
"Anna"suara Ken mengejutkan Anna dan juga Ray yang sedang mengobrol santai
"Pak Ken"
"Mas!"
"Apa yang kamu lakukan di sini"ucap Ken menatap tajam Anna dan juga bergantian menatap Ken.
"Maaf Pak Ken, anda jangan salah paham, kami hanya kebetulan bertemu di sini, lagian Anna juga menunggu anda di cafe ini"jawab Ray,Ken menatap Ray dengan datar.
"Tio kau urus Pak Ray bawa dia masuk ke kantor bicarakan mengenai kerja sama perusahaan kita"
"Dan Pak Ray saya minta maaf tidak bisa menemani anda, saya harus pulang bersama istri saya"ucap Ken tetap datar
"Baik Pak Ken,terima kasih Pak"ucap Ray menunduk hormat
"Hemm... "
"Ayo Anna!!"titah Ken
"Kak Ray, Kak Tio aku pamit pulang ya, Assalamualaikum"pamit Anna
"Iya Anna"ucap Ray dan Tio tersenyum
"Ayo!!!"ucap Ken
di perjalanan pulang
Ken hanya fokus menyetir mobil, Anna hanya melirik-lirik menatap Ken sekilas.
"Mas.... "ucap Anna pelan
"Hemmm.... "
"Mas tidak marahkan sama Anna?"
"Kamu pergi tidak minta izin dengan suami, dan lalu bertemu dengan pria"
"Anna tadinya ingin memberitahu mas setelah bertemu dengan Amel dan Wawa, tapi ketika Anna kirim pesan mas, tidak menjawab, Anna pikir mas banyak kerjaan dan memilih untuk pulang, tapi saat keluar cafe Anna berpapasan dengan Kak Ray"jelas Anna
"Hemmm..... "ucap Ken dingin
mendengar respon suaminya Anna memilih tidak bicara lagi.
Sesampainya di rumah, Ken dan Anna turun dari mobil, bersamaan dengan mobil yang akan masuk ke dalam halaman rumah mereka.
"Siapa mas?"
"Sepertinya mami dan papi"ucap Ken kemudian berlalu masuk ke dalam rumah, dan Anna dengan senang hati menyambut mertuanya itu dan beserta putra angkatnya yang sudah tiga hari ini di rindukannya.
"Attha anaknya umma"anak memeluk Attha setelah menyalami tangan kedua mertuanya.
"Umma Atha lindu"Anna juga mengeratkan pelukannya.
"Umma juga sayang"balas Anna
"Tapi Alis mana nak?"ucap Anna tidak melihat Alisha
"Tinggal di rumah Ayah dan bundanya nak, orangtuanya sangat merindukan putri mereka"
"Ohh gitu ya mi, baguslah Alisha kembali tinggal bersama bunda dan Ayahnya,pasti Kak Kirana merasa tersiksa berjauhan dengan putrinya"
__ADS_1
"Iya nak, walau tadi sempat menolak, dia ingin kembali ke sini tinggal bersama kamu dan Ken"ucap Mami, Anna hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuanya
"Maaf Mami, Papi, kita malah ngobrol di luar kita masuk dulu ke dalam"ucap Anna
"Tidak nak, Papi dan Mami langsung pulang, lelah perjalanan dari Bandung ke Jakarta"ucap Papi
"Bilang sama Ken juga ya nak, Papi dan mami pamit pulang"ucap Mami
"Iya Mami,Papi yasudah hati-hati di jalan"ucap Anna kembali menyalami tangan mertuanya
Setelah kepergian mami dan papi, Attha dan juga Anna masuk ke dalam rumah.
"Umma Attha mau tidul dulu"ucap Attha
"Iya sayang,mau umma tidurin?"
"Atha udah besal umma, bisa tidul sendiri"
"Ya pintarnya anak umma, yasudah masuk lah ke kamar Attha, umma mau lihat papa dulu"ucap Anna mengusap pelan kepala putranya,setelah Attha masuk ke kamar, Anna juga menaiki tangga menuju kamarnya.
"Mas"ucap Anna sambil membuka pintu kamarnya.
Terlihat Ken yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk kimononya.
"Papi sama Mami sudah pulang?"
"Sudah mas"
"Anak-anak bagaimana?"
"Alisha tidak ikut mas, Attha tidur di kamarnya"
"Baguslah"ucap Ken sambil memilih pakaian yang akan di gunakannya.
"Tidak usah, kamu duduk di sana, urusan kita belum selesai, aku butuh penjelasan kamu"ucap Ken tanpa ekspresi
"Penjelasan apa lagi mas? , kan udah dijelasin sama Kak Ray, aku dengan Kak Ray tidak ada pertemuan khusus, tapi kebetulan bertemu tadi, percayalah!!"ucap Anna tidak habis pikir dengan suaminya itu.
Ken hanya diam dan masuk kekamar mandi untuk berpakaian.Anna memilih duduk di ekor ranjang sambil menunggu suaminya berpakaian.
Setelah selesai Ken menyusul istrinya dan duduk di samping istrinya.
"Anna heran lihat mas, selalu saja tidak suka melihat Anna ketemu dengan Kak Ray padahal kami cuma kebetulan ketemu biasa, tidak ada janji atau kesepatan untuk bertemu"
"Jawab mas, mas cemburu karna itu?"
"Jangan diam gitu dong mas, lihat Anna, tatap Anna "ucap Anna menggoyangkan lengan suaminya.
"Iya cemburu, aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan Ray"
"Tapi cemburunya mas itu ngak masuk akal, Anna udah bilang pada mas, Kak Ray sudah Anna nggap seperti kakak Anna sendiri, hanya itu dan tidak lebih mas"ucap Anna menatap mata Ken begitu juga Ken menatap mata Anna.
"Dengar Anna,Ray adalah cinta pertama mu, bukan tidak mungkin jika kalian selalu dekat,cinta itu akan kembali bersemi atau mungkin jika kamu dan Ray selalu bertemu bagaimana bisa dia move on dari mu,ingat kodrat mu sebagai wanita yang telah memiliki suami"ucap Ken penuh penekanan, mendengar ucapan Ken Anna sadar, memang yang dikatakan suaminya itu ada benarnya.
"Tapi mas Kak Ray pasti sadar dia tau betul bahwa Anna sudah menikah dengan mas, Anna yakin dia tidak akan pernah masuk ke dalam rumah tangga kita mas,dan sudah tidak mengharapkan Anna lagi, Kak Ray orang yang sangat baik"ucap Anna memberi pengertian pada Ken.
"Jika belum ada buktinya maka akan sulit untuk di percaya, sudah lah aku lelah mau istirahat"ucap Ken naik ke atas ranjang.Anna hanya diam dan membiarkan suaminya untuk istirahat.
Bukan kenapa Ken bersikap begitu, dia hanya tidak ingin Anna kembali ke masa lalunya dan meninggalkan dirinya.
Kemudian memilih keluar menuju kamar putranya untuk beristirahat di sana.
__ADS_1
Malam harinya
Mereka makan malam bersama, Anna tetap melayani suaminya, walau dari tadi sore mereka minim sekali bicara.
Setelah makan malam Ken dan Attha menuju ruang keluarga, sedangkan Anna membereskan sisa makan malam mereka.
Kemudian Anna bergabung dengan suami dan putranya. Anna tersenyum menyaksikan kedekatan suaminya dan anak angkatnya itu, walau Ken begitu dia sangat menyukai anak kecil, kedua ponakannya saja begitu akrab dengannya.
"Mas"ucap Anna duduk di sebelah Ken dan Attha yang sedang menyusul puzzle.
"Attha mainlah ke kamar, papa mau bicara dulu sama umma"ucap Ken
"Iya Pah"ucap Attha
Setelah Attha masuk ke kamarnya, tiba-tiba saja keduanya merasa canggung.
"Udah dong mas marahannya, jangan diamkan Anna begini mas, Anna merasa bersalah pada mas"ucap Anna, namun Ken hanya diam menatap depan.
"Anna minta maaf ya mas,jika udah buat mas marah dan pergi tanpa seizin mas"ucap Anna, tidak ada balasan dari Ken.
Ken memang tipe cowok yang kalo marah diam, tidak banyak bicara dan bersikap datar.
"Sudah lah kalo mas tidak mau maafin Anna"ucap Anna berdiri hendak melangkah meninggalkan Ken.
"Kemana?"
"Anna mau tidur di kamar Attha saja, dari pada sama suami yang tidak mau bicara dengan Anna"ucap Anna
"Ayo ke kamar"ucap Ken berdiri dan menarik tangan Anna.
"Tidak mas, lepasin tangan Anna, lebih baik mas kontrol saja sendiri marah dan kesalnya mas pada Anna"
"Biarin Anna tidur di kamar Attha"
"Pelankan suara mu, kau ingin Attha keluar dan melihat orangtuanya sedang tidak baik-baik saja"ucap Ken
"Tapi mas sendiri kan yang tidak ingin berbicara dengan Anna, kenapa membawa Anna ke kamar?"ucap Anna setelah duduk di samping ranjang.Ken menarik nafasnya panjang dan menjongkok di depan Anna dengan masih mengontrol detakan jantunganya yang berpacu lebih cepat.kembali Ken menarik nafasnya,kemudian baru memulai bicara.
"Anna tolonglah mengerti! aku tidak ingin melihat mu dekat dengan lelaki mana pun, aku akui aku cemburu Anna, kamu tau sendiri bahwa umur kita berselisih jauh Anna, kamu masih muda, aku takut kamu berpaling dari ku dan meninggalkan ku Anna, kamu tau Anna setelah sekian tahunnya, aku kembali merasakan cinta, sangat sulit bagiku untuk mencintai Anna"ucap Ken berjongkok di bawah sambil menggenggam tangan Anna, menatap dalam mata Anna.
Anna baru menyadari dibalik sifat suaminya yang galak, tegas, cuek dan datar ternyata suaminya itu juga rapuh dan memiliki ketakutan yang amat dalam soal percintaan.
Anna tersentuh mendengar ungkapan suaminya ungkapan yang menggetarkan hati dan jiwa Anna.
"Berdiri lah mas jangan begini"ucap Anna dengan mata berkaca-kaca membantu Ken berdiri dan langsung memeluk tubuh Ken
"Mas sampai kapan pun Anna tidak akan pernah meninggalkan mas,kecuali jika Allah mengambil Anna lebih dulu, tapi percaya lah Anna menyayangi dan mencintai mas dengan setulus hati Anna,dan mengabdi dalam ketaatan pada mas untuk mengharapkan ridhonya Allah"ucap Anna menumpahkan air mata dan ungkapan hatinya dalam pelukan Ken.
"Mas malu sayang, Allah begitu baik pada mas walau mas juga sangat jauh darinya, mengirimkan kamu anugerah terindah untuk kehidupan mas, Terimakasih banyak sayang, "ucap Ken mencium puncak kepala istrinya.
"Aku mencintai mu istriku, Annadita Lestari Amara"ucap Ken
Ungkapan Cinta Ken yang selalu di tunggu-tunggu oleh Anna akhirnya terucap juga, Anna sangat bersyukur pada Allah telah membuka pintu cinta suaminya untuk dirinya.
...****************...
Maaf banget author telat update, namanya juga anak muda yang dilema dengan perasaannya sendiri padahal aslinya jomblo
hehhehe....π π malah curhat
jangan lupa buat dukung author terus
__ADS_1
Kalian baper ngak lihat Anna dan Ken jawab di kolom komentar yaπ€π€