
Malam harinya disebuah hotel mewah diadakan pertemuan dengan perusahaan pers diseluruh indonesia.Semua kolega dan petinggi jabatan perusahaan sudah berkumpul di Ballroom hotel, begitu juga dengan Anna yang duduk di salah satu kursi yang berada bagian tengah, kursi bagian depan di isi oleh para direktur dan petinggi jabatan. Bagian tengah diisi oleh para sekretaris dan asisten pribadi sedangkan bagian belakang diisi oleh karyawan biasa.
Acara seminarpun dimulai, Mc meminta Ken untuk memimpin acara seminar malam ini.
Riuh tepuk tangan terdengar di Ballroom mengiringi langkah Ken menuju Mimbar.
"Selamat Malam semuanya"Ucap Ken menyapa yang ada diruangan itu.
"Baiklah saya Kendrick direktur PT trempina Media Grafika yang akan menjadi moderator seminar pada malam hari ini"ucap Ken lantang tegas dan penuh wibawa.
"Wahh.... pak Ken idaman, dia begitu pandai dalam segala bidang"
"Setiap tahun pak Ken selalu menjadi moderator seminar"
"Pak Ken orang yang sangat berpengaruh dalam dunia Pers selain tampan dia juga bijaksana dan disiplin"
"Ohh iya aku dengar-dengar sampai sekarang belum menikah, aku mau banget daftar jadi calon istrinya
"Alah.... mimpi aja kamu sono, mana mau Pak Ken pilih istri sembarangan orang, apalagi Pak Ken itu sangat pilih terhadap wanita"
"Woiii.. sudah... sudah perhatikan apa yang disampaikan Oleh Pak Ken"
Itulah bisik-bisik para sekretaris memuji dan bahkan ingin jadi istri Ken, Anna hanya diam mendengar.
"Ternyata pak Ken orang yang terkenal mungkin juga disegani, juga berpengaruh di dunia bidang pers,aku aja yang selama ini kuper, baru tau sekarang, Ya walau setiap hari dikantor dia hanya bisa marah-marah tapi ternyata dia orang hebat, sungguh tak disangka dan tak pernah ku bayangkan"batin Anna bicara
"Heiii... apa yang kau pikirkan, catat apa yang pak Ken sampaikan"tegur seseorang disampingnya yang mungkin juga sekretaris.
"Ah iya.. iya terimakasih"ucap Anna
Ken menyampaikan suatu hal motivasi dan inspirasi bagi seluruh orang yang hadir di ballroom saat ini.
"Kita berbeda perusahaan di sini, pasti juga berbeda dalam halnya tujuan dan misi yang akan kita capai, untuk itu saya sampaikan bahwa suatu perusahaan akan berkembang pesat apabila bantuan dari perusahaan lain, menjalin kerja sama dengan perusahaan lain,saling ada support dan dukungan antar perusahaan, karna disetiap perusahaan pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing begitu juga dengan perusahaan saya, tapi dengan adanya kerja sama tadi kita bisa saling menyelengkapi."ucap Ken panjang lebar.
Tepuk tanganpun bergemuruh di ruangan yang luas itu.
"Jangan sampai ada persaingan antar perusahaan bahkan ingin menjatuhkan perusahaan lain, tentu saja ini adalah hal yang tidak baik bahkan sangat buruk"ucap Ken
setelah cukup lama Ken menjadi moderator akhirnya menyudahi apa yang disampaikannya untuk hari ini, dengan tepuk tangan dari semua orang yang hadir.
Acara seminar pun berakhir, para petinggi jabatan terlihat berjabat tangan dengan Ken, diikuti juga dengan beberapa sekretaris yang genit dan mencari-cari kesempatan dan perhatian Ken.
__ADS_1
Satu persatu orang sudah membubarkan dirinya keluar dari Ballroom pertemuan, begitu juga Anna.
"Anna"pangil seseorang siapa lagi kalau bukan Ray
Anna menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang
"Kak Ray, ada apa Kak?"ucap Anna
"tentu saja ada keperluan dengan kamu Ann"ucap Ray tersenyum
"Tapi.... Tapi.... tidak ada teman kamu Si Amel itu kan Ann"ucap Ray melihat dan melirik disekitarnya dengan wajah cemas.
"Hahahha.... tidak Kak, Amel tidak ikut, Kak Ray rindu dengan Amel? "ucap Anna menahan tawa melihat ekspresi Ray yang tercengang mendengar kalimat terakhir Anna
"Ya tidak lah Ann ada-ada saja kamu, aku tuh malah bersyukur dia ngak ikut, tuh orang buat aku risih saja"ucap Ray menghela nafas lega. Anna hanya terkekeh pelan
"Ohhh iya ngapain sih kita berdiri begini, yasudah kita mencari tempat yang nyaman untuk ngomong yuk Ann"ucap Ray
"Boleh juga Kak"ucap Anna
mereka berjalan keluar ballrom menuju area lobby untuk mengobrol.
"Aku pikir kamu ngak bakalan ikut Ann, tidak mungkin kamu ninggalin dia di rumah apalagi untuk beberapa hari kedepan"ucap Ray saat mereka sudah duduk di kursi yang ada di area lobby.
"Iya juga sih kasian dia ya Ann,aku yang 2 kali bertemu dia udah rasa sayang dan senang, dia anak yang pintar dan juga gemasin"ucap Ray tersenyum
"heheheh... Iya Kak, aku pikir Kak Ray ngak akan datang ke acara ini, kalau ngak kan aku bisa minta tolong buat jagain attha berdua dengan Amel"ucap Anna terkekeh
"dasar kamu ya Ann, kalo buat jagain attha aja aku mau, tapi kalo berdua dengan si Amel itu aku tidak mau, entah kenapa ada cewek seperti dia"ucap Ray bergidik geleng-geleng kepala
"kalian itu cocok lho"ucap Anna
"Hah??? tidak... tidak Ann,ngak mau aku sama dia, lagian kamu ada-ada aja cocok dari mananya coba"
"heheheheh..... kita ngak tau kalo jodoh gimana?"
"sudah... sudah lah Ann, kayak ngak ada topik pembicaraan lagi, kenapa harus bahas si Amel itu mulu"ucap Ray kesal.
Mereka asik mengobrol tak terasa sudah pukul 10 malam.
"Udah jam 10 Ann, besok lagi kita lanjut ngobrolnya, kamu istirahatlah di kamarmu"ucap Ray
__ADS_1
"Ah iya Kak, tak terasa aja ya Kak, yaudah kalo gitu aku ke kamar "ucap Anna hendak bangkit berdiri.
"Besok pagi setelah sarapan kita jalan-jalan yuk Ann, kebetulan disini ada rumah orang tua ku juga"ucap Ray
"memangnya ngak ada acara besok Kak? "
"Ngak Ann,acara seminar besok diadakan siang"ucap Ray.
"Kalo gitu dengan senang aku mau besok jalan-jalan sama Kak Ray, dari pada aku berdiam diri aja di kamar"ucap Anna berbinar.
"Yasudah Ayo kita istirahat, kamar kamu dekat mana Ann?"ucap Ray
mereka berjalan menuju lift
"No 205 Kak"ucap Anna
"Yah jauh dong, Kakak no 270 "ucap Ray
"heheheh......."
Lift tiba di lantai 5, dimana kamar Anna berada, sedangkan Ray menuju lantai 7 ke kamarnya.
Anna berjalan menuju kamarnya, terlihat suasana sunyi dan hening, mungkin karna sudah malam,tapi yang Anehnya ada seorang pria yang bersandar di depan pintu kamar Anna, membuat Anna terkejut dan menajamkan penglihatan siapa sosok itu.
Langkah Anna sudah semakin dekat, betapa terkejutnya Anna ternyata Itu adalah Pak Ken yang bersedekap dada bersandar didepan pintu kamar Anna , tapi kenapa dia ada disana, kenapa tidak istirahat di kamarnya ,anna bertanya-tanya dalam Hatinya.
"Kemana aja kamu? ini sudah pukul 10 malam, kau malah keluyuran di hotel ini, kalau terjadi apa-apa bagaimana?hah"ucap Ken menatap tajam Anna
"Maaf Pak tadi saya hanya duduk di lobby bersama Kak Ray, tidak keluyuran, lagian saya juga bisa jaga diri kok Pak"ucap Anna tenang walau sebenarnya takut.
"Ah.... sudah lah, saya hanya cemas saja, tidak ingin disalahkan kalau terjadi apa-apa dengan kau, lagian kau adalah sekretaris saya"ucap Ken tidak tau lagi mau bicara apa
"Baiklah Pak terima kasih Pak Ken telah mencemaskan saya, kalo begitu Saya mau istirahat di kamar ini juga udah malam, Pak Ken juga boleh istirahat ke kamar bapak"ucap Anna membuka kunci kamarnya dan tersenyum canggung ke arah Ken yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.
Anna pun menutup pintu kamarnya, sedangkan Ken terlihat malu dan juga kesal merutuki dirinya.
"Kenapa aku jadi seperti ini,tergagu saat berhadapan dengannya bahkan tidak tau apa yang akan kubicarakan, arrgghh sudah lah"gumam Ken seperti orang bodoh lalu berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
sedangkan disisi lain
"Ada apa dengan Pak Ken, kenapa dia terlihat begitu Aneh, tidak istirahat di kamarnya malah menunggu aku didepan kamar, dari tadi pagi cuma diam, cuek dan tak peduli lah sekarang malah marah-marah,seperti mencemaskan ku, Apa yang terjadi dengan Pak Ken, atau dia sedang kerasukan ,ah... sudahlah ngapain juga aku pikir kan"ucap Anna merebahkan dirinya diatas ranjang.
__ADS_1
...****************...
jangan lupa like, coment, vote dan Rate 5 ya readers