
1 Bulan berlalu begitu cepat, selama satu bulan masalah diperusahaan Ken belum juga selesai, berbagai cara Ken lakukan untuk tetap mempertahankan perusahaannya. Tapi belum juga membuahkan hasil untung Papi memberikan bantuan dengan investasi yang besar pada perusahaan Ken.
1 bulan ini juga Anna selalu ikut ke perusahaan bersama Ken, sering kali Ken melarang Anna tidak ikut dan tetap dirumah juga fokus pada pekerjaan dirumah saja, Ken tidak ingin Anna kelelahan apalagi sekarang Attha sudah mulai sekolah jadi Anna terlihat sibuk mengurus keperluan Attha.Ya walau pulang sekolah Attha di jemput oleh Zidhan,tapi tetap saja nanti ketika pulang kantor Ken dan Anna menyempatkan untuk menjemput Attha kerumah bunda.
Begitulah aktivitas mereka selama 1 bulan ini.
Disisi lain
Di sebuah kamar dengan nuansa mewah dan juga minimalis, seorang gadis masih meringkuk di dalam selimutnya, akhir-akhir ini dia merasa tidak enak badan,tidak mau makan, sehingga tubuhnya merasa lemas dan pusing.
Ya dia Nadin adiknya Nadia mantan kekasih Ken yang sudah tiada.
Tiba-tiba Nadin merasakan perutnya bergejolak hebat dengan cepat dan sedikit berlari Nadin memuntahkan isi perutnya di wastafel kamar mandi.
"Huekkk,,, hueekkk,,,,, hueekkk"
Setelah mencuci bersih mulutnya, Nadin sejenak menatap dirinya di cermin.
"Kenapa aku bisa begini?sudah beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan!"
"Huekkk, hueekk"Nadin kembali memuntahkan isi perutnya, sampai cairan kuning yang keluar dari mulutnya, tubuh Nadin benar-benar lemah hingga tak mampu menopang tubuhnya lagi.
Brukghh Nadin jatuh tak sadarkan diri di kamar mandi.
_
Di rumah sakit
Sebelum berangkat ke kantor Ken dan Anna menerima telepon dari pembantu di rumah Nadin yang mengatakan Nadin pingsan dan di larikan kerumah sakit, dengan perasaan cemas Ken dan Anna segera datang ke rumah sakit melihat kondisi Nadin.
"Bagaimana bisa Nadin pingsan bik"tanya Ken, mereka duduk dikursi tunggu, menunggu Nadin yang masih ditangani dokter didalam.
"Saya tidak tau Tuan, saya hanya menemukan Nona Nadin tak sadarkan diri di kamar mandi"
Anna yang melihat suaminya khawatir dan cemas, tak dipungkiri Anna merasa sedikit cemburu namun segera mungkin Anna berfikir positif, Karna Nadin tidak memiliki keluarga dan siapa-siapa lagi selain seorang diri dan pembantu yang ikut dengannya sejak kecil, apalagi Ken juga sudah berjanji pada Nadia kakaknya Nadin untuk menjaga Nadin dan menganggap Nadin sebagai adiknya sendiri.
Hanya saja Nadin yang salah mengartikan hingga terobsesi ingin memiliki Ken dan merebut Ken dari Anna.
Ceklek dokter keluar
Ken langsung menghampiri dokter disusul oleh Anna dan menanyakan keadaan Nadin.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya dokter?"
"Dia mengalami dehidrasi,hal yang biasa terjadi bagi Ibu hamil rentan mengalami dehidrasi seperti ini karena keluhan mual yang membuat ibu hamil sering muntah dan tidak nafsu makan, sehingga asupan cairannya berkurang, hal ini sangat berpengaruh pada cabang bayi yang di kandungnya"jelas dokter wanita membuat Anna, Ken dan juga pembantu Nadin,mereka terkejut dan membulatkan matanya tidak percaya.
"Ha ha hamil dok?"ucap Anna terbata
"Nona Nadin mengandung dokter"ucap Bibik pembantunya.
"Iya Nona bu Nadin mengandung"jawab dokter. Sontak sekali lagi Anna menutup mulutnya.
"Berapa bulan kandungannya dok"ucap Ken setelah terdiam dan mencerna ucapan dokter yang membuatnya terkejut mendengar kenyataan yang dialami Nadin.
"Dari hasil pemeriksaan sekitar 8 minggu Tuan, saya harap tolong atur pola makannya, kapan perlu jika dia menolak paksa demi bayi yang dikandungnya, dan satu lagi jangan buat dia stress atau banyak pikiran"ucap dokter wanita itu
"Kalo begitu saya permisi"ucap dokter
Setelah dokter pergi, Anna menatap suaminya.
"Mbak Nadin hamil mas?"ucap Anna
"Iya Anna, mas tidak menyangka ini bakalan terjadi pada Nadin,mas merasa bersalah tidak bisa menepati janji mas pada Nadya untuk menjaga Nadin "ucap Ken
Anna dan Ken masuk keruangan Nadin dirawat untuk melihat kondisi Nadin yang di pasang infus ditangannya tapi belum juga sadarkan diri.
Tanpa menunggu Nadin sadar keduanya pamit pada Bibik yang akan menjaga Nadin dan mengatakan nanti sore mereka akan kembali lagi.
_
"Dari mana kamu Ken? sudah dari tadi Papi menunggu mu"ucap Papi saat Ken dan Anna masuk keruangan Ken. Sejak itu Papi sering datang ke perusahaan Ken untuk memulihkan kembali sistem keuangannya perusahaan Ken.
"Maaf pi tadi sedikit ada urusan dulu"ucap Ken. Anna berjalan menghampiri papi dan menyalami tangan mertuanya itu.
Sementara papi berbicara serius mengenai perusahaan dengan Ken, Anna memilih keluar menuju ruangan Wardah masih membahas masalah perusahaan.
"Nona Anna!"ucap Tio masuk dengan tergesa-gesa keruangan Wardah. Wardah dan Anna langsung menoleh pada Tio.
"Ada apa Kak Tio?"ucap Anna berdiri ikuti juga dengan Wardah.
"Saya sudah menangkap dalang dari penggelapan uang perusahaan kita adalah Dani wakil manager keuangan yang 3 bulan ini bekerja di perusahaan ini"ucap Tio
"Pak Dani?? apa benar dia pelakunya pak Tio, aku tidak menyangka pak Dani yang melakukan itu"ucap Wardah
__ADS_1
"Saya sudah menyelidiki nya, jadi tidak perlu diragukan lagi Nona! apa jangan-jangan nona menyukai Dani?sehingga meragukan Dani melakukan ini semua"ucap Tio dengan mata menyelidik ke arah Wardah.
"Apa yang anda ucapkan pak? saya tidak mengerti kemana arah pembicaraan anda, ini bukan masalah suka atau tidak hanya saja saya tidak menyangka padahal yang kita tau selama dia bekerja disini dia begitu tekun dan juga ulet"jawab Wardah sedikit kesal dengan tuduhan Tio yang tidak masuk akal.
Anna hanya mengulum senyumanya melihat perdebatan kecil antara Tio dan Wardah.
"Hekkhmmm, yasudah nanti kalian bahas lagi urusan pribadi kalian, sekarang kita fokus untuk menyelesaikan semua masalah ini hingga tuntas, Oh iya Kak Tio sudah mengamankan keberadaan Dani?"ucap Anna
"Tenang saja nona semuanya sudah sama amankan dengan beberapa bodyguar, sekarang tinggal Bos Ken untuk mengeksekusi Dani"jawab Tio dengan mantap
"Tio ayo kita berangkat"ucap Ken berada diluar ruangan wardah
"Baiklah Bos"jawab Tio bergesa-gesa keluar ruangan diikuti oleh Anna dan juga wardah.
"Anna ikut mas!"ucap Anna
"Tidak!, Anna tidak bisa ikut,jangan kemana-mana tetaplah berada di kantor,dan tunggu mas datang"peringatan Ken
"Baiklah Mas"jawab Anna
Kemudian Ken berlalu pergi bersama Tio.
Disisi Lain
"Apah??? Dani tertangkap, bodoh,bodoh bodoh, kalian semua dasar bodoh tidak ada yang becus"maki-maki pria misterius itu.
"Hubungi Ivan segera dia kesini menghadap ku"teriak pria itu
"Baik Bos"ucap para bodyguar dan orang suruhan itu.
"Dan kau selidiki keberadaan Dani, dimana dia diasingkan, setelah dapat informasinya langsung hubungi aku, cepat!!!!!"Pria itu semakin bringas dan emosi
"Satu lagi pastikan Dani tidak membuka mulutnya untuk bicara, apakau mengerti!!"
"Arrgghhhh........ sialan gagal rencana ku"
"Ini boleh saja gagal, tapi aku pastikan rencana selanjutnya tidak akan gagal lagi, lihat saja kehancuran kau Ken"gumamnya dengan tertawa sinis dan menyeringai menakutkan.
...****************...
Bersambung
__ADS_1