


"Ji kamu tidur di luar ya malam ini, mbak Wawa akan tidur di kamar kamu"ucap Anna


"Iya mbak"ucap Zidhan


"Apa ngak papa Anna, kasian Zidhan tidur diluar, aku jadi ngak enak merepotkan"ucap Wardah


"Tidak kok nah Wardah, Ji ngak pernah masalah kok, lagian dia juga laki-laki"ucap Bunda.


Cukup lama Anna berbincang dan bermain dengan Attha, Bunda menyuruh Anna untuk ke kamar menemui suaminya.


"umma atha ngantuk"ucap Attha mengusap-usap matanya


"sini sayang kita bobok"ucap Anna mau mengambil Attha


"Attha tidur sama nenek aja ya sayang"ucap Bunda


"Kenapa bun?,biarin Attha tidur dengan Anna "ucap Anna


"udah sana pergi ke kamarmu"ucap Bunda


"Sayang ngak papa tidur dengan nenek malam ini ya"ucap Anna mencium wajah putranya, terlihat Attha sudah ngantuk berat.


Anna pun masuk ke dalam kamarnya.


Terlihat Ken duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


"mau dibuatin minum pak"tanya Anna


"heemm"ucap Ken


Anna kembali keluar dan membuat minuman untuk suaminya.Setelah itu masuk lagi ke kamar membawa teh hijau untuk Ken.


"ini minumannya pak"ucap Anna meletakkan di atas meja dan duduk di samping.


"Pak apa aku boleh bekerja kembali"ucap Anna.Ken menghentikan aktivitasnya beralih menatap Anna.


"kenapa kau ingin bekerja?, saya masih sanggup menafkahi mu"ucap Ken membuat hati Anna tersentuh.


"keluarga ku bagaimana pak?siapa yang akan menafkahinya kalau bukan aku"ucap Anna lagi.


"Saya"ucap Ken dengan penekanan


"Ternyata Pak Ken laki-laki dan suami yang bertanggung jawab juga"batin Anna


"Besok kita tinggal di rumah Mami"ucap Ken


"Attha saya bawa tinggal bersama kita ya Pak"ucap Anna ragu


"tentu saja dia anakmu"ucap Ken.


"terima kasih banyak Pak"ucap Anna tanpa sadar memeluk Ken dari samping. Ken terkejut dengan aksi Anna yang mendadak namun sudut bibirnya terangkat.


"Ternyata kau sudah berani juga"


"Apakah sekarang kau masih tidak sadar memeluk saya?"ucap Ken


dengan cepat Anna melepas pelukannya dan merasa canggung bercampur malu dengan Ken.


Saking malunya Anna berlari ke kamar mandi,dan menutup pintu kamar mandi, Ken hanya tersenyum tipis melihat Anna salting.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


Bantu vote, like dan coment readers tersayangπŸ˜˜πŸ˜…


__ADS_2