My Love Bos

My Love Bos
Main ke rumah Anna


__ADS_3

Sore harinya


Setelah pulang Kerja Amel dan Wardah mengunjungi rumah Anna.Mereka ingin melihat kondisi sahabat mereka yang sedang hamil besar, dan juga ingin mengetahui keadaan calon keponakan mereka yang menunggu sebulan lagi akan lahir ke dunia ini.


Ken dan Anna turun ke bawah untuk menemui kedua sahabat Anna yang sedang menunggu di ruang tamu.


Ken berjalan membimbing tangan sang istri dengan hati-hati dan langkah pelan.


Perilaku Ken pada Anna sontak saja


menjadi soroton bagi kedua teman Anna, mereka terperangah dengan wajah yang sulit di artikan.Anna tetap melempar senyumannya pada kedua temannya itu.


Amel tiba-tiba mengeluarkan benda pipih dari tasnya.


"Mau ngapain kamu Mel" Wardah menahan tangan Amel yang sedang membuka layar kunci hpnya.


"Mau mengabadikan moment langka ini, jarang-jarang lo aku lihat Bos beginian"ucapnya sok-sok terharu


Wardah menghembuskan nafas kasar.


"Kamu aja yang ngak tau"ucap Wardah dengan santainya.Padahal sebenarnya dia juga baru kali ini melihat perilaku langka Bosnya itu pada Anna sang sahabat.


"Kayak kamu udah sering lihat Aja"cibir Amel.Wardah cengengesan menanggapi ucapan Amel.


"Maaf kalian menunggu lama ya!"


"Hah?? tidak... tidak Ann, kami berdua santai aja" ucap Amel


Ken membantu Anna untuk duduk di sofa.


Mendadak Amel dan Wardah merasa canggung dan suasana berubah menjadi mencekam karna keberadaan Ken yang belum beranjak dari ruang tamu yang masih sibuk membantu sang istri agar bisa duduk dengan tenang.


"Maaf ya Mel, Wawa, aku memang begini mau duduk aja susah, kalo ngak atur posisi duduk dulu nanti brabe bagian perut dan punggung nyeri semua"ungkap Anna sungkan bukan maksud mengacuhkan kedua temannya dan memperlihatkan perlakuan suaminya padanya tapi memang begitulah adanya tanpa di buat-buat.


Amel dan Wardah tidak merasa terganggu sama sekali dengan pemandangan pasutri di depan mereka malahan mereka tercengang menatap kagum melihat sang Bos memperlakukan sahabatnya Anna dengan sangat baik, perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh si Bos yang terkenal galak dan tegas itu benar-benar tulus.Mungkin akan sulit di percaya tapi itulah kenyataannya.


"Hehehe, tidak apa-apa kok Ann,kami berdua juga ngerti kok"jawab Wardah tersenyum.


"Kita tidak bisa menilai orang lain dari covernya saja, tanpa tau isi dalam di balik cover tersebut "


Setelah memastikan Anna duduk dengan nyaman dan tenang.


"Tio masih di kantor?" tanya pada Wardah.


"Iya Pak"jawab Wardah sopan


Ken mengangguk pelan.

__ADS_1


"Mas ke ruang kerja dulu"Anna tersenyum menatap suaminya.


Setelah itu Ken beranjak pergi menuju ruang kerjanya memberikan waktu untuk sang istri bersama kedua sahabatnya.


Bi Nur datang membawakan minuman lemon segar dan cemilan untuk kedua sahabat majikannya.


"hufftt,,,,, udah berat bangat ya Ann"ucap Amel menatap kasian, dia yang malah sesak nafas melihat kondisi Anna dengan perut besarnya.


"kamu besok pasti juga ngerasain kok Mel"jawab Anna terkekeh.


"Wawa yang duluan lah dia kan yang udah nikah, aku mah belum" tutur Amel dengan wajah cemberut.


"Itu makanya cari jodoh sana dari pada kelamaan jomblo" ejek Wardah


"Hahahah benar itu kata Wawa, kalo kamu gimana Wa nunda dulu?" ucap Anna membenarkan ucapan wardah dan sekaligus bertanya pada sahabatnya itu.


"Iya Ann, aku dan Kak Tio menunda punya momongan dulu, lagian kami berdua sama-sama sibuk Ann, sampai sekarang belum ada waktu buat honeymoon, aku juga mau fokus berkarir dulu, Kak Tio juga ngak masalah"jelas Wardah.


"Serius Wa?? kalian belum honeymoo kok bisa? apa karna pak Ken ngak beri cuti??trus-trus kalian nunda punya anak dulu gitu?" Amel terkejut begitu juga Anna.


"Pak Ken beri cuti kok, cuma karna Kak Tio ngak bisa ninggalin pekerjaannya, jadi kami tunda dulu, kalo masalah anak kami belum siap Mel"Wardah mengangguk menjelaskan.


"Yahh padahal aku udah berharap loh setelah Anna lahiran, kamu juga udah ngisi, jadi selisih umur anak kalian dekat, kan lucu lihatnya"ucap Amel sedikit kecewa


"Hehehhe......terlambat juga ngak papa kok Wa, mau langsung punya anak atau mau nunda dulu ngak ada salahnya, itu udah keputusan pasutri Mel, kalo belum siap ya kita ngak bisa paksain, kan yang mengurusnya mereka berdua"ungkap Anna dengan bijak.Wardah tersenyum membenarkan ucapan Anna.


"Iya benar juga sih"


"Iya aku sampai lupa, nih aku bawain buat keponakan aku yang belum lahir" Amel mengangkat paper bag yang dia beli bersama Wardah tadi sebelum ke rumah Anna.


"Apa ini Mel??..... repot-repot segala kamu, padahal anakku belum lahir, tapi udah di bawain hadiah oleh Auntynya" ucap menerima paper bag dari Amel ya lumayan besar lah.


"No problem,,,,,buat-buat persiapan, nih aku juga beli buat Attha supaya adil "Amel cengengesan menyodorkan sebuah kotak mainan yang di bungkus kantong plastik pada Anna.


"Duhh ini apalagi Mel???"


"Oh ya mana Attha Ann?"bukannya menjawab Anna, Amel malah kembali menanyakan Attha, mata celingak-celinguk mencari sosok Attha.


"Iya benar Ann, dari tadi aku tak melihat Attha mana dia?"Tambah Wardah sambil memberikan paper bag untuk Attha pada Anna.


"Ya Allah, kenapa harus bawa-bawa ini segala, seharusnya ngak perlu, kalian kesini aja kami aku udah senang bangat memang udah pada gajian??"


"Sesekali Ann, kami beri juga buat keponakan kami"jawab Wardah


"Tapi makasih banyak ya untuk semua ini, pasti attha sangat senang nanti, kalo dia ada di sini udah berhamburan tuh meluk kalian berdua, sayangnya dia di rumah bunda," ucap Anna tersenyum haru pada kedua sahabatnya.


"Padahal aku tuh udah rindu berat sama sibocil" ujar Amel dengan gaya lebay nya.

__ADS_1


"Ya gimana Mel, samperin aja ke sana ke rumah bunda" tanggap Anna terkekeh.


Amel berdesih pelan.


" Ann gimana respon Attha saat kamu dalam kondisi sekarang ini?"tanya Wardah.


"Dia yang malah super protektif Wa, tau akan punya adik aja dia udah kegirangan bangat,memang itu keinginannya, tiap hari di elus mulu perutku, sambil bilang kapan adeknya keluar dari sini umma"cerita Anna.


" Wahh hebat, aku pikir dia keberatan gitu, mau punya adik, kan otomatis sayangnya kamu terbagi sama si adik bayi nanti" Anna menggeleng.


"putra kamu itu memang luar biasa Ann, pertama kali aku ketemu dia aku merasa dia memang berbeda dari anak-anak kecil lainnya, dari bicaranya aja udah beda, menurut ku sejak dulunya dia memang anak yang paling pengertian dan penyayang, kamu beruntung dapatin dia dan dia juga beruntung dapat orang tua asuh seperti kamu dan Pak Ken" ucap Amel memuji


" Iya benar Mel, ehh tunggu tumben bicara kamu bijak Mel, kali ini lebih bermakna deh " ujar Wardah menahan tawa.


"kamu tuh mau muji aku atau malah ngejek aku sih Wa, aku tuh serius loh, benar ngak Ann? " Anna dan Wardah malah tertawa melihat wajah cemberut Amel.


"ya iya benar Amelia"Anna mengangguk cepat sambil tertawa.


"Malas ah, kalian berdua ngak asik, mending aku bicara aja sama sidedek, mungkin dia lebih mengerti aku auntynya "ucap Amel berjalan menuju sofa yang Anna duduki.


Anna dan Wardah saling berpandangan menatap ke arah sahabatnya Amel.


Amel ragu buat ngelus perut besarnya Anna,dia masih menatap Anna meminta persetujuan, Anna pun mengangguk mengizinkan.


"Duhh gemes aku Ann"ucap Amel greget, wardah tertawa pelan melihat ekspresi Amel.


"Hallo sayang, ini aunty Mel, sebentar lagi kita ketemu ya dek, cepat keluar dari perut umma mu ya, jangan lama-lama di sana, Aunty udah ngak sabar mau ketemu kamu"Anna dan Wardah tersenyum melihatnya.


"Wa lihat sini Wa dia nendang-nendang, dia pasti merespon ucapan auntynya"heboh Amel dengan wajah berbinar.


"minggir dong Mel, aku mau coba juga, kenalan sama keponakan ku"ujar Wardah sudah duduk di dekat Anna.


"Ann dia super aktif ya Ann"ucap Wardah tersenyum sambil mengelus perut Anna.


Anna mengangguk menampilkan senyum bahagia pada kedua sahabatnya itu.


"udah tau jenis kelaminnya Ann?"


"Belum Mel, dia sangat pemalu, dokter aja heran, setiap kali USG dia ngak mau nunjukin jenis kelaminnya"


"Ngak papa, mungkin dia mau kasih kejutan sama kita saat udah lahir nanti"balas Wardah


"Tapi Pak Ken ngak nuntut harus anak laki-laki atau perempuan kan Ann?


"Ngak Mel, beliau mah terserah aja mau laki-laki atau perempuan nantinya beliau terima, asalnya anaknya sehat, persiapan kebutuhan dan perlengkapan baby aja di beli sepasang cewek dan cowok"


"Baguslah kalo gitu,lagian mau cewek apa cowok yang pasti kan anak si Bos juga, benar ngak Wa?? asalkan nanti sifatnya ngak sama seperti bapaknya"oceh Amel sambil tertawa renyah.

__ADS_1


Anna mengulum senyum sambil geleng-geleng kepala.


" Isshh si Amel asal ngomong aja, kalo Pak Bos tau di potong gaji kamu bulan ini"ujar Wardah.


__ADS_2