My Love Bos

My Love Bos
Bukan Malper


__ADS_3

Ken dan Anna berada di dalam kamar mereka. Duduk disisi ranjang saling membelakangi.Keduanya merasa canggung dan tidak tau melakukan apa.


"Kau tidak ingin membersihkan tubuhmu dulu"ucap Ken buka suara


"Hah?? Iya aku akan membersihkan tubuhku, tapi.... tapi aku tidak punya baju ganti Pak"ucap Anna saking gugupnya berdiri.


"Kata Mami sudah disediakan baju kau dan saya di dalam koper"ucap Ken berdiri dan mencari koper. Yang ternyata di dekat lemari.


"Ini ambil!! , baju kau ada di dalam koper"ucap Ken menyerahkan koper itu pada Anna


"Iya ba baik Pak"ucap Anna menyeret koper dan berjalan dengan susah payah karna gaun pengantin yang berat di tambah lagi kakinya sakit dan pegal.


Saat Anna di kamar mandi, Ken menunggunya merebahkan tubuhnya di atas ranjang, rasa lelah dan penat dirasakan seharian ini.


Sedangkan Anna di kamar mandi langsung membuka gaunnya ,walau agak kesulitan namun Anna bisa mengatasi nya kemudian mencuci kaki dan wajahnya saja, karna hari sudah larut tidak mungkin untuk mandi.


Setelah selesai Anna membuka koper lalu mencari baju ganti miliknya, namun dia tidak menemukan piyama biasa yang digunakannya untuk tidur.


"Mana piyamaku,jilbab instan ku juga ngak ada"gumam Anna mengacak-acak baju yang ada di koper.


"Baju apaan ini, seperti jaring lawah, mungkin Mami dan Bunda salah memberikan kopernya."


"Pak.. Pak... Pak Ken"teriak Anna


"Iya ada apa dengan kau?apa terjadi sesuatu?"ucap Ken sudah berada didepan kamar mandi.


"koper ini bukan milik kita Pak, di dalamnya tidak ada satupun bajuku"ucap Anna dari dalam kamar mandi.


"Kenapa bisa begitu?kau coba lihat dan cari dengan benar!"


"tidak mungkin Mami memberikan koper yang salah"ucap Ken


"Tidak Pak, tidak ada baju ku"ucap Anna


"Ya sudah kau pake saja baju yang ada,dari pada tidak sama sekali"ucap Ken, namun tidak ada jawaban lagi dari Anna.


"Ya Allah ini bukan baju namanya, mana bisa aku pake baju beginian apalagi ada Pak Ken"


Anna mencari lingeria yang agak tertutup, tapi tetap saja semuanya tidak ada yang tertutup seperti baju yang biasa di pakainya.


"seumur-umur aku tidak pernah menggunakan pakaian modelan begini"ucap Anna mengambil satu lingeria


"Anna apa kau tertidur di dalam?kenapa lama sekali"ucap Ken


"Tidak Pak,tunggu sebentar"ucap Anna mulai memakai lingeria berwarna hitam itu yang terlalu kontras dengan kulitnya.


"lumayan lah ada lengan nya,tertutup sampai lutut, tidak terlalu terbuka dan tidak terlalu transparan dibandingkan dengan yang lain"ucap Anna sambil menatap dirinya di cermin, kemudian melilitkan handuk pada tubuhnya.


"Ya Allah rasa nya malu banget aku keluar dengan pakaian begini, nanti aku malah dibilang menggoda Pak Ken lagi"gumam Anna


Setelah itu dengan perlahan Anna keluar dari kamar mandi dengan melihat sekeliling kamar tidak ada Ken.


"kemana Pak Ken?"gumam Anna


"Hekkmmm"deheman Ken di samping pintu kamar mandi menatap Anna tidak biasa, pasalnya baru sekali ini Ken melihat Anna tidak menutup kepalanya, ditambah lagi menggunakan baju lengan pendek sampai lutut, namun ditutupi dengan handuk.


"Astagfirullah Pak ngagetin orang aja"ucap Anna mengelus dadanya.


"Kenapa kau memakai handuk, bawa sini handuknya"ucap Ken


"Tidak... tidak Pak, masih ada handuk di dalam kok"ucap Anna mempertahankan handuknya, namun Ken tetap kekeh menarik, Alhasilnya handuk pun terlepas.


Ken terpana melihat penampilan Anna yang sungguh menggoda dan ****, , dia tercengang melihat pakaian Anna terlalu terbuka dan menguji keimanan.Pakaian seperti jaring lawah dan cukup transparan


Anna langsung berlari ,namun sialnya kaki Anna terkecoh dan terjatuh


bughhh


"Auuuwww sakit auuuww kakiku" Anna terduduk meringngis kesakitan.


Ken langsung berlari melihat keadaan Anna


Namun yang terjadi Ken malah salah fokus, dia beberapa kali menelan salivanya dan menetralkan jantung dan tubuhnya yang bereaksi melihat Anna.


Bagaimana pun Ken laki-laki normal yang sudah lama membujang tentunya saja tubuhnya langsung bereaksi melihat pemandangan yang disuguhkan oleh Anna yang sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


"sa sakit kakiku"Anna meringis memegang kakinya. Membuyarkan lamunan Ken yang membayangkan pikiran liar.


"Kau sangat ceroboh"ucap Ken memegang kaki Anna, saat kulit Ken dan Anna tersentuhan tanpa terhalang pakaian membuat kedua menegang seketika.


"jangan dipegang Pak "ucap Anna mencoba melepas tangan Ken.


"Kau jangan keras kepala, lihat pergelangan kakimu memerah begini"ucap Ken mencoba untuk mengangkat tubuh Anna


"Pak pak turunin aku"ucap Anna terkejut dan memberontak


"jika kau tidak bisa diam, jangan salahkah saya kalau kau kembali jatuh"ucap Ken


terpaksa Anna diam dan refleks mengalungkan tangannya dileher Ken.


"Kenapa kau memakai pakaian begini?"tanya Ken datar menatap depan berjalan membawa tubuh Anna ke ranjang.


"kenapa kau bertanya lagi pak?, bukankah sudah ku bilang di dalam koper hanya ada pakaian ini saja, tidak ada pakaianku di dalamnya"ucap Anna cemberut kesal


"Heeemm,lalu apa kau tau pakaian mu begini bisa saja laki-laki lain bernafsu"gumam Ken saat meletakkan tubuh Anna di atas ranjang.


"kan hanya Pak Ken yang ada di kamar ini, ngak ada laki-laki lain"ucap Anna membuat Ken mati kutu


"sudah lah kau berbaring saja dulu di ranjang, saya mau membersihkan tubuh dulu"ucap Ken memilih pergi begitu saja, dia tidak ingin berlama-lama di dekat Anna bisa saja dia khilaf.


"Apa mungkin pak Ken tergoda ya, aku rasa tidak"gumam Anna, kemudian bangkit lagi dari ranjang sambil memijit kakinya.


"Ya Allah sakit sekali rasanya"Anna meringis sakit


"Ya ampun pergelangan kakiku kenapa bisa memerah seperti ini"gumam Anna


sedangkan di kamar mandi


"Sial kenapa tubuh ku cepat bereaksi melihat penampilan Anna saja"gumam Ken


"Jangan sampai aku tergoda dengannya"


cukup lama Ken di kamar mandi, akhirnya selesai juga, Ken keluar dari kamar mandi dengan tubuh fres dan segar sudah lengkap dengan pakaian untuk tidur.


"masih sakit?"ucap Ken menghampiri Anna dan duduk di atas ranjang


"saya akan menelepon karyawan hotel untuk membawa salep ke sini"ucap Ken


"Tidak usah Pak,ini udah larut jam setengah 12 malam "ucap Anna


"dari pada besok kau tidak bisa berjalan, itu lebih merepotkan saya,"


"bisa-bisa aku dibilang menyiksamu semalaman hingga tidak bisa berjalan, begitu?"ucap Ken.


"Dahlah terserah Pak Ken, malas saya berdebat dengan Pak Ken"


Ken mulai menekan telepon yang tersambung langsung pada karyawan hotel yang terjaga malam.


"bawa kan minyak kayu putih, salep dan obat -obat lainnya pereda sakit, ke kamar 220,secepatnya"ucap Ken setelah itu memutuskan panggilan.


kemudian Ken menghubungi Tio


"kemana Tio, kenapa tidak mengangkat teleponnya"gumam Ken.


Anna hanya diam tanpa berkomentar melihat Ken sibuk menghubungi seseorang.


"Lama sekali kau mengangkat teleponku"ucap Ken


"besok bawaan pakaian tertutup yang biasa Anna pakai"ucap Ken dan mengakhiri panggilannya. Anna hanya tercengang mendengar ucapan Ken tadi.


"kenapa kau menatap saya begitu? "


"memangnya kau mau keluar dengan pakaian begini dan menjadi tontonan semua orang"ucap Ken datar.


"Tentu saja tidak Pak"ucap Anna menggeleng cepat dan sedikit tersenyum.


bel kamar pun berbunyi, Ken berdiri mengambil obat yang dibawakan pelayan, setelah itu menutup pintu kamarnya kembali.


"Sini saya lihat kaki kau"ucap Ken duduk disamping ranjang dekat Anna


"Jangan dibuka selimutnya Pak"ucap Anna

__ADS_1


"lalu bagaimana saya melihatnya"ucap Ken membuka selimut yang menutupi tubuh Anna


"kau jangan khawatir saya tidak tergoda dengan tubuhmu"ucap Ken santai


"syukurlah kalo begitu"ucap Anna


kembali Ken merasakan tubuhnya panas dingin melihat Anna.Namun dia tak menghiraukan dan fokus pada kaki Anna, mulai memberikan minyak angin dan mengolesi salep pada kaki Anna lalu memijitnya perlahan.


"awwwuu sa sakit pak pelan-pelan sakit"ucap Anna memegang tangan Ken


"jangan lebay"


Ken kembali memijit kaki Anna.


"bukan lebay pak, beneran sakit ini,"ucap Anna kesal


"sa sakit hiks sakit, pak Ken ikhlas ngak sih"ucap Anna


"Kau bisa diam ngak, kalo ngak ikhlas ngak akan saya pijitin nih kaki"ucap Ken


cukup lama Ken memijit kaki Anna.


"sepertinya sudah deh Pak"ucap Anna


"heemm baiklah"ucap Ken, dengan sengaja Ken menekan sedikit kaki Anna


"aaaaauuwwwww..."teriak Anna


Ken hanya tersenyum sinis.


"jangan berteriak,ini sudah tengah malam?"ucap Ken


"Kau pasti sengaja kan Pak, jahat banget,jahat "ucap Anna memelas sakit sambil memukul dada bidang Ken,namun tangannya di tangkap Ken.


"lepaskan tangan ku"ucap Anna memberontak


"saya sudah membantu kau tadi, sekarang apa imbalannya?"ucap Ken


"Cihh pake bayar segala,benarkan ngak ikhlas, besok aku bayar "ucap Anna menatap malas Ken.


"bukan uang yang saya mau, tapi hal lain, kapan-kapan akan saya tagih"ucap Ken


"geser sana ranjang ini bukan milik kau saja, saya mau tidur"ucap Ken


"Ihhhhh.... apa Pak Ken tidak bisa tidur disebelah sana?, kenapa harus menyuruh saya geser"ucap Anna


"Kau mau tidur dia atas ranjang atau tidak, kalo tidak tidur saja di bawah atau di sofa sana"ucap Ken


"dasar nyebelin"ucap Anna terpaksa dia harus mengalah pada Ken.


"sudah tua tidak mau mengalah, sukanya menang sendiri dan egois, lihat sana besok akan ku balas"batin Anna menatap kesal Ken.


"Jangan menatapku begitu"ucap Ken merebahkan tubuhnya di atas ranjang di samping Anna


Anna merasa kesal mengepalkan tangannya.


"seperti kau tidak ingin tidur sampai pagi"ucap Ken sudah memejamkan matanya.


"Aku lelah dan mau tidur"ucap Anna berbaring dan membalikkan badannya lalu menarik selimut.


"selimut bukan untuk kau saja"ucap Ken


"saya mohon jangan berdebat lagi Pak, selimutnya bisa di bagi saja berdua"ucap Anna


"kau menarik selimutnya"Anna menarik nafasnya lalu berbaring telentang supaya selimutnya bisa terbagi untuk mereka berdua.


"Terimakasih untuk hari ini"gumam Anna masih didengar oleh Ken, lalu Ken menarik sedikit sudut bibirnya.


Akhirnya setelah melewati perdebatan panjang di tengah malam itu ,mereka pun tertidur pulas.


...****************...


Bersambung


jangan lupa vote, like dan coment

__ADS_1


dan bantu follow ya readers


__ADS_2