My Love Bos

My Love Bos
Kata-kata


__ADS_3

Sejak saat di rumah sakit tadi Ken lebih banyak diam dan melamun.Berbicara dengan Anna pun hanya seperlunya. Anna bingung dengan suaminya itu, bukankah seharusnya Ken terlihat bahagia pelaku yang menggelapkan uang diperusahaannya sudah ditemukan bahkan sudah diinterogasi pula dan juga akan mempertanggungjawabkan perbuatan di kantor polisi.


Anna tau karna tadi bertanya pada Tio dan Tio lah yang menjelaskan semuanya pada Anna.


"Mas"ucap Anna menyentuh lembut bahu suaminya dan duduk disebelahnya


"Dari tadi Anna perhatikan mas lebih banyak diam dan melamun?"


"Ada apa? apa yang mengganggu pikiran mas? cerita pada Anna"ucap Anna


"Mas tidak tau sayang"ucap Ken dan tiba-tiba memeluk Anna dari samping.Saat ini yang dibutuhkan adalah sandaran ketenangan.


"Biarkan begini saja dulu"ucap Ken


Anna pun mengangguk tangannya mengelus lembut punggung Ken untuk memberikan ketenangan pada suaminya itu.


Cukup lama Ken memeluk Anna, kemudian menatap Anna dalam dalam mencium kening Anna.


"Attha udah tidur sayang?"ucap Ken


"Sudah mas, sekarang kita istirahat juga ya!"ucap Anna lembut dan diangguki oleh Ken.


Keduanya naik ke atas menuju kamar mereka.


_


Besok harinya


Anna menyiapkan kebutuhan putranya dan suaminya, setelah itu dia juga bersiap-siap.


"Hari ini Anna tidak usah pergi ke kantor lagi, cukup dirumah saja"ucap Ken saat mereka sarapan pagi.


"Kenapa mas? hari ini Anna mau jenguk mbak Nadin ke rumah sakit"ucap Anna sambil menyuapi Attha sarapan.


"Nanti pergi bersama mas!"


"Kalo Anna ingin main ke rumah bunda gimana mas, Anna bosan sendirian di rumah


Ken hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, mereka pun berangkat tujuannya mengantar Attha dulu ke sekolah, Ken mengantar Anna ke rumah bunda.Setelah itu Ken menuju kantornya.


Suasana di kantor begitu riuh membahas tentang masalah Dani yang menggelapkan uang perusahaan kantor,lebih tepatnya sebagai suruhan, karna ada orang belakang yang menginginkan perusahaan Ken bangkrut, dan Danilah sebagai perantaranya yang dibayar.

__ADS_1


"Siapa Ken? Irvin???"ucap Amara mengulangi ucapan Ken.


"Iya Ar Irvin kamu tau siapa dia?? perasaan aku tidak memiliki masalah dengan seseorang yang bernama Irvin"jawab Ken


"Tidak Ken, coba ingat-ingat lagi ada mungkin rekan bisnis mu, atau klien yang ingin berusaha menjatuhkan perusahaan mu dengan menyuruh orang lain melancarkan aksinya"jawab


"Entah lah Ar tapi namanya terdengar Familiar di telingaku tapi yang menjadi misterius identitasnya sangat sulit untuk dilacak, Dani saja orang suruhannya mengaku tidak pernah melihat wajahnya apalagi tau identitasnya. "ucap Ken jujur


"Akan sulit untuk menemukannya Ar"


"Aku yakin kau pasti ada hubungan dulu dengannya,ingat baik-baik lagi Ken tidak mungkin orang yang tidak kenal melakukan ini pasti dia mengenal mu Kek, aku rasa dia bukanlah orang yang mudah di ketahui sampai identitasnya tidak kita dapatkan "jawab Amara


"Menurut ku Tio dan tim lainnya tidak usah mencari keberadaan nya dulu tunggu sampai keadaan benar-benar aman, karna dia bukanlah orang sembangan, karna dia main dengan sangat bersih tanpa jejak"


_


"Wawa"ucap Amel masuk ke ruangan Wardah.


"Amel!"jawab Wardah mengalihkan pandangannya ke arah Amel yang mendekat ke arah kirinya.


"Ada apa Mel, aku lihat wajahmu begitu kusut dan gelisah"ucap Wardah memperhatikan wajah Amel.


"Wawa kamu lagi sibuk?"ucap Amel menarik kursi didepan Wardah dan duduk.


"Begini Wawa beberapa hari yang lalu aku melihat Dani dengan seorang pria di sebuah Cafe Vid, dan dengan pria yang sama juga aku melihat Mbak Nadin mengobrol di tempat sepi berdua saja, kalo ngak salah 1 bulan yang lalu aku lihat,aku yakin ini semua pasti ada kaitannya,inilah yang mengganggu pikiran ku Wawa"cerita Amel


Wawa menautkan alisnya mencerna ucapan Amel barusan.


"Maksud kamu Pria itu dalang dari semua ini? tapi kamu yakin Mel? apa kamu melihat wajah pria itu?"tanya Wardah kebingungan.


"Aku pikir juga begitu Wawa, dia pria yang ingin menghancurkan perubahan Pak Bos Ken"


" aku tidak melihat wajahnya,dia memakai topi, kaca mata hitam dan masker dan yang jelas dia pria yang sama, karna aku perhatikan dengan jelas postur tubuhnya dan gerak gerik yang sama,aku pastikan tidak salah lihat"jawab Amel mantap.


"Aku percaya denganmu, tidak mungkin masalah serius ini kamu salah ,aku tau kamu sangat teliti dalam semua hal, kita harus beritahu Anna tentang ini Mel"


"Jangan Wawa kita belum bisa kasih tau Anna tentang ini, sampai semuanya benar-benar jelas dulu, baru kita kasih tau Anna, aku akan menyelidiki kebenaran yang pasti lagi,aku juga butuh bantuan kamu dalam hal ini Wawa, agar semua masalah ini cepat selesai"ucap Amel


"Kamu pintar Mel, aku akan dukung aku, kita tidak sendiri, Pak Tio dan tim lainnya juga dalam penyelidikan"ucap Wardah tersenyum menggenggam tangan Amel.


Siapa sangka di balik sikap Amel yang kocak, asal ceplos, situkang mulut ember, dan jahil tersimpan sifat yang begitu teliti, serius, tidak terburu-buru dan tenang dalam menghadapi masalah.


_

__ADS_1


Anna berada di rumah sakit, tadi setelah menjemput Attha sekolah Zidhan langsung mengantar Anna ke rumah sakit untuk menjenguk mbak Nadin.


"Bagaimana keadaannya mbak, sudah membaik"tanya Anna tersenyum


"Sudah, kenapa kau kesini lagi setelah saya berbuat tidak baik pada kau?"ucap Nadin yang duduk bersandar di atas blankar dan memalingkan wajahnya dari Anna.


"Alhamdulillah!, Karna saya dan juga mas Ken telah menganggap mbak sebagai bagian dari keluarga kami, jaga kesehatan ya mbak dan dedek bayi yang sedang mbak kandung"ucap Anna tetap ramah. Terlihat dari samping Nadin meneteskan air mata.


"Terimakasih Anna, tapi saya tidak menginginkan dia hadir"ucap Nadin menoleh perlahan pada Anna.


"Astagfirullah mbak tidak boleh bicara begitu lagi, kemarin kan sudah saya bilang, dia tidak bersalah, dia suci juga anugerah dan rizki dari Allah hanya saja cara mendapatkannya yang salah, tapi bagaimana pun mbak harus menerimanya karna dia buah cinta mbak, Allah mempercayai mbak dan menitipkan ruh di dalam rahim mbak yang harus mbak jaga,cukup berbuat dosa satu kali saja mbak dan jangan pernah berpikir untuk menghilangkan dia"jelas Anna membuat mata Nadin berkaca-kaca.


"Saya menyesal Anna, saya khilaf hingga menghadirkan dia di dalam sini, kau memang benar Anna, terimakasih"ucap Nadin tulus tak terasa air matanya keluar.


Anna menyentuh lembut bahu Nadin dan mengangguk disertai senyuman lembut.


"Tidak semua perempuan beruntung untuk mendapatkan seorang bayi yang hadir dalam kehidupannya mbak, seperti saya sampai saat ini belum dikasih kepercayaan untuk mengandung"ucap Anna menarik sudut bibirnya.


"tapi dia bukankah dia anak mu?"ucap Nadin menatap bingung pada Anna sambil menunjuk ke arah Attha dan duduk bersama Zidhan di sofa ruangan rawat itu.


"Ohhh,,,, Attha dia anak angkat saya mbak"


"anak angkat? tetapi kenapa kau sangat begitu menyayanginya seperti anakmu sendiri"


"Begitulah mbak setiap anak harus mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, tidak peduli anak angkat atau pun bukan, yang jelas anak adalah titipan yang harus dijaga ,disayangi, dan dikasihi"ucap Anna sekali lagi menampar Nadin dengan kata-katanya yang begitu dalam dan bermakna.


"Ternyata aku salah, Anna tidak janda dan dia masih gadis saat menikah dengan Ken, pantasan Ken sangat mencintai Anna bahkan tidak ingin meninggalkan Anna"batin Nadin


"Mbak! mbak! ada apa?"tanya Anna


"Hah!! tidak tidak ada apa-apa, walaupun umurmu jauh lebih muda dari pada saya tapi pemikiran dan tindakan kan begitu dewasa"ucap Nadin


"Terimakasih Anna kau telah menyadarkan saya, saya akan menjaga dan menyayangi anak saya dengan sepenuh hati,saya akan kuat demi anak saya"ucap Nadin sambil mengelus perutnya.


Anna tersenyum bahagia mendengar ucapan Nadin yang sungguh-sungguh.


...****************...


Bersambung


Thank's ya readers


jangan lupa like, coment, vote dan giftnya yang readers, agar Author terus update

__ADS_1


__ADS_2