
Jam kerja sudah berakhir Anna langsung keluar dari ruangannya dan menuju lift untuk turun ke lantai bawah, dengan tiba-tiba Ken masuk ke dalam Lift, Anna melihat ke sosok Ken yang ada disampingnya yang juga menatapnya dengan datar.
"Maaf tadi saya lancang masuk ke ruangan Anda Pak, saya benar-benar khilaf."ucap Anna menunduk.
"Lain kali biasakan mengetuk pintu dulu sebelum masuk keruangan saya."ucap Ken.
"Iya Baik Pak"
tidak ada lagi pembicaraan mereka saat berada lift hingga pintu lift terbuka keduanya berpisah.
"Anna"Panggil Amel.
"Heii Mel"ucap Anna menghampiri Amel
mereka berdua berjalan keluar dari kantor menuju parkiran dimana kendaraan mereka berada.
"Kok bisa barengan sama Bos, trus kekasihnya Bos tadi mana?"ucap Amel
"kebetulan mel, kalau wanita yang bersama Bos tadi udah pulang Mel, sepertinya dia ramah, tadi aja dia nyapa aku"ucap Anna
"Masa'sih dia kan wanita berkelas gitu, aku pikir dia sombong dan merendahkan orang-orang seperti kita Ann,apalagi dia memberontak membuat kekacauan saat tiba dikantor tadi"ucap Amel heran
"Entah lah Mel,bukan berarti semua orang berkelas seperti itu Mel, kita kan belum kenal juga dengannya, mungkin aja tadi semua orang melarangnya bertemu dengan Bos, itu makannya dimarah-marah"ucap Anna
"Mungkin aja sih, aku juga ngak tau,aku main ke rumah kamu ya Ann mau ketemu sama attha, aku kangen dia"ucap Amel
"ah... Iya boleh aku yakin pasti attha senang, "ucap Anna
"Kita nanti ketemu aja dirumah kamu"ucap Amel
mereka menaiki kendaraan masing-masing dan melajukannya meninggal kantor membelah jalan raya yang lumayan padat.
sebelum sampai di rumah Anna, Amel menyempatkan membeli makanan dan mainan untuk attha,sedangkan Anna telah sampai duluan di rumahnya.
Amel sampai dirumah Anna bersamaan dengan Mobil sport silver yang juga berhenti di halaman rumah Anna. seorang lelaki turun dari mobilnya.
"Loh Kak Ray ke rumah Anna juga,Kok kita bisa samaan Ya, kira-kira ini pertanda jodoh nih"ucap Amel tersenyum-senyum bahagia sedangkan Ray hanya bergedik heran.
"Kebetulan aja kali"ucap Ray
"Wahh... udah sampai toh, Ada Kak Ray juga,"ucap Anna sambil menggendong Attha yang memeluknya menghadap ke belakang.
"Iya Ann aku sekalian mampir ke sini mau lihat attha"ucap Kak Ray
"sama dong Kak, aku kesini juga pengen lihat attha, lihat deh Ann aku sama Kak Ray sepertinya jodoh deh"ucap Amel
"hehehheh... semoga aja kali Mel, yasudah ayo kita masuk"ucap Anna
mendengar ucapan Anna, Amel begitu Bahagia sedangkan
"Jangan deh.... Ngak.... Ngak ah "batin Ray bergidik ngeri sambil geleng-geleng kepala.
"Ini Ann ada makanan dan juga mainan buat Attha, siniin attha nya biar Kak Ray yang gendong"ucap Kak Ray memberikan buah tangannya dan mengambil alih Attha dari gendongan Anna.
"Um... ma... ummma"
"Itu Om Ray sayang"ucap Anna
"Kak Ray repot-repot bawain ini segala"ucap Anna menerima bawaan Ray.
"Nih Ann dari aku"ucap Amel juga memberikan buah tangannya.
"Loh kamu juga Mel, aduhhh kenapa repot-repot sih"ucap Anna juga menerima bawaan Amel, sedangkan Amel mengikuti Kak Ray yang menggendong attha.
"Hai attha sayang,"ucap Amel, Ray merasa risih dekat Amel. Anna mengikuti langkah mereka.
"Cocok juga mereka, seperti keluarga kecil yang bahagia"gumam Anna sambil senyum menuju dapur
Amel dan Ray membawa main attha di ruang keluarga, mereka sesekali bercanda membuat attha bahagia dan tertawa.
Ray mengelitiki Attha hingga tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahah.... ah... om.... hahahahhaha... om... udah.... jangan..... "ucap Attha terbata -bata.
"Heheheh... Udah dong Kak kasian attha"ucap Amel
__ADS_1
"sini sayang sama aunty Amel aja, Om Ray nya jahat buat satit pelut attha "ucap Amel meniru suara Anak kecil.
"anak kecil itu jangan diajarin yang ngak baik"ucap Ray
"Ngak ada toh aku ngajarin attha yang ngak baik, aku ini contoh ibu yang baik ya Kak"ucap Amel berbangga
"Ibu dari mananya coba?"ucap Ray menatap Amel bingung
"Ibu dari anak-anaknya Kak Ray lah"ucap Amel PD
"Wah Jangan terlalu percaya diri deh kamu,aku belum punya anak ya, mungkin Anakku juga ngak mau punya ibu kayak kamu"ucap Ray menatap tajam
"Harus dong Kak, Kak Ray jangan begitu dong, nanti kalau aku jadi istrinya Kak Ray trus jadi ibunya anak Kak Ray kan"ucap Amel sudah ngawur
"Kamu ngak malu apa ngomong begitu didepan Anak kecil"ucap Ray sinis
"Udahhh.... Aunty sama Om ngk boleh berantem nanti umma marah lho"ucap Attha
"Aunty dan Om ngak berantem sayang"ucap Amel mengelus puncak kepala Attha
"Ehhh... ada nak Ray dan juga nak Amel"ucap Bunda datang.
"Hehhehhe... Iya bunda"ucap Ray menyalami tangan bunda kemudian juga diikuti Amel yang sedang menggendong Attha.
"Bunda dari mana tadi? "ucap Amel
"Dari halaman belakang nak Amel, ohh iya Anna nya mana?"ucap Bunda
kemudian Anna berjalan ke arah mereka membawa minuman dan juga makanan yang dibeli Amel dan juga Kak Ray tadi.
"Itu dia bunda"tunjuk Amel
Anna menghidangkan di meja ruangan keluarga.
"silahkan diminum Mel, Kak Ray"ucap Anna
"Yaudah bunda tinggal dulu ya"ucap Bunda
"Iya bunda"
Mereka mengobrol santai dan sesekali ikut bermain dengan Attha, terlihat Ray kesal melihat Amel, Anna hanya tersenyum melihat mereka berdua. Attha yang begitu pintar dan aktif selalu membuat Amel dan Ray merasa terhibur melihat Attha.
Waktu magrib telah tiba, sebelumnya Amel dan Ray pamit pulang.
Sekarang Anna melaksanakan sholat magrib bersama Attha, Anna telah mengajarkan Attha untuk melaksanakan sholat waktu attha belum tau bacaannya, setidaknya Attha akan hafal gerakan sholat.Anna ingin mendidik attha dengan sebaik mungkin agar menjadi Anak yang sholeh yang berguna bagi orang banyak.
"Umma"Tangan meraih tangan Anna dan menciummnya setelah Selesai sholat.
"Pintarnya Anakmu"ucap Anna mencium kening attha.
"Yeee.... atha udah ciap colat umma, atha mau main cama om Jidhan dulu"ucapnya melepas sarung.
"Etsss.... No sayang Kita mengaji dulu ya, setelah itu baru Attha boleh main sama om Zidhan"ucap Anna, Attha hanya patuh dan menurut dengan wajah cemberut.
Anna mulai mengenalkan Attha huruf-huruf hijaiyyah.
"Ba"ucap Anna
"Ba"jwab Attha
"Pintar"
"Ini Kho'
"Koh"
"Tidak sayang Kho' "
"Ko"
Sampai semua huruf hijaiyyah Anna bacakan, Attha juga mengulang setiap bacaan Anna, walau beberapa salah, namanya juga belajar".
Disisi lain
Di rumah Ken
__ADS_1
Ken baru saja turun dari Kamarnya.
"Uncle"teriak 2 orang bocah berlari menghampirinya.
"Jagoan dan Si cantiknya uncle"ucap Ken tersenyum menggendong 2 keponakannya.
"Kapan datang sayang, kenapa tidak mengabari Uncle"ucap Ken menciumi 2 ponakannya yang ada di gendongannya.
"hahahaha.... geli uncle"ucap mereka berdua
"Itu Bunda dan Papa"tunjuk Alisha dan Gavin
"Alis dan Gav turun nak, pasti uncle keberatan"ucap Nathan suaminya Kirana sekaligus adik iparnya Ken,"
"Turunin mereka Kak"ucap Kirana
Ken menurunkan 2 ponakannya itu, kemudian keduanya berlari mencari Oma dan Opa mereka.
"Hei Bro, apa kabar"ucap Nathan berjabat tangan dan menepuk punggung Ken.
"seperti yang kau lihat, aku pikir kau tidak akan membawa adikku ke rumah orangtuanya,sudah lama kalian tak berkunjung kesini"sindir Ken
"Ihhh.... Kakak bukan begitu loh Kak, kami sangat sibuk Kak apalagi sekarang Gavin sudah sekolah sebentar lagi Alisha"ucap Kirana memeluk lengan Ken.
Mereka duduk bersama di ruang Keluarga, menunggu Mami dan Papi juga putra dan putri mereka yang belum muncul entah dimana.
"Masih belum ada niat untuk nikah Bro"ucap Nathan
"Belum ada yang cocok"ucap Ken
"Itu makanya dicari yang cocok Kak, kalau kamu ngak berusaha jodoh pun ngak akan datang, begitu juga aku dan Mas Nathan yang berjuang mendapatkan ku"ucap Kirana
"Aku heran sama adikku, matanya buta kali ya malah menikah dengan orang yang menjadi musuh terberatku ku, yang ingin menghancurkan hidupku ,sicowok playboy yang sering mainin cewek, Ngak taunya sekarang menikah dengan adikku, Jadinya Ayah untuk keponakanku"ucap Ken mengenang masa-masanya.
"Itu kan dulu Bro, Tapi sumpah ya aku benar-benar ngak tau bahwa ternyata Kirana adalah adiknya musuhku sendiri, awalnya aku ngak percaya, sempat shock dan kaget tentunya,padahal aku baru 2 bulan Kenal dengan kirana, kami juga baru menjalin kisah cinta,dan ingin lanjut ke tingkat yang lebih serius tapi kenyataan yang harusku terima begitu pahit menurutku, kenapa Gadis yang kucintai harus adik dari musuhku, orang yang paling ku benci, 1 bulan aku hilang tanpa kabar dari Kirana, Pikiran dan hatiku sangat kacau, aku benar -benar bingung ngak tau harus melakukan apa saat itu, begitu cinta yang sangat sulit untuk diperjuangkan, Aku hampir menyerah untuk itu, Tapi karna cinta ku pada Kirana begitu kuat semuanya harus ku jalani walau beresiko berat, tapi perjuangan ku tak sia-sia akhirnya aku dan kirana menikah juga walau awalnya aku tidak diterima oleh Kakak Iparku, Tapi sejak kehadiran Alisha Ken sudah mulai menerima baik aku menjadi Adik Iparnya suami dari adiknya"cerita panjang Nathan.
"hemmmmmm.... Mas aku terharu sayang, aku mencintaimu"ucap Kirana memeluk manja suaminya dan menitikkan air mata bahagia.Nathan menyambut istrinya dengan penuh cinta dan senyuman
"Aku salut denganmu Bro, kau benar-benar membuktikan dan memperjuangkan cintamu pada adikku, Ya walau kita musuhan dulu, tapi sekarang sudah menjadi keluarga"ucap Ken tersenyum.
"Ada apa nih, sedang membicarakan apa, kenapa Kirana sampai menangis begitu"ucap Mami dan Papi datang juga dengan kedua cucu mereka.
"Bunda.... Papa"ucap keduanya menghampiri kedua orangtua mereka.
"Hati-hati sayang"ucap kirana pada Anaknya.
"Biasalah Mi anak mami yang satu ini lebay"ucap Gurau Ken
"Kakak ihh.... "ucap Kirana dia berdiri menghampiri Mami dan memeluknya begitu juga dengan Papi kirana juga memeluknya melepas rasa rindu dengan orangtuanya.Ken mengajak main 2 ponakannya.
"Nginap disini nak Nathan"ucap Papi
"Iya papi, Kirana dan anak-anak rindu dengan kalian semua makanya jauh-jauh dari Bandung kesini,"jawab Nathan.
"Mami senang sekali kalian nginap disini, tapi Kirana ngak ngabarin kita kalau mau kesini, seperti mendadak saja sayang, apalagi udah malam datangnya"ucap Mami mengelus lembut kepala sang putri.
"Kejutan Mami,"ucap Kirana tersenyum bahagia
"Ohhh... Iya Kania mana Mi, dari tadi Kirana ngak lihat dia"ucap Kirana celingak celinguk mencari adik bungsunya.
"Dia ada acara camp kampus nak"
"Ohhh.... "
"Sekarang kalian istirahatlah di kamar pasti sangat lelah menempuh perjalanan jauh bukan"ucap Papi
"Iya mi, pi kalo begitu Kirana dan Mas Nathan ke kamar dulu, Alisha sama Gavin gimana?"ucap Kirana
"Istirahat saja nak, biarin Alisha sama Gavin mami yang urus, mereka lagi main sama unclenya dulu"ucap Mami
...****************...
Tinggalkan jejak kalian readers
Author mau nanya, cerita siapa sih yang lebih menarik, Ken sama Anna, Kirana sama Nathan atau Ray sama Amel? jawab di kolom komentar
__ADS_1