
Setelah mengantar Nadin, Ken menuju ke apotek untuk membeli obat dan vitamin yang telah di catat oleh dokter Reni tadi untuk Anna.
Setelah itu mobil Ken berhenti di restoran membeli makanan siang untuknya, Anna dan juga Attha.
Hari ini Ken memutuskan tidak ke kantor, tadi pagi dia telah menelepon Tio untuk mengurus urusan kantor hari ini karna Ken akan full time di rumah untuk menjaga Anna yang sedang sakit.
Saat memasuki rumahnya suasana terasa sepi dan tenang, karna Attha berada di kamar Ken dan Anna untuk menjaga ummanya yang sakit.
Ken meletakkan makanan di atas meja makan, setelah itu naik ke atas menuju kamarnya.
"Sayang"panggil Ken masuk ke kamarnya.
"Pantesan terasa sepi pada tidur"gumam Ken tersenyum kemudian menuju kamar mandi untuk berwudhu dan akan melaksanakan sholat zuhur.
_
Anna hendak bangun dari tidurnya.
"Mas!"ucap Anna melihat suaminya yang duduk di sofa kamar fokus pada laptopnya.
"Sudah bangun sayang? mau kemana?"tanya Ken berdiri menghampiri Anna yang hendak berdiri.
"Ke kamar mandi mas,Anna belum sholat Zuhur"ucap Anna
"Biar mas bantu"
"Anna bisa sendiri lah mas, ngak usah dibantu segala"
"Tapi Anna belum sehat lho, kalo terjadi apa-apa nanti gimana"ucap Ken sudah berdiri di dekat Anna
"Ah mas lebay banget, orang Anna cuma demam biasa doang"ucap Anna
"Yasudah ayo mas bantu"ucap Ken langsung membopong tubuh Anna, Anna hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu, disisi lain dia juga bersyukur memiliki suami yang begitu perhatian seperti Ken.
Setelah selesai sholat Zuhur.
"Ayo kita makan siang, mas mau bangunin Attha dulu"ucap Ken beranjak dari duduk di sofa.
sedangkan Anna melipat perlengkapan sholat.
"Maaf mas Anna belum masak makan siang untuk kita,padahal ini udah lewat makan siang"
"tidak apa-apa sayang, mas udah beli tadi di restoran tinggal di panaskan aja lagi makanannya.
Mereka bertiga turun ke bawah menuju meja makan.
"Anna duduk lah, sama Attha biar mas yang panaskan makanannya"ucap Ken menarik kursi untuk Anna
"Kenapa mas yang jadinya melayani Anna, hemmm apa mas bisa??"ucap Anna ragu-ragu diakhir kalimat.
"memangnya apa yang mas ngak bisa lakukan sayang,kan cuma panaskan makanan doang, sudah Anna diam saja biar mas yang lakuin"ucap Ken mulai menuangkan makanan ke dalam panci yang sudah hangat.
"benal kata papa, umma di duduk aja, umma kan lagi sakit"ucap Attha
Anna hanya tersenyum mendengar ucapan putranya itu.
Anna sedikit ragu melihat suaminya , ya walau cuma memanaskan makanan apalagi sebelumnya Anna tidak pernah melihat Ken masuk ke dapur karna urusan dapur Anna lah yang mengurus.
Ken menyajikan makanan di atas meja makan. Kemudian dia mengambil nasi untuk dirinya, Anna dan juga Attha.
"Mas!!"ucap Anna menatap tidak enak hati melihat suaminya itu menyediakan semuanya sendiri.
__ADS_1
"Ayo kita makan"ucap Ken
"Yeyeyye.... makasih papa"ucap Attha senang
"sama-sama"
"Apa yang Anna lihat, ayo makan! mau di suapin? "ucap Ken ketika Anna menatap.
"Tidak.... "ucap Anna menggeleng tersenyum manis ke arah Ken.
Mereka menikmati makan siang mereka bertiga, momen pertama kalinya Ken makan siang di rumah bersama istri dan anak angkatnya.
Selesai makan siang Ken berdiri hendak mengumpulkan piring kotor,namun di cegah Anna.
"Biarin Anna yang mencucinya mas"ucap Anna menahan tangan Ken
"Sesekali suami harus membantu pekerjaan istrinya apalagi sang istri lagi sakit begini"ucap Ken
"Umma mau istirahat di kamar?bial Attha antar"tanya Attha
"Tidak sayang umma mau bantuin papa, Attha main sana ya nak!"ucap Anna
"Tapi umma sakit"ucap Attha
"Umma udah sehat kok sayang, Attha tidak usah jagain umma lagi"
"Titak bisa umma belum sehat, Atha akan jagain umma telus,"
"Ayo Atha bantu kita duduk di luang keluarga"ucap Attha
"udah sana dengarin ucapan anaknya,mas bersihin ini dulu nanti Mas susul"ucap Ken membawa piring kotor ke wastafel cuci piring.
"Ya Allah,,, ngak suami, ngak anak posesife banget, nggak bolehin aku melakukan ini itu"batin Anna
_
Sore harinya
Tio asisten pribadi Ken datang ke rumah Bosnya itu, dia datang tidak sendirian tapi juga bersama Wardah dan Amel yang ingin melihat keadaan sahabatnya, yang kata Tio istri Bos nya itu sakit.
"Assalamualaikum"ucap mereka bertiga masuk ke dalam rumah Ken.
"Wa'alaikumusalam,silahkan masuk"ucap Ken
"Amel!!, Wardah!!"
"Hehehehhee,,, Iya Pak kami datang mau lihat kondisi Anna Pak, kata Pak Tio Anna sakit"ucap Amel berusaha menahan gemetaran
"Yasudah kalian duduk lah, saya mau panggil Anna dulu ke kamar"ucap Ken berlalu menuju kamar, sedangkan ketiganya duduk di ruang tamu.
"Anna sakit apa ya? atau jangan-jangan lagi hamil?"cerocos Amel
"Entah lah Mel kan kita belum tau, kalo hamil ya Alhamdulillah, tapi kalo tidak?? kamu jangan bertanya hal yang menyangkut kehamilan pada nya dia paling sensitif hal begituan yang ada nanti dia sedih"peringatan Wardah
"Nona Wardah selain cantik juga pengertian, ini ni yang paling aku suka dari kamu nona"ucap Tio tersenyum genit
"Cieee cieee di gombalin nih Wawa, tapi cewek juga butuh kepastian Pak bukan hanya gombalan mulu"ucap Amel yang langsung mendapat tatapan tajam dan sekaligus di senggol lengannya oleh Wardah.
"Dan itu yang paling saya tidak suka dengan anda, saya bukan cewek yang senang anda gombalin pak"ucap Wardah melirik tidak suka pada Tio
Amel mengulum senyum melihat pasangan aneh di depannya ini.
__ADS_1
Tak lama Ken turun bersama Anna dan juga Attha yang memegang tangan ummanya.Terlihat dari wajah Anna sedikit pucat dan lemas.Anna tersenyum ke arah kedua sahabatnya.
"Anna mau buatin minum dulu ya ke belakang"ucap Anna tersenyum lemas.
"Tidak usah Ann, kamu kan lagi sakit duduk aja di sini kami cuma lihat keadaan kamu"ucap Wardah
"Masa tamu datang tidak dihidangkan minumannya, kalian juga jarang kesini lho"ucap Anna
"Anna duduk saja biar mas yang buatin minum"ucap Ken membuat ketiga orang tamunya itu terkejut, seorang pak Ken membuatkan minum untuk mereka tidak salahkan.
Setelah Ken berlalu.Mereka diam sesaat.
"Unti Mel dan Unti Wawa mau jenguk Umma lagi sakit ya?"ucap Attha membuyarkan lamunan mereka masing-masing.
"Ehhh iya sayang, Attha apa kabar?"ucap Wardah
"Sini duduk dekat aunty Wawa"ucap Wardah
Attha yang masih memegang tangan Umma melihat ke arah Anna dan angguki oleh Anna. Attha duduk di pangkuan Wardah, Attha terlihat senang dan bercerita pada Wawa.
"Aku ngak nyangka banget, Pak Ken membuatkan minuman untuk kita?"ucap Amel
"Apa itu beneran Pak Ken yang di kenal ngak sih?"ucap Amel
"Selama 10 tahun lamanya aku bekerja dengan Pak Bos, sejak menikah dengan Anna aku melihat banyak berubah dari diri Bos"ucap Tio
"Ya bagus dong, setiap laki-laki yang tulus akan berubah demi wanita yang di cintai"jawab Wardah menyindir Tio
"Hehehehe,,,, Alhamdulillah,,,,aku sendiri juga ngak nyangka Mas Ken seperti sekarang ini, kadang setiap harinya sikapnya bagaikan kejutan bagi ku"ucap Anna
"Hekkmm.... "deheman Ken datang dengan membawa minuman untuk para karyawannya lebih tepat tamunya.
Mereka semua terdiam saat Ken datang.
"Silahkan di minum"ucap Ken meletakkan minuman di atas meja, mereka semua masih tercengang dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat termasuk dengan Anna yang bingung dengan suaminya itu.
"Ehh,,, Iya Pak, Makasih, maaf merepotkan kan pak Ken"ucap Wardah memecah kecanggungan
"Tidak masalah"ucap Ken duduk disamping Anna.
"Anna duduk disini saja bareng kedua temannya ya, mas dan Tio ke ruang tengah untuk membahas pekerjaan kantor dulu!"ucap Ken
"I i iya mas"ucap Anna tersenyum dan menganguk
"Ayo Tio kita bahas di ruang tengah saja"ucap Ken
"Baik Pak Bos"jawab Tio
Ken dan Tio beranjak dan berlalu menuju ruang tengah untuk membahas pekerjaan.
"Umma, Unty Attha mau ke kamal Attha dulu ya"ucap Attha turun dari pangkuan Wardah
"Iya sayang"ucap mereka
Sekarang Tinggallah 3 orang sahabat yang duduk di ruang tamu dan bercerita serta bercanda tawa seperti biasanya, walau Anna sakit tapi tetap terlihat happy dengan kedatangan kedua sahabatnya itu.
...****************...
Bersambung
Jangan lupa dukungannya ya readers🤗🤗
__ADS_1