My Love Bos

My Love Bos
Beda cerita


__ADS_3

Akhir-akhir ini Tio disibuk dengan pekerjaannya bahkan sering pulang malam-malam, namun dengan sabar Wardah selalu menunggu sang suami pulang, tak jarang dia hampir tertidur di sofa ruang tamu demi menunggu suaminya.


Begitu pun hari ini , pukul 10 malam Tio baru sampai di rumahnya,di saat semua orang telah terlelap,tapi tidak dengan Wardah yang menantinya di ruang tamu.


Senyum lelah terbit di wajahnya melihat sang istri yang berdiri menyambutnya.Tio memeluk istrinya dan mencium keningnya lama.


"kenapa harus menungguku pulang dear, kamu bisa tidur duluan, kamu juga pasti lelah seharian bekerja"ucap Tio merangkul Wardah.


Mereka berjalan menuju kamar.


"Gimana aku bisa tidur kalo kamu belum pulang"balas Wardah cuek.


Tio mengulum senyumnya


"perhatiannya istriku"ucapnya


"Kamu yang tidak perhatian sama aku mas"balas Wardah sambil berjalan duluan masuk ke kamar mereka.


Tio terdiam menatap punggung sang istri dan segera menyusulnya masuk ke dalam kamar mereka.


"Wawa sayang"Tio memeluk Wardah dari belakang yang sedang menyiapkan baju tidur untuk dirinya.


"Sudah sana, bersih-bersih mas,ini udah larut malam,aku lelah mau tidur"ucap Wardah berusaha melepaskan tangan Tio yang bertaut di perut nya.


"Ada apa dear? kenapa?"ucap Tio membalikkan tubuh wardah menghadap padanya.


"Tidak ada aku tidak apa-apa"jawab Wardah tanpa menatap Tio dan berjalan menjauhi Tio.


Dengan cepat Tio menghalangi langkahnya.


"Aku tidak mengerti dengan kamu? apa aku ada salah? tidak biasanya kamu bersikap seperti ini"kata Tio menatap bingung istrinya.


"Makanya dari sekarang di biasakan, Karna aku juga akan membiasakan diriku dengan keadaan ini"balas Wardah.


"Apa maksudmu, aku sungguh tidak mengerti dear? apa yang kamu ucapkan?"


"Katakan saja dengan jelas jangan berbelit-belit, aku tidak paham dengan kata-kata mu"


"Ah sudah lah, aku lelah mau istirahat, awas jangan halangi jalanku"ucap Wardah datar tanpa ekspresi.


Tio yang mulai kesal karna dari tadi di cuek kan oleh istrinya, menarik tangan Wardah mendekat padanya.


"Aku tidak suka kamu cuekkin begini"ucap Tio


"Ck, semua lelaki sama saja, tidak suka di cuekkin tapi dia sendiri bersikap cuek pada istrinya"sindir Wardah .


"Malah lebih sibuk dan fokus pada pekerjaan nya dari pada istri sendiri"jawab Wardah.


"Ohh jadi karna itu kamu bersikap seperti ini sama aku dear?"ucap Tio mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Ngak juga, pikir aja sendiri,dasar laki ngak peka"jawabnya jutek.


"Jangan gitu dong cantik"Tio membawa Wardah duduk di ranjang mereka.


"Kan kamu tau sendiri, kalo pekerjaan aku itu bagaimana dear? aku harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang di berikan Pak Ken juga"


"Kemarin kan aku udah bilang sama kamu tentang masalah dan pekerjaan penting yang harus aku selesaikan atas perintah Pak Ken"jelas Tio pada istrinya.


"Kerja sih boleh Kerja aku tidak melarang kamu bekerja tapi kamu harus tau waktu dan bisa bagi waktu kamu mas antara pekerjaan dan juga aku istri kamu"


"Aku malah merasa kamu lebih utamakan pekerjaan dan perintah Pak Ken dari pada aku sebagai istrimu"Wardah mengeluarkan unek-unek hatinya pada sang suami.


Tio menangkup wajah Wardah dengan kedua telapak tangannya dan menatapnya dengan lembut.


"Dear....sungguh aku tidak menyadari telah bersikap seperti itu padamu dear, aku juga tidak bisa memahami apa yang kamu rasakan dear, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku hingga tidak peka dengan perasaanmu, maafkan suamimu ini ya dear, tolong maafkan aku dear"ucap Tio memelas


"Hmmm....hanya minta maaf saja"ucap Wardah dengan gaya bersedekap kedua tangannya di depan dadanya.


"Lalu apa lagi dear"tanya Tio mengernyit dahinya menatap istrinya.


"Entah kenapa tanya aku"jawabnya acuh.


"Baiklah besok malam kita akan dinner romantis"putus Tio menyunggingkan senyum manisnya.


"Hah? benar kah, kamu serius kan mas, jangan kasih aku harapan palsu saja,nanti kamu malah pulang larut malam lagi"ucap Wardah.


"Okey"ucap Wardah tersenyum senang.


"Sudah selesaikan dear, aku udah minta maaf dan akui kesalahan ku kan, jadi sekarang......"ucap Tio terpotong.


"Jadi sekarang apa?"jawab Wardah cepat.


"Aku merindukan mu"bisik Tio tepat di telinga istrinya.


Membuat wajah Wardah memerah sekaligus merinding saat suaminya mencium telinganya.


"Udah sana bersih-bersih dulu"ucapnya mendorong dada bidang suaminya sedikit menjauh darinya.


"Yes....Tunggu aku ya dear!! jangan tidur duluan"ucap Tio segera berdiri dan mengedip nakal sambil berlari semangat menuju ke kamar mandi.


Wardah hanya geleng-geleng kepala menatap suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi mereka.


***********


"Ada apa dengan bawah matamu Wawa?seperti kurang tidur? Ngapain semalaman apa masih menyelesaikan tugas kantor?"tanya Amel seolah-olah sok polos.


"Kamu juga seperti kelelahan Wawa!"sambung Amel


"Hah?? terlihat jelas ya Mel?, mungkin Karna aku kemarin menunggu Pak Tio yang pulang kemalaman, jadi gini deh"jawab Wardah seadanya.

__ADS_1


"Ohhh.... benarkah begitu??"ucap Amel menganggukkan-angguk sambil tersenyum mengejek.


"I iya tentu saja, sudah ah Mel kembali ke ruanganmu, aku banyak kerjaan,nanti Pak Ken marah jika pekerjaan ku belum selesai"ucap Wardah mengusir secara halus, dari pada Amel di ruangannya seperti menginterogasi dirinya.


"Ya ya baiklah kalo begitu aku akan keluar, sebenarnya tadi aku mau menawarkan bantuan pada kamu Wawa, tapi ah sudahlah Karna kamu menyuruh ku kembali keruangan, jadi aku pergi dulu"jawab Amel dengan santainya.


Wardah menghembuskan nafas kasar sambil menatap sebal pada Amel.


Setelah Amel keluar dari ruangan Wardah dia berpapasan dengan Ray yang menuju ruangan Ken.


"Amel"panggil Ray menoleh ke belakang.


Amel yang di panggil Ray merasa berbinar dengan senang hati menghampiri Ray.


"Maaf, Pak Ray Anda sudah di tunggu Pak Ken di dalam ruangannya"ucap Laura datang menghampiri mereka.


Ray mengangguk.


"Baiklah"


"Mari saya antar Pak"ucap Laura sopan.


Ray mengikuti langkah Laura, tanpa melihat ke arah Amel lagi, mereka berjalan diiringi dengan obrolan ringan.


Amel yang melihat hal itu mengepalkan tangannya kesal lalu berbalik arah masuk ke dalam lift menuju ruangannya.


"Tadi memanggil ku, pas ketemu si Laura itu dia melupakan ku"


"seolah-olah tidak melihat ku ada di sana"


"Dia meninggalku begitu saja tanpa bicara sepatah katapun"ocehan Amel sepanjang jalan menuju ruangannya.


"Memangnya dia siapa, bersikap begitu kepadaku"gumamnya kesal.


"Woiii....Mel ada apa sih, aneh banget lho, gerutu ngak jelas aja dari tadi, lihat tuh semua karyawan merhatiin lho"tegur Dina


"Efek kelamaan jomblo nih udah bicara-bicara sendiri, jawab sendiri"ejek Dina


"Diam lho Din, gw ngak peduli, gw yang jelas sekarang gw lagi kesal, jangan ganggu gw" jawab Amel pasrah.


"Lho kesal kenapa sih??, jarang-jarang lho begini?" tanya Dina


"Lho ngak usah banyak tanya deh Din, jangan buat gw tambah kesal gara-gara lho"ucap Amel berlalu masuk ke ruangannya meninggalkan Dina yang terdiam di tempat sambil menatap bingung ke arahnya.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak nya readers.


Maaf author udah jarang bangat update😔😞

__ADS_1


__ADS_2